Monday, July 24, 2006

Gara-gara Jerawat

Dari hari kehari diriku semakin kalah dengan waktu, sudah berapa waktu yang telah aku buang dengan sia-sia, kali ini aku ingin sekali bercerita tentang keadaanku baru-baru ini. Selama ini aku tidak berani menatap muka harimau, tidak punya keinginan yang terlalu tinggi. Sebulan yang lalu aku diberi amanat oleh SENAT MAHASISWA FAKULTAS BAHASA ARAB (SEMA-FBA) Kairo Mesir dan DPP-PERSATUAN PELAJAR dan MAHASISWA INDONESIA (PPMI) cabang MESIR untuk menunaikan sebuah acara yang diberi nama “PELATIHAN BAHASA ARAB”, aku ditunjuk oleh Ketua Senat sebagai ketua acara itu, acara ini bias dibilang yang pertama di lingkungan mahasiswa Indonesia di Mesir, karena acara yang dilaksanakan dua hari pada tanggal 11-12 Juli 2006 ini semuanya memakai bahasa Arab, dari awal tentative acara sampai akhir acara, tentu sangat berbeda dengan acara-acara yang diadakan di Mesir oleh mahasiswa Indonesia pada umumnya. Dua hari itu sangat enjoy, karena acara cukup berjalan lancer, hanya ada beberapa hambatan saja, kita sebagai panitia tidak punya acuan acara pada sebelumnya.

Yang seru adalah tentang diriku sendiri, selama ini aku banyak diam di rumah sangat jarang keluar, paling-paling kalau sedang keluar larinya ke GAMAJATIM (Keluarga Masyarakat Jawa Timur) saja, kalau bercerita tentang pengalaman organisasiku, aku bisa katakan tidak pernah berkiprah dalam struktur organisasi baik di Indonesia ataupun di Mesir, tapi untuk satu tahun ini aku sudah banyak aktif di berbagai ORMAS di Mesir. Yang membuatku ingin tertawa adalah aku di pilih menjadi ketua acara ini, padahal menjadi ketua dalam organisasi belum pernah aku sandang, jadi pengalaman menjadi ketua belum pernah aku dapatkan, sehingga dalam bekerja aku tidak bisa bekerja dengan maksimal, bisa dibayangkan acaranya tidak cukup baik juga. Tapi aku sangat bersyukur, karena teman-teman yang lebih berpengalaman mau membantu dengan ikhlas, jadi acara lumayan asyik dan lancar. Setelah acara selesai dan kami rapat terakhir, akhirnya menyatakan bahwa LPJ diadakan pada tanggal 22 Juli 2006 di Hadiqatul Atfal (Taman bermain untuk anak-anak). Pada tanggal itu aku datang dengan muka bahagia dan ceria, karena semua urusan hampir selesai dan tanggung jawabku semakin ringan saja, sore itu semua panitia berkumpul di sebuah taman yang lumayan asri dan enak, tentunya panitianya tidak hanya laki-laki saja kan, ada ceweknya juga, Cuma sampai sekarang aku masih phobia dengan makhluk yang bernama “cewek”, entah kenapa aku begitu takut jika berhadapan dengan mereka, tidak hanya di Mesir ini, tapi penyakitku ini sejak berada di Indonesia dan sampai sekarang tidak pernah hilang.

Di bawah langit yang cerah, angin cukup sejuk walaupun kadang-kadang masih mengeluarkan hawa panasnya, ditambah alas rerumputan yang menghijau aku duduk bersila, semuanya duduk melingkar dengan manis. Sebelum acara dimulai, karena masih menunggu kedatangan ketua Senat dan Bapak Presiden PPMI, maka waktu itu digunakan untuk perkenalan antar satu dengan yang lainnya, disela-sela perkenalan itu ada temanku yang berbicara tanpa mera berdosa kepadaku dengan agak lirah “Wah Pak Ketua punya jerawat besar tuh!!!, kira-kira lagi mikirin siapa ya????”, mendengar pertanyaan itu mukaku jadi merah padam karena malu, pada dasarnya pertanyaan itu juga sudah pernah dilontarkan kepadaku oleh teman yang lainnya sebelum acara LPJ ini, tapi tidak pernah aku merasakan malu seperti ini, karena pada waktu itu aku tidak berada diantara cewek-cewek. Kontan beberapa teman yang mendengar itu menyambung dengan perkataan yang membuiatku tak mampu mengangkat kepala lagi “Jangan-jangan lagi jatuh cinta nih? Sama siapa sih?”, mati deh gue............ Pertanyaan itu hanya aku jawab dengan cengar-cengir ingin tak menanggapinya, lama kelamaan semuanya diam tak berbicara lagi, tal lama kemudian orang yang ditunggu-tunggu datang dan kita lanjutkan acara LPJ-nya sampai Maghrib baru selesai. Masih dalam perjalanan pulang bersama Pak Presiden dan teman-teman jahil itu, di dalam Taksi ia masih menggodaku dengan pertanyaan itu lagi, wah karuan aja aku semakin tambah sewot, apalagi tidak ada ceweknya lagi. Tapi belum menjawab Pak Presiden ngangkat suara juga, ia ngomong begini “Wah....kalau begitu tahun depan kita pisah saja acaranya ya...” aku tak tahan lagi akhirnya angkat bicara juga “Itu bagus, biar saya semakin enjoy...” mendengar jawabanku semuanya tertawa terbahak-bahak sambil mendengarkan Pak Sopir yang lagi berpidato katanya bensin di Mesir mahal. Dalam perjalanan pulang itu aku sempat berfikir juga, apa sih hubungan jerawat dengan pacaran atau cinta?, aku kira itu tidak masuk akal gitu atau dalam bahasa Mesirnya Musy Maul. Aku terus berfikir, apalagi jerawatku tambah beranak satu terus tambah besar, gimana menghilangkannya ya....????atau aku harus menghilangkan rasa cinta ini, memang sekarang lagi mikirin si dia sih....(siapa ya...???).

Cairo, 24 Juli 2006


Baca Selanjutnya Bro..

Wednesday, July 19, 2006

SEJARAH SASTRA PRA-ISLAM

SEJARAH SASTRA PRA-ISLAM

Bangsa Arab berada pada ujung selatan benua Asia, atau yang sekarang dikenal dengan benua arab, karena air mengalir dari tiga arah, yaitu arah timur dari sungai furath dan sebagian dari samudra India. Begitu juga dari arah selatan mengalir dari samudra India langsung, adapun dari barat mengalir air dari laut merah. Sedangkan dari arah utara dibatasi oleh Surya. Orang-orang arab pada zaman dahulu membagi negerinya menjadi lima bagian besar atau lima distrik, yaitu :Tahamah, Hijaz, Najd, ‘Arudh, dan Yaman. Pembagian lima daerah ini berdasarkan pada tata letak gunung Sarrah. Sejak zaman dahulu daerah arab terkenal dengan daerahnya yang tidak bersahabat, kondisi geografisnya penuh dengan padang pasir sahara. Tapi diantara sekian daerah itu ada satu daerah yang paling subur yaitu di daerah Yaman, bahkan orang-orang arab pada zaman dulu menyebut daerah ini sebagai ¬Yaman Al Khadra’ atau Yaman yang hijau, ini semua karena berbagai tumbuhan yang mestinya tidak bisa tumbuh di daerah arab lainya bisa tumbuh di daerah Yaman. Daerahnya penuh dengan tumbuhan dan rerumputan yang dapat menggemukkan ternak mereka.

Sebagian peneliti membagi orang arab menjadi dua bagian, yaitu orang Arab asli dan selain orang indo-arab yang menetap di daerah arab. Akan tetapi yang paling terkenal adalah orang arab dibagi menjadi tiga bagian, yaitu :
- Orang arab yang telah musnah, hanya bekasnya saja yang bisa kita temukan. Seperti suku Thasm, Jadis, ‘Adh, Stamud, ‘Amliq, dan ‘Abdu Dhakm. Bekas-bekasnya masih ada sampai sekarang seperti bangunan-bangunannya atau hanya namanya saja yang bisa kita dengarkan.
- Orang arab asli (‘Aribah). Mereka adalah keturunan Yu’rab bin Qihthan Abul Arab Al Aribah dan bapak dari orang-orang Yaman. Mereka masih hidup sampai sekarang di negeri Yaman, adapaun suku yang terkenal adlah suku Kahlan dan Hamir.
- Orang indo-arab (Al Musta’ribah) yang masih menetap di daerah arab padang pasir. Mereka adalah keturunan dari Nabi Ismail bin Ibrahim Alaihis Salam. Disebut dengan Ismailliyyin atau Adnaniyyin, diantara suku mereka yang terkenal adalah suku Rabi’ah, Mudhar, Iyyad, dan Anmar.

Selain pembagian diatas, masih terdapat lagi pembagian berdasarkan kebudayaa. Sudah sejak dahulu orang-orang arab membaginya menjadi dua bagian yaitu; bangsa arab yang sudah mempunyai kebudayaan yang modern, mereka sudah mampu membuat rumah paten dan hidup menetap di suatu tempat yang telah mereka sepakati bersama. Mereka sudah mempunyai kebudayaan dan adat istiadat sendiri. Sedangkan pembagian yang kedua adalah orang-orang arab baduwy yang hidupnya selalu berpindah-pindah (nomeden). Mereka berpindah dari tempat satu ke tempat yang lainnya untuk mencari rerumputan dan minuman untuk ternak mereka, mereka tidak bisa menetap pada suatu temapat, alam yang gersang dan hewan yang ganas telah menjadi teman mereka. Bahkan hidup mereka semakin antic dengan persahabatannya dengan alam yang ganas. Orang-orang baduwi terkenal dengan kefasihannya, dari mulut mereka keluar berlian-berlian keindahan kata-kata yang sagat menarik. Hingga saat ini bahasa-bahasa mereka yang menarik telah dijadikan dalam bentuk syair-syair dan lainnya.

Bahasa Fushah Menjadi Bahasa Pemersatu Di Dataran Arab

Sejak dulu bahasa menjadi masalah pokok dalam kehidupan manusia, dengan bahasa manusia akan mampu berinteraksi dan berhubungan dengan lainnya. Bahasa arab adalah salah satu dari bahasa Semith yang masih ada sampai sekarang, yang dimaksud dengan bahasa Semith adalah bahasa yang digunakan oleh semua keturunan Nabi Syam bin Nuh alaaihis salam. Para ahli bahasa berbeda pendapat dalam menentukan siapa dan bahasa mana yang fushah diantara bahasa arab yang begitu banyak itu. Mereka berpendapat bahwa orang yang pertama kali melafadzkan bahasa arab adalah Nabi Adam Alaihis salam, akan tetapi pendapat ini ditentang oleh Ibn Salam. Ia berpendapat orang pertama kali yang berbicara dengan menggunakan bahasa arab adalah Yu’rab bin Qihthan. Yunus An Nahwi berpendapat bahwa orang yang pertama kali berbicara dengan bahasa arab adalah Nabi Ismail bin Ibrahim Alaihimas salam. Diantara ketiga pendapat ini hanya dua pendapat yang kuat, yaitu pendapat kedua dan ketiga, akan tetapi pendapat ketiga mempunyai kelemahan yang mendasar, mana mungkin orang yang baru masuk ke suatu daerah menjadi seorang yang pertama kali berbicara menggunakan bahasa orang yang sudah menetap lama di tempat itu. Akhirnya ahli bahasa menyepakati pendapat yang kedua yaitu pertama kali yang menggunakan bahasa arab adalah Yu’rab Bin Qihthan Abul Arab. Diantara dua bahasa arab yang digunakan oleh keturunan Yu’rab bin Qihthan dan Nabi Ismail bin Ibrahim itu para ahli bahasa meneliti perbedaan antara bahasa yang digunakan dibelahan selatan dan utara. Terdapat perbedaan yang mendasar diantara keduanya, titik mendasar itu dapat dilihat dari perbedaan ejaan (spelling), nahwu, dan perbedaan bahasa.

- Perbedaan ejaan (Spelling) : seperti kalimat (كلبة) diucapkan di Yaman dengan menggunakan Ta’ Marbutho, sedangkan di Hijaz (selatan) dengan Ta’ Maftihah (كلبت).
- Perbedaan Nahwu (Gramadial) : pergantian Nun Tanwin dengan Mim, seperti kalimat (نعمة) diucapkan di Yaman dengan menggunakan Nun Tanwin, adapun di Arab selatan (Hamiriyyah) diucapkan dengan menambah Mim (نعمتم).
- Perbedaan Lughawiyyah : Seperti mengucapkan Alif (افعل ) diucapkan di Arab selatan (hamiriyyah) dengan mengganti huruf Alif dengan Ha’ (هفعل). Sedangkan di Yaman masih tetap terucap dengan menggunakan Alif.
Cairo, 20 Juli 2006
Baca Selanjutnya Bro..

Sunday, July 16, 2006

Wanita......!!!

wanita.......!!!
Berapa kali aku harus menyakinkanmu
Sekali itu engkau tidak mempercayaiku
Engkau telah menyakiti hatiku
Walau aku tahu....!!!
Hukum agama melarangku
Walau aku harus menerjang tembok besi aturan-Nya
Walau aku tahu aku telah mendustai guruku
Kamu tahu untuk apa semua itu?
Kamu harus tahu!!!
Dosa kita sudah begitu banyak
Kesalaham kita sudah melampaui batas
Tapi,......
Engkau masih bisa tersenyum
Engkau tidak faham dengan ajakan baikku
Engkau malah mencibir diriku
Wanita....!!!
Engkau anggap diriku sampah belaka
Engkau anggap ucapanku hanya angin
Engkau tidak menyukai karena-Nya
Wanita....!!!
Seandainya engkau memahamiku
Insyaallah hidup akan lebih indah
Tapi,.....
Kenyataannya engkau hanya sebuah api saja
Telah membakar semua isi dunia
Menghalalkan semua cara
Bahkan agama tak lagi engkau jamah
Cairo, 15 Juli 2006
Baca Selanjutnya Bro..

Monday, July 03, 2006

Jalan-jalan ke Syubra El Kheima

Selama hampir satu bulan aku digodog dengan ujian yang menjemuhkan, saat-saat yang kutunggu-tunggu telah datang, sebuah liburan panjang yang mengasyikkan. Liburan panas selama kurang lebih tiga bulan lamanya akan aku isi dengan tour atau kegiatan-kegiatan yang lainnya, saat ini aku sedang sibuk menyelesaikan semua tulisanku yang sudah lama terbengkalai oleh waktu belajar, baru kali ini aku merasakan diriku flay terbebas dari segalanya, saat ini aku baru menyelesaikan seratus halaman, kira-kira perlu seratus halaman lagi untuk menyelesaikan semua tulisanku itu. Saat ini aku masih mencari tema dan ide, memang jemuh kalau kita hanya bisa diam di rumah sambil menatap komputer yang tak bergerak itu, kita perlu sedikit jalan-jalan untuk mendapatkan ide yang lebih baik. Dua minggu yang lalu aku pergi ke Syubra El Kheima untuk mengantarkan temanku beli kristal di Asfour sebuah salah satu toko plus pabrik kristal terbesar kedua di dunia yang berada di Syubra setelah pabrik kristal di Italy. Ketika aku bersama teman-teman di sana, aku ingat salah satu novelnya Mas Habiburrahman "Ayat-Ayat Cinta", setting yang digarap di novel itu berada di Syubra juga, memang sih hampir sama dengan yang digambarkan di novel itu. Keadaan penduduk dan tentang Al Qur'annya yang bisa dibilang nomor satu di Mesir, kita akan bisa mendengarkan di masjid-masjid bacaan Qira;ah Sab'ah di sana, tidak di tempat lain seperi di kota Cairo atau lainnya yang hanya menggunakan satu bacaan saja. Seperti yang kurasakan seperti kemarin itu, aku shalat jama'ah Maghrib di sebuah masjid dekat dengan Asfour dan mendengarkan lantunan bacaan Al Qur'an dalam bentuk delapan madzab, keren sekali, aku coba tanya juga tentang sekolah Al Qur'an di sana, katanya sih sekarang harus membayar untuk sekolah di pondok Al qur'annya. Tapi banyak juga anak Indonesia saat ini yang lagi ngafalkan Al Qur'an di Syubara, mungkin karena dapat sugesti dari ayat-ayat cinta kali.
Ngomong-ngomong tentang hafalan Al-Qur'an aku jadi ingat salah satu syaikhku yang termasuk guru Syubra juga, aku ingat beberapa bulan lalu aku tidak ikut ujian hafalan Al Qur'an terakhir, sekarang sudah mulai menghafalkan Al Qur'an kembali setelah sekitar sebulan setengah diberhentikan karena ujian, aku malu pada beliau, belum tahu nanti kalau aku ketemu sama beliau, pasti aku kena marah dech!!!. Diantara para muridnya itu akulah yang paling bandel, sudah hafalanya paling dikit, juga ngak kuat lagi. Tapi ada manfaatnya juga lho...aku jadi disayang ama beliau he...he...he... Kalau hafalan Al Qur'an ama beliau aku selalu di suruh mengulang dua kali, kenapa? karena banyak yang salah.....hingga aku pernah didekapnya sampai aku tidak bisa bernafas, kenapa? karena lagi-lagi aku tak mampu mengingat hafalanku. Jadi beliau mencontohkan gaya Malaikat Jibril mendekap Nabi Muhammad, wah....enak juga hafalan ama beliau tuh...akhirnya beliau selalu mengakhirkanku ketika banyak teman yang ngantri hafalan ke beliau.....ya semoga aku bisa jodoh sama beliau ya...dalam artian aku bisa terus menghafalkan Al Qur'an sama beliau, ngafalakan sampai tuntaas...amin.....yarabbal alamin....
Cairo, 3 Juli 2006
Baca Selanjutnya Bro..

Sunday, June 25, 2006

Mendung Pun Bersedih

Mendung Pun Bersedih

Siang itu jalan begitu sepi
Tak kulihat lagi anak bermain, berlari
Bahkan burung pun tak lagi bernyanyi
Ketika keranda nan wangi dijunjung beramai

Ribuan atau bahkan jutaan orang di bumi
Melambaikan tangan sebagai akhir perpisahan kepadamu
Menagis meneteskan air mata untukmu
Tak pelak hati teriris tak terobati

Mendung menatap haru
Meneteskan rintik-rintik berderu
Diantara kenangan manis bersamamu

Gerombolan mendung silih berganti berdatangan
Bah malaikat yang memintakan ampunan
Hati semakin sempit, sakit ketika kumelihatmu
Walaupun engkau masih terlihat tersenyum kepadaku


Kairo, 30 Mei 2006
Baca Selanjutnya Bro..

Ini Ujian Atau Adzab?

Aku coba berjalan tenang setenang air
Aku coba berkata selembut hembusan angin
Tapi tetap saja aku kalah
Tetap saja anganku yang menang
Tentu saja aku tidak puas Tuhan!!!
Dengan kemenangannya...
Aku coba terus menggapai kebahagiaan di depan
Tapi tetap aku terlempar kebelakang
Hari-hariku menyakitkan bersamamu
Malamku tak lagi bisa menyeyakkan
Siangku tak lagi giat, sergap dan rajin
Setiap detik ia menghantuiku
Sekali kumencoba menampar, menerjang, dan menendang
Sekali itu aku terlempar, terjungkan, dan terjatuh kedasar jurang
Dunia tak lagi seindah surga
Bau harum tak lagi kurasakan
Angin yang semilir tak lagi bisa kunikmati
Rumahku surgaku telah menjadi sempit
Sesempit hatiku saat ini
Oh...tuhan!!!
Siapakah kan menolongku?
Siapakah yang mampu mengobati sakitku?
Siapakah yang mamapu mengusir musuhku?
Musuh yang paling kejam
Aku terhinakan olehnya
Aku menjadi sakit karenanya
Semakin lirih teriakanku dibuatnya
Semakin pendek langkahku lari darinya
Ku tak mampu lagi Tuhan!!!
Benarkah ini ujian buatku?
Atau sebuah adzab dari-Mu?
Aku terhimpit saat ini
Tak ada yang mampu lagi
Kecuali engkau Tuhan!!!
Tolonglah hamba-Mu yang hina ini....
Cairo, 25 Juni 2006
Baca Selanjutnya Bro..

Saturday, June 10, 2006

Kami Tak Butuh Engkau Lagi

Jalan......
Jalan masih begitu panjang
Kenapa engkau masih menerjang
Pagar merah mutih yang terpajang

Jalan....
Jalan masih lebar
Kenapa engkau harus melalui belakang
Bukannya depan masih ada?

Manusia......
Kenapa hidupmu penuh nista
Kenapa di dalam dirimu harus ada duri
Antara sesama teman di muka bumi

Bukan manusia selalu meludah
Bukan Manusia kalau anda tertawa
Saat orang-orang memerah derita
Saat bangsa penuh siksa

Engkau bukan manusia merah putih itu
Yang selalu berkibar dalam hati
Jika dalam hatimu masih ada dusta
Jika dalam hatimu masih ada benci sesama
Jika dalam hatimu ada keegoisan
jika dalam hatimu masih ada kursi

Engkau tetap bukan merah putih itu
Saat ini dan nanti
Selama engkau selalu menebar kesakitan, kemaksiatan, kedengkian dan dendam

Tak akan pernah
Dan tak akan pernah

Pergi...!!!!
Dari negeriku merah putih
Kami tak perlu para pembangkang
Kami tak perlu orang rakus
Kami tak butuh caci makimu

Kami butuh orang yang mau merajut Indonesia baru
indonesia yang makmur
indonesia yang rukun
Indonesia yang tentram sesamanya
Yang selalu sayang kepada yang lainnya

Pergi!!!!
Pergi kau dari dunia ini!!!
Dari negeri ini!!!!

By
Elfenan Baca Selanjutnya Bro..

Friday, June 09, 2006

Cinta, binatang Apaan tuh?

Cinta, binatang apa tuh?, yang jelas ia bukan tipe binatang mempunyai kaki, dua, tiga, atau empat sekalian. Ia tak bersayap seperti burung-burung pada umumnya, ia bukan binatang atau apa. Ia suatu makhluk yang diciptakan untuk mewujudkan kedamaian di dalam hati siapa saja, ia bisa terbang tanpa sayap, ia bisa menyelam ke dasar lautan, bahkan ia mampu menyelam ke dalam hati seseorang dan menularkan semacam virus kasih sayang, musuhnya adalah benci dan dendam. Setiap manusia pasti mempunyai rasa cinta, entah cintanya kepada orang tuanya, atau kepada makhluk yang lainnya, yang pasti setiap insan telah mempunyainya. Manusia dengan rasa cinta yang sedikit sangat berbahaya, apalagi rasa cinta kepada makhluk sekitarnya, ia akan menghancurkan dan meluluh-lantakan pondasi-pondasi sekitarnya yang telah lama dibangunnya. Cinta sebagai wujud kasih sayang Tuhan kepada mkhluknya, orang kalau sudah terkena cinta apapun akan ia lakukan, bahkan ia disuruh minum racun pun akan terasa madu, kematian dan hidup yang berharga tidak berarti apa-apa. Itulah cinta, begitu dahsyat pengarunya bagi manusia, kadang-kadang seorang yang lemah mampu menjadi pahlawan yang kuat dan bengis karena cinta, aku bilang cinta bisa membuat orang mendapatkan madu dari yang pencipta, bisa juga akan mendapatkan racun dar-Nya. Tinggal cara yang dilakukan oleh manusia untuk mewujudkan rasa cinta itu, sekarang ada sebuah pertanyaan apakah sama antara rasa cinta dua insan dengan cinta seorang anak kepada kedua orang tuanya, tentu tidak. Kenapa karena cinta kepada orang tua muncul dan ada sejak anak itu berada di kandung ibunya, ia mencintai dan menyayanginya dengan sepenuh hatinya. Cinta itupun datang karena rasa hormat kepada orang tuanya, coba lihat seorang anak yang sudah tudak menghormati kedua orang tuanya, ia akan mampu berbuat apapun kepada keduanya, karena di dalam dirinya tidak ada rasa cinta kepada keduanya.
Cinta dua insan adalah sebagian dari fitrah manusia, karena pada dasarnya manusia diciptakan selalu berpasang-pasangan, Nabi Adam muncul cinta kepada yang Namanya Hawa, padahal ia belum pernah tahu dan bertemu, Adam sangat menharapkan kehadiran Hawa, ia selalu duduk termenung berharap mempunyai teman sejati yang di cintai dan di sayanginya. Rasa ini ada sejak dini juga, akan tetapi beda dengan cinta kepada kedua orang tua kita, cinta ini muncul karena tahjub, keinginan untuk selalu bersama, dan mempunyai teman hidup. Cinta kepada lain jenis adalah cinta secara biologis, dalam artian secara naluri manusia ia hadir begitu saja, tanpa dipikirkan dan direnungi. Cinta ini muncul juga karena kita merasakan ada yang kurang didalam diri kita, untuk melengkapi itu kita memerlukan jenis yang lain yang bernama perempuan. Jadi kita bisa membedakan jenis cinta antara cinta kepada Tuha, kedua orang tua, sesama manusia, lain jenis dan makhluk yang lainnya. cinta itu muncul dari aspek yang berbeda-beda dan yang paling antik adalah cinta seorang laki-laki kepada perempuan, karena cinta inilah yang paling dalam. Para penyair mengatakan "Manusia tanpa cinta laksana malam tak berbintang, cinta tanpa ikatan (pernikahan) laksana kopi tak bergula". iya gak sih? yang jelas memang yang digambarkannya sangat gelobal sekali, kita mesti banyak menafsirinya, kadang-kadang kalau kita mau menengok kesekitar kita, ada yang sangat enjoy dengan permainan cintanya, tapi keduanya tidak menikah-menikah, wah...itu dah diluar jalur dari syair di atas donk. Cinta yang seperti inilah yang sekarang banyak terjadi di zaman kita, cinta yang hanya mengedepankan hawa nafsu saja, bukan karena cinta secara tulus, jika memang cinta itu tulus dan murn, sudah barang tentu akan menggiring sang pecinta untuk selalu berada di jalan-Nya. Ok! aku tahu apa yang ada di benak kalian, mungkin di dalam hati kalian menggerutu, memaki dan memarahi. Tapi yang jelas aku hanya ingin tahu sedalam apa rasa cinta kalian sesama manusia.
Baca Selanjutnya Bro..

Tuesday, June 06, 2006

Maunya Apa Sih Kamu

Hari ini ada godaan baru buatku, setelah blog-blog-an yang membuatku tergoda, kali ini ada situs hosting gratis yang membuatku tergiur, rumah baruku ini semakin luas dan enak, walaupun sampai sekarang aku belum mampu meg-edite-nya, paling tidak itu sebagai langkah sedikit maju buatku. Disela-sela belajar dan ujian, aku masih sering menengok semua karyaku, aku ngak tahu akan jadi apa duniaku nanti. Ngomong-ngomong mengenai rumah baruku ini lumayan asyik juga, karena pengunjung bisa mendownload lagu yang kusajikan, sampai saat ini aku baru berhasil meng-upload lagu-lagu arab dan Ungu, di sana aku bisa mengakses blogspotku, aku bisa memasukkannya ke dalam rumah baruku itu, indah bukan. Mungkin menurut kalian aku orang yang gila, karena dalam keadaan genting ditengah-tengah ujian seperti ini aku masih suka jahil, he..he... dalam artian masih berani ke warnet untuk mengedit blogku. Kata teman-teman yang tidak sefaham denganku, "kamu bakal menangis Nga!!!", aku hanya bisa bilang kenapa harus menagis sesuatu yang sudah kita ketahui positif dan negatifnya, setiap orang mempunyai pandangan dan tujuan masing-masing, begitu juga diriku, ada tujuan di balik itu semuanya, yang tentunya hanya aku dan penciptaku yang tahu. Aku hanya berharap semua tujuanku itu dikabulkan-Nya dan baik untukku dan untuk semua orang. Ada kalanya kita sudah tahu medan yang akan kita tempuh, untuk ini kita harus siap mendapat positif dan negatifnya, dan ada yang tidak pernah kita ketahui tujuan kita, yang ini baru orang goblog, karena ia berbuat tapi tidak tahu apa yang akan ia dapat, mungkin bagi orang yang seperti ini akan sangat menyesal ketika ia mendapatkan sesuatu yang ngak enak. Di dunia ini juga ada lho..orang yang hanya memikirkan dan membayangkan keenaan aja, ia tidak pernah berfikir bahwa di dunia itu selalu diciptakan berpasang-pasangan, ada perempuan dan laki-laki, ada bulan dan matahari, ada bumi dan langit, ada terik dan hujan, begitu juga ada susah dan derita, ada sengsar dan kebahgiaan, itu wajar, kalau kita tidak mendapatkan kebaikan, pasti mendapatkan ekjelekan, terus mau apa lagi, mau nangis...atau mau nyesal, itu terserah pribadi masing-masing. Kalau aku akan coba berfikir yang ngak enak dulu, dari yang paling pahit dulu, ketika kita sedang berbuat, dengan begitu kita tahu apa yang kita lakukan. Wah...ceramahnya jadi panjang deh, lagian kenapa sih orang harus protes melulu, aku sangat tahu kalau teman-teman ingin mengingatkanku, tapi aku orangnya lebih suka mencari peringatan sendiri, bukan dikasih peringatan, memang aku orangnya keras kepala, ngak sembarang orang bisa menasehatiku, bahkan pak Presiden pun ngak akan bisa menasehatiku, hanya orang-orang tertentu yang dapat menasehati dan membuatku berubah atau menurut, so...jangan sok menasehatiku dech...!!!. Aku ngak bakalan mau nerima begitu saja, aku sekarang bikan pribadi yang dulu, yang dianggap polos dan cupu bagi teman-teman atau orang-orang sekampung, aku yang sekarang lebih agresif dan kemauannya banyak, tidak seperti dulu yang hanya nerima saja, walaupun aku dipukulin sampek babak belur. Sekarang jangan macam-macam denganku yang sekarang....ngak tahu tuch entar jadi apa diriku ini, apa dari dadar goreng atau rebus kali...udach ya..!!! sampe di sini aja, entar kalau mau ngebuka rumah baruku bisa nge-Klik di sini
Baca Selanjutnya Bro..

Sunday, May 28, 2006

Tangisan Warga Yogyakarta







Pada tanggal 27 Mei 2006 kemarin Indonesia mendapatkan musibah lagi, dari musibah yang satu kemusibah yang lainnya, hampir tak pernah berhenti. Dari bom-bom beberapa tahun silam, banjir, mata uang melorot, stunami sampai saat ini gempa yang menewaskan 1000 jiwa lebih. Gempa yang memorak-morandakan sebagian kota Yogyakarta itu telah menewaskan ribuan penduduk dan menghancurkan rumah-rumah, bahkan candi Prambanan yang unik dan paling di sukai turis-turis manca-negara harus mengalami kerusakan. Para penduduk yang berhasil selamat sekarang sedang beristirahat di alun-alun kota selatan dan utara Yogyakarta, mereka terpaksa harus tidur dan istirahat di alun-alun karena masih trauma dengan gempa kemarin sekitar jam 10 siang itu. Mereka merasa lebih tentra berada dekat Keraton Kesultanan Yogyakarta, ada yang mengatakan juga bahwa gempa ini adalah hasil pengalihan kekuatan letusan gunung berapi yang sampai saat ini belum meletus juga. Mereka sangat percaya bahwa pengalihan ini dilakukan oleh Kesultanan Yogyakarta, kemarin juga Presiden SBY langsung menuju lokasi untuk meninjau para korban, Presiden akan bertempat tinggal sementara di Yogyakarta untuk melihat perkembangan gempa selanjutnya, ia juga tidak mau dikawal oleh pengawal lokal. Memang seharusnya menjadi Presiden adalah saling merasakan penderitaan rakyatnya, apa yang dilakukan oleh Presiden SBY saat ini memang luar biasa, ia berani menanggung segal resiko demi rakyatnya, seperti halnya kemarin ketika terjadi persengketaan antara Indonesia dan Malaysia dalam kasus Ambalat, Presiden sendiri yang turun tangn ke tempat kejadian, padahal kalau dipikir-pikir kondisi yang saat itu memanas sangat membahayakan dirinya. Semoga orang-0rang Indonesia semuanya diberi kesadaran untuk mendukung dan bersatu membantu pekerjaan berat beliau. Karena urusan di dunia ini tidak akan pernah selesai tanpa persatuan dan dukungan dari lainnya, apalagi menyangkut urusan negara. Negara tidak akan pernah maju jika warganya masih ngeyel dan tidak mau mendukung kepala negaranya. Kebijakan apapun asalkan baik dan diterima oleh agama, sudah barang tentu harus di ikuti. Sikap yang diperlihatkan oleh Presiden SBY saat ini sudah begitu bagus, ini yang harus diketahui oleh warga Indonesia, Indonesia masih membutuhkan 1000 SBY lagi untuk kemakmurannya.......
Baca Selanjutnya Bro..

Saturday, May 27, 2006

Seberkas Memori Di Musim Dingin


Aku diam membeku diantara orang-orang yang tak pernak aku kenal, dinginnya pagi ini membuatku lebih enak diam sambil menerawang jauh ke Indonesia. Begitupun temanku Hamdi lebih memilih diam tak bergerak sambil memasukkan tangannya ke dalam saku, ia tampak menggigil kedinginan, angin saat ini mengalir bagaikan aliran air di benua artik, dingin dan membekukan apapun. Tapi aku coba melihat orang-orang disekitarku masih memilih mengenakan pakaian yang tipis, tidak diriku yang saat ini mengenakan tiga lapis baju dan dua lapis jelana. Orang-orang Mesir di sekitarku masih belum merasakan yang namanya dingin, walaupun orang-orang asing sepertiku sudah kalang kabut merasakan dinginnya musim dingin saat ini, dinginnya bagaikan di puncak gunung Semeru, tapi masih lebih parah di sini, karena dingin di sini bisa membuat orang lumpu total, tulang akan menjadi keropos. setelah itu kita tidak akan pernah bisa bergerak lagi, makanya aku sering melihat orang tua di Mesir ini kebanyakan jika berjalan agak kesulitan, karena tulang mereka sudah begitu lema. Persendian seakan-akan terasa sakit. Aku dan Hamdi masih berdiri di samping halte di daerah Gami' distric, kuarahkan sekali lagi wajahku ke arah timur, kuberharap bis yang kutunggu-tunggu selama kurang lebih setengah jam segera datang, ternyata benar bis 80 coret atau kalau orang Malaysia menamainya 80 palang sedang mendekat. Tak seperti biasanya para penumpang berebut menaikinya, hari ini cukup longgar, biasanya bis ini cukup sesak. Aku seperti biasanya lebih memilih berdiri di bagian belakang, aku tak ingin berdesak-desakan dengan orang-orang besar itu. Semua kursi sudah penuh, aku dan Hamdi berdiri bersama, sambil menunggu bis berhenti di tujuan kami, yaitu di Al Azhar University, aku lebih suka menikmati pemandangan jalan dan perumahan di sepanjang jalan. Sedangkan Hamdi memilih membaca Al Qur'annya, memang yang paling aku sukai hidup di Mesir adalah kondisi membaca kitab suci Al Qura'an di tempat manapun, di dalam bis, taksi, angkutan pedesaan, atau sambil jalan-jalan. Di setiap sudut daerah ini kita bisa mendengar orang membaca Al Qur'an, mungkin sebab inilah negara Mesir menjadi salah satu negara yang cukup tentram, di dalam hati setiap penduduknya terdapat Al Qur'an. Bahkan orang yang berjualan pun kalau sedang tidak ada pembeli mereka gunakan waktu itu untuk membaca Al Qur'an, para supir angkutan umum pun membaca Al Qur'an. Indah memang hidup di Mesir.
Setelah bis yang aku tumpangi berhenti di halte Hayyul Stamin (Kampung ke-9), ada empat gadis Mesir yang masih memakai seragam Stanawi naik ke bis ini, aku diam terpaku melihat mereka berempat, empat gadis Mesir itu tampak gaul tidak seperti gadis-gadis Mesir yang lain, pakaiannya lebih banyak mengundang mata lelaki untuk melihat, aku hanya biosa berguming melihat kelakuan mereka, setelah mereka membayar karcis ke Kondiktur, mereka berdiri pas di sandingku, wah......bisa dirasakan gerogi sekali.
Tiba-tiba mereka menyentuh dan mengelus-elus rambutku yang panjang sebahu. Kata mereka rambutku indah dan bagus, aku hanya bisa tersenyum mendengar pujian mereka, mereka tetap ngak mau berhenti mengelus-ngelus rambutku, malahan semuanya mencoba menyentuh rambutku. Semua orang-orang melihatku dengan tatapan sinis dan iri, Hamdi yang sejak tadi melihatku tertawa cengar-cengir.
Memang orang Mesir paling suka dengan rambut anak-anak asia, mungkin karena kebanyakan rambut mereka kriting kali, jadi mereka ngefan rambut anak-nak Asia. Begitu malu diriku dilihat orang-orang sekelilingku, aku menyuruh untuk melepaskan tangan mereka dari kepalaku.
"Khalas ya Anisaah!!!"*
"Sya'ruka gamil awy"**
"Aiwah, Khalas ba ah!!!"***
Setelah agak kutinggikan suaraku mereka baru melepaskan kepalaku, mereka menjauhiku satu persatu, hingga tinggal satu orang yang berada dipinggirku, ia menoleh kearahku sambil mengerdipkan matanya. Tersentak aku dibuatnya, sekejap orang-orang melihatku lagi, mereka tampak tambah melotot, tiga gadis lainnya tertawa terbahak-bahak melihat aksi teman satunya itu, aku langsung menundukkan kepala, malu sekali aku dibuatnya.
"Sial gadis-gadis itu"
kataku di dalam hati, setelah beberpa menit kemudian mereka turun dari bis, dalam setengah perjalanan itu aku memilih menundukkan kepalaku, begitu malu. Stelah bis berhenti di halte samping Universitas, semua penumpang turun, di dalam perjalanan menuju kampus aku digoda habis-habisan oleh Hamdi, katanya seandainya itu dirinya yang di sentuh rambutnya, ia akan menyentak gadis-gadis itu, tapi itu tidak aku lakukan, karena aku paling takut dengan gadis Mesir, aku ngak mau mempunyai urusan dengan gadis Mesir, urusan ruwet dan berbahaya. Jangan macem-macem dengan wanita apalgi gadis Mesirnya. Mereka paling di lindungi di Negeri ini, berurusan dengan mereka sama halnya berurusan dengan tirai besi.
Cairo, 23 Mei 2006
)-:: Seberkas memori di musim dingin setahun yang lalu.
* Sudah wahai Nona
** Rambutmu indah sekali
*** Ya....sudah ah!!
Baca Selanjutnya Bro..

Friday, May 26, 2006

Bingkisan Do'a

Ya Allah.... Seandainya telah engkau catatkan... Dia milikku tercipta buatku... Satukanlah hatinya dengan hatiku... Titipkanlah kebahagian antara kami.... agar kemesraan itu abadi... Dan ya Allah... ya tuhanku yang maha mengasihi... Seiringkanlah kami melayari hidup ini... Ketepian yang sejahtera dan abadi...
Tetapi ya Allah... Seandainya telah engkau takdirkan.... dia bukan miliku... Bawalah ia jauh dari pandanganku.... Luputkanlah ia dari ingatanku... Dan peliharalah aku dari kekecewaan....
Serta ya Allah ya tuhanku yang maha mengerti.... Berikanlah aku kekuatan... Melontar bayangannya jauh ke dada langit... Hilang bersama senja nan merah.. agarku bisa bahagia... Walaupun tanpa bersama dengannya...
Dan ya Allah yang tercinta... Gantillah yang telah hilang.... Tumbuhkanlah kembali yang telah patah... Walaupun tidak sama dengan dirinya...
Ya Allah ya tuhanku... Pasrahkanlah aku dengan takdirmu... Sesungguhnya apa yang telah engkau takdirkan... Adalah yang terbaik buat ku.... kerana engkau maha mengetahui... Segala yang terbaik buat hamba Mu ini...
Ya Allah... Cukuplah engkau sahaja yang menjadi pemeliharaku... Di dunia dan di akhirat... Dengarlah rintihan dari hamba-Mu yang daif ini... Jangan engkau biarkan aku sendirian... Di dunia ini mahupun di akhirat... Menjuruskan aku kearah kemaksiatan dan kemungkaran... Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman... Supaya aku dan dia sama2 dapat membina Kesejahteraan hidup... Ke jalan yang Engkau redhai... dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh....
Amin.. Ya Rabbal A'lamin. .
Cairo, 26 Mey 2006
Baca Selanjutnya Bro..

Sunday, May 21, 2006

Malaikat Dan jeritan Anak Kecil Di Kolom Jembatan

Dalam kebisuan kadangkala aku harus menjerit dan berteriak-teriak dalam hati, aku melihat banyak sekali wajah-wajah yang perlu dikasihani, mereka....ya...wajah mereka begitu menyiksa hatiku. Kadang aku ingin sekali menolongnya, tapi aku tak mampu lagi mengulurkan tanganku walaupun cuma sehasta. Aku sendiri pada dasarnya pun perlu dikasihani. Kenapa mereka harus berlari berlomba bersama waktu di jalan-jalan, di rumah-rumah kumuh, dan dibawah jembatan. Kenapa tidak ada satu orang pun yang mampu menjamah menolongnya, walaupun hanya memberikan sebuah senyuman manis bagi mereka. Kenapa orang -0rang dizaman ini begitu ego dengan orang lain, bahkan egois pada dirinya sendiri, bukankah menolong orang lain juga menolong diri kita sendiri, tapi entah aku tidak tahu apa dalil mereka untuk tidak mau menjamah anak-anak kecil dan orang tua yang perlu dikasihani seperti itu.
Sampai saat ini aku hanya bisa membisu dan membisu, aku tidak berani berteriak dengan lantang membela hak-hak mereka, hanya tulisan kecil dan lemah ini yang mampu aku lakukan untuk meneriaki jiwa-jiwa egois. Kadang aku iri pada orang yang mau melangkah jauh ke dasar lautan, atau terbang jauh ke awan, hanya karena ingin sekali ia menolong orang lain, aku ibah sekali dengan malaikat-malaikat penebar rahmat itu. Tapi tetap saja mereka harus melalui orang-orang yang egois, orang-orang tak tahu diri itu mencoba merampas senyuman yang diberikan sang malaikat. Aku tetap tidak bisa apa-apa.....dunia begitu luas, tapi tangan manusia begitu pendek, kemauan manusia begidu banyak, tapi kemauan untuk membantu saudaranya begitu sedikit. Hatiku tetap pilu melihat duniaku yang sudah hampir mendekati waktu tuanya, tapi manusia tetap tidak mau tahu dengan dunia yang tua dan beruban. Aku ingin menangis, tapi apa manfaatnya tangisanku, walaupun aku menangis keluar air mata darah pun tidak akan pernah dunia ini berubah. Manusia yang dimasuki sifat rakus akan sulit sekali menghilang dalam dirinya. Dan akhirnya aku tetap membisu bersamaan dengan teriakan-teriakn anak-anak kecil dan orang tua di kolom jembatan........
Cairo, 21 Mei 2006
*Aku coba mengingat sayap-sayap malaikat yang patah terjerembab ke tanah basah penuh dengan lumpur hitam kehidupan
Baca Selanjutnya Bro..

Wednesday, May 17, 2006

Surat Untuk Kekasihku


Sudah lama blog-ku ini aku biarkan kosong, selama ini aku hanya belajar html secara mati-matian. Untung ada teman-teman yang mau bantu aku belajar mengubah template dll. Thanks banget buat teman-teman yang sudi meluangkan waktunya untuk mengajarkan ilmunya kepada orang bodoh ini. Mungkin karena ujian dan konsentrasiku belajar html yang membuat tulisanku menjadi ngadat. Tapi lihat aja nanti satu bulan lagi...aku akan nulis setiap hari, nulis apapun yang bisa aku tulis, entah tentang kebobrokan saat ini, atau hanya gurasan hatiku yang tersayat-sayat. Hari ini aku bahagia sekali, karena ada satu orang yang telah menjamah blog-ku, orang itu adalah orang yang paling aku sayangi, sudah lama aku tidak melihatnya, aku sangat berharap sekali dapat melihatnya kembali setelah kuberhasil nanti. Aku akan tunjukan kepadanya, bahwa aku bisa belajar segala-galanya dan akan siap menjadi apapun dirumah nanti. Aku berharap ia mau bersabar dan tetap mempercayaiku, bersabar karena kita berjahuan, dan meyakiniku, bahwa aku akan kembali kepadanya lagi. Aku juga berharap sekali ia bisa mengerti tentang diriku di sini, tantang kehidupanku dan tentang pengembaraanku. Mungkin yang perlu dibutuhkan oleh dua insan yang sedang berkasih sayang adalah saling mengerti, sabar, tanggung jawab dan kepercayaan antara keduanya. Semuanya berkesinambungan antara yang satu dan yang lainnya, tidak bisa dipisahkan, karena kesemuanya bagaikan satu jasad.
Tapi, entah jika memang kondisi tidak memungkinkan, mungkin ada sesuatu diluar jangkauan manusia, aku ngak tahu juga, aku berharap ia mau memahami. Mungkin suatu saat ia akan membaca tulisanku ini, selama ini aku jarang berkomunikasih, anggap saja ini sebagai media komunikasi kita berdua. Engkau membaca dan aku akan mendapatkan jawaban atau tanggapanmu tentang yang aku tulis itu. Selama ini aku sangat percaya dan sangat yakin sekali denganmu, hingga akupun tidak pernah untuk mencoba berfikir yang ngak-ngak. Aku akan lihat bagaimana nantinya nasib kita berdua, karena yang membuat nasib manusia adalah Tuhan segala-galanya. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya, apakah kita akan mendapatkan manisnya gula atau pahitnya empedu. Kita hanya bisa berusaha untuk mencoba mendapatkan yang kita inginkan, kita tidak wajib mendapatkan yang kita inginkan, Allah-lah yang wajib menentukan keadaan dan nasib kita.
Aku masih ingat sekali kenangan manis denganmu, kenangan yang tidak mungkin aku lupakan, kenangan kita berjalan berdua, kenangan kita ngobrol bersama teman-teman tercinta, bahkan kenagan waktu kita masih belajar bersama di suatu tempat yang asyik dan penuh berkah. Aku pun ingat ketika engkau tanpa sengaja mau tertabrak olehku, mungkin itu pertama kalinya kita bertemu dan saling mengenal, cuma kenangan manis yang satu ini sudah hampar ditelan waktu. Aku pernah dikasih cerita tentang dua insan yang saling jatuh cinta dan saling berjahuan oleh seorang kawan, ia berkat kondisi seperti ini amatlah jelek, karena bisa saja yang satu atau yang lainnya saling curang, dalam artian mereka beraduh kasih dengan yang lainnya tanpa sepengetahuan sang kekasih. Aku mendengar cerita ini tertawa getir, hampar, aku hany bisa menjawab, munkin keduanya tidak punya keyakinan dan rasa tanggung jawab antara keduanya.
memang aku sangat takut ceritaku akan mengalami masa ending seperti cerita kawanku itu, tapi aku pupuk rasa percaya itu padamu. Aku juga masih ingat ketika engkau mengirim sms yang berbunyi;
Tentang matahari
Aku ngak pernah bertanya kenapa ia terbit dantenggelam
Tapi, aku selalu bertanya-tanya masikah engkau menyayangi dan mencintaiku
Aku hanya bisa menjawab;
Begitupun diriku sayang....!
begitupun tentang bulan
Aku tidak pernah bertanya....
Masikah ia bercahaya terang ?
Atau ia terhalang oleh bintang-bintang
Tapi, aku ingin bertanya pada yang kusayang
Apakah ia masih punya keyakinan dan kesabaran
Mungkin hanya itu yang mau aku tulis, entah engkau akan mengerti atau tidak, yang jelas aku ingin ngomong banyak, jika engkau ingin melihat keadaanku, engkau bisa melihat tulisanku saat ini. Karena tulisanku sangat dekat dengan hatiku dan kondisiku saat menulis itu, aku akan menulis apa yang ada dalam hati dan otakku. Entah sesuatu itu bertentangan dengan orang-orang atau bahka, orang akan bertepuk tangan membaca tulisanku itu. Hanya ini persembahan bagi orang-orang yang kusayang, khususnya kepadamu wahai kekasihku. Slama untuk teman-teman semoga mereka diberi kemudahan dan keberhasilan dunia akhirat dan kelak kita akan dipertemukan kembali di suatu tempat yang penuh dengan kenikmatan. Doakan diriku selalu, semoga juga diberi kemudah dan kebrhasilan. Aku beri sesuatu yang indah dibawah ini:


رب ورقاء هتوف في الضحا *
ذات شجو صدحت في فتن

ذكرت القا ودهرا سالفا *
فبكت حزنا فها جت حزني

فبكائى ربما ارقها *
وبكاها ربما ارقني

ولقد تشكو فما افهمها *
ولقد اشكو فما تفهمني

غير اني بالجوى اعرفها *
وهي "ايضا" بالجوى تعرفني

Sering kali burung-burung berkicau dengan lantang mengungkapkan kesedihannya di waktu dhuha sambil bertengger di atas dahan

Karena ia teringat kekasih di masa lalu, maka ia menangis, hingga kesusahanku bangkit

Sering kali tangisku membuatnya terjaga, dan sering kali tangisnya membuatku terjaga

Sungguh……!!! Kadang-kadang ia mengeluh, namun aku tidak dapat memahami keluhannya, dan kadang-kadang aku mengeluh, namun ia pun tidak dapat memahami keluhanku
Akan tetapi,dalam kerinduan aku mengenalnya dan dalam kerinduan ia juga mengenalku

شهوة الانسان تورثه الذل
نلقيه فى البلاء الطويل

Asmara seseorang itu dapat mengubahkan dia hina dan mendapatkannya kesebuah bencana yang panjang
Wassalamu'alaikum....
Cairo, 18 Mei 2006
Angga Sf
Baca Selanjutnya Bro..

Friday, May 12, 2006

Keluhanku.......

Ujian sudah dekat, tapi selama ini persiapan yang kulakukan belum menjapai 100%. Bahkan bisa dibilang belum siap malahan, selama ini aku belajarnya nyantai-nyantai, itulah kesalahanku. baru bertaubat dibelakang, kalau tahun lalu aku belajar hancur-hancuran dari sampul awal sampai akhir aku hafal, tapi sekarang kayaknya prek....gitu loh. Tapi kayaknya ada sesuatu yang bakalan terjadi senganku, aku ngak tahu apaan itu, jika Allah menghendaki, pasti segalanya bisa terjadi, so.....mungkin saat ini aku masih menunggu peluang itu. Aku yakin dengan uhanku yang Maha Pengasih dan Penyayang itu, ia bakalan membantuku, membantu orang-orang yang sedang ngamba ilmu di tempat mulia ini. Bahkan para malaikat selalu meletakkan sayapnya bagi orang-orang yang sedang menjari ilmu, orang-orang yang niat denga ikhlas adalah orang-orang yang mulia di sisi semua makhluk Allah dan Allah sendiri.
Untuk kelanjutannya..kita lihat masa depanku...ok.
Cairo, 10 Mei 2006
Baca Selanjutnya Bro..

Wednesday, May 10, 2006

Tokmiyyah, Isy dan Full

Ada pepatah mengatakan "Candi Borobudur tidak akan tegap berdiri tanpa makanan", dalam artian semua perkara di dunia ini tidak akan terlaksana jika program pelaksanaannya terhalang oleh rasa lapar dan haus, begitu juga diriku pada setiap malam, apalgi malam-malam musim panas seperti itu, kemarin malam aku merasa haus dan bingung, tapi malam ini aku merasa lapar. Hanya punya satu pilihan di dunia ini kalau perut lagi keroncongan, yaitu makan dan makan. Memang kayaknya makan adalah sesuatu yang remeh temeh, padahal makan adalah salah satu faktor terpenting untuk dapat menggerakkan tubuh kita, otomatis rencana dan rancangan-rancangan kita akan berhasil dan dikatakan terlaksana ketika kita bisa makan enak dan tidur nyenyak. Malam itu aku merasakan perutku sakit sekali, suara alam perut berteriak-teriak kencang, seakan-akan arakan pendemo tahun 1998, ketika para pendemo ingin menurunkan Mbah Harto alias mantan presiden kita Bpk Soeharto, sakitnya luar biasa, layaknya perut ditusuk-tusuk dengan belati. Akupun harus memenuhi kebutuhanku yang satu ini, pertama-tama aku masuk ke dapur, tapi alangkahnya kagetnya diriku, di dapur yang biasanyamenyimpan makanan sudah tidak ada lagi, kosong blong, hanya ada sisa-sisa nasi yang sudah kering. Perutku semakin memberontak aku ngaktahan lagi, aku harus melakukan sesuatu, padahal diktat kuliahku masih harus diselesaikan malam ini, teman-teman yang lainnya juga lagi khusuk melototi diktat masing-masing, aku juga ngak mau nganggu yang lainnya.
Jam 12 Malam diarea Gami' Distrik
Setelah beberapa waktu aku mulai membuka saku celana untuk melihat masih ada sisa uang apa ngak, alangkah bersyukurnya diriku, ternyata masih ada sedikit sisa uang, cukup untuk beli Tokmiyyah, Isy dan Full (Makanan termurah dan terlenzat di jagat Mesir. apalagi dimakan ketika perut lapar dan ketika malam dan pagi hari). Aku turun gunung untuk membeli makanan kesayanganku, tidak menunggu lama lagi, karena tempat jual makanan itu dekat degan apartemenku. Setelah selesai membeli, aku masak Fullnya yang masih mentah, pada dasarnya Full itu sudah matang, akan tetapi aku ingin memasaknya lagi supaya lebih nikmat dan lezat lagi. Lima menit kemudian aku selsai memasaknya, aku siap untuk menyantapnya. Wah...hidangan termurah dan terlezat, waktu aku enak menyantapnya, teman-teman yang lainnya ikut nimbrung, ternyata waktu aku masak bau masakanku tersebar ke penjuru rumah, aroma lezat itu telah menggugah dan mengganggu dayakonsentrasi mereka, tak ubahnya seperti aku ketika lapar. Mereka ikut makan denganku, akhirnya Tokmiyyah, Isy dan Full yang mestinya hanya untuk dimakan satu orang, sekarang dimakan oleh empat orang. Tapi ngak apa-apa, mungkin karena barakah dimakan orang banyak, rasa lapar pun hilang menjadi kenyang, padahal kalau disambung-sambungkan tidak nyambung juga, masak....makanan yang sedikit begitu bisa buat kenyang empat orang. Hingga teradisi makan Tomiyyah, Isy, dan Full menjadi rutinitas semua anggota rumah tangga, rutinitas makan makanan termurah dan terhemat di dunia setiap jam 12 malam. Ternyata enak juga punya rutinitas yang menyenangkan seperti ini.......~~~~@~~~~.

Cairo, 09 Mei 2006


Baca Selanjutnya Bro..

Monday, May 08, 2006

Tiga Gadis Mesir

Malam itu aku berjalan sendiri, tanpa seorang pun yang menemani, hanya rasa malas belajar dan kejenuhan yang menemaniku. sudah tiga hari aku tidak turun gunung. Entah bagaimana kabar dunia di bawah sana. Pasalnya rumahku berada di salah satu apartemen di daerah Gami' H-10 Nasr City, berada di puncak paling atas apartemen, orang Mesir biasanya sering menyebutnya dengan Syutuh atau apartemen yang paling atas sendiri. selam tiga hari itu diriku hanya di temani selimut indah dan empuk, dikta-diktat kuliah yang juga belum habis-habis, juga sebuah komputer yang biasa aku gunaka untuk menghilangkan kejenuhanku. Tapi diriku ngak tahu kenapa kejenuhan itu juga ngak hilang-hilang, walaupun komputer terus bernyanyai dengan indah. Akhirnya aku coba untuk menghilangkannya di luar. aku berjalan di malam hari nan panas di Musim Panas tanpa tujuan yang pasti, baru ditengah perjalanan aku ingat kebiasaan diriku setahun yang lalu, setahun yang lalu di waktu yang sama saat ini aku setiap malam setelah belajar aku turun gunung bersama teman-teman untuk menghilangkan kejenuhan di sebuah kafe di samping Su' Sayyarat (Pasar Mobil). Di sana aku banyak habiskan wktu hanya untuk ngobrol sesuatu tema entah tentang pelajaran atau kabar-kabar hangat tentang Indonesia waktu itu, sambil menyeruput minuman yang bermacam-macam sesuai keinginan, seperti Juz Tebu (Assab), Gazar (wortel), Tamr Hindi (Juz Asam) atau Juz-juz yang lainnya. Sekarang aku akan pergi ke sana, mungkin kejenuhan dan kepala sakitku akan hilang. setelah nyampek di sana kucoba memesan segelas Tamr Hindi kesukaanku. Rasa asam-asam manisnya akan lebih dahsyat ketika diseruput di saat malam hari nan panas. D samping tempat dudukku ada gadis-gadis Mesir yang lagi menikmati indahnya malam di musim panas, mereka ada tiga orang yang sedang bercanda ria bersama-sama. Di samping kananku ada juga satu keluarga dari Afrika, sedangkan sebelah kiri ada dua orang entah Rusia atau Turki yang sedang memadu cinta, yang perempuan menggunakan cadar aku ngak bisa melihat kcantikanya. Wah.....indahnya mala ini sangat terasa, semua orang keluar rumah mencari angin malam yang berhembuas dari pasal mobil sebelah samping kafe. Inilah saat-saat paling indah di Mesir. semuanya tampak indah ketika malam hari, pikiran akan jernih ketika engkau keluar malam hari.
Cairo, 8 Mei 2006
Baca Selanjutnya Bro..