<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199</id><updated>2012-02-16T12:52:40.274+02:00</updated><category term='Artikel'/><category term='The Most Greatest In Egypt'/><category term='Sastra-Puisi'/><category term='Kritik Sastra'/><category term='Resensi'/><category term='Sastra-Cerpen'/><category term='Catatan Kornish Nil'/><title type='text'>Dunia Akan Membisu Jika Kitapun Membisu</title><subtitle type='html'>Bahkan dengan tulisan peradaban bisa diubah!!!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>48</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-5321375894552278596</id><published>2009-06-22T13:07:00.004+03:00</published><updated>2009-06-22T14:53:53.159+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra-Cerpen'/><title type='text'>Masih Ada Hari Esok</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Senja hampir tenggelam, tingginya seukuran tombak dilihat dari jarak pandangku. Cahaya semburat merah itu menjadikan air sungai Nil berkilau-kilau. Indah! Di sampingku, di atas tempat duduk di Kornish Nil, ada yang lebih indah dari sekedar warna emas senja. Lebih cantik dari sekedar kilauan mutiara jamrud. Ia duduk sambil sesekali mengusap air matanya yang terus-menerus keluar. Tak ada suara rintihan yang keluar dari mulutnya yang indah itu, tapi derita itu bisa kurasakan. Derita itu tampak lantaran ada air mata yang keluar terus-menerus dan wajah yang amat sayu itu.  Derita itu mengobrak-abrik dadaku. Hingga membuat langkahku berhenti. Aku kira derita itulah yang merantai kedua kakiku untuk tak jalan lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wajah itu memang menyakitkan hati kalau dilihat oleh mata. Tapi, ada aura hebat di wajah itu. Begitu hebatnya, hingga senja pun akan takut untuk terbit. Aura itu akan terasa lebih cemerlang apabila mendung itu tak membayanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak aku pandangi wajah yang sedang menunduk itu. Hidungnya yang mancung memerah. Bulu mata itu hitam, berdiri melengkung dan tampak halus seperti kapas. Badannya agak bergetar lantaran tangis. Tiba-tiba ada kekuatan yang membuka borgol kakiku, ia berjalan tanpa keinginanku. Beberapa detik kemudian, pantatku sudah duduk bersebelahan dengannya. Duduk bersamanya, seperti duduk di atas balok es. Dingin dan beku. Aku tak tahu harus melakukan apa. Sepertinya, kekuatan yang sekejap hadir itu sirna begitu saja. Sirna ditelan aura penderitaan yang dipancarkan olehnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru kali ini aku dapat merasakan bagaimana gak enaknya menjadi patung hidup. Tubuh ini tak mampu digerakkan oleh kemauan kita sendiri. Aku memang sudah layaknya disebut mayat hidup. Sungguh aneh perasaan seperti ini. Sungguh aneh. Aku hanya bisa melirik ke arahnya, sambil berharap ia bisa menyapaku. Tapi mungkinkah ia akan menyapaku, sednagkan dirinya sednag sibuk oleh dunianya sendiri. Dunia yang gelap dan suram. Mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil bengong tak mampu berbuat apa-apa. Aku berharap ada wahyu datang menghampiri dadaku. Mengisyaratiku sesuatu atau memberi kekuatan untuk beranjak pergi saja. Namun, di menit 15-an, yang sudah kurasakan seperti setengah hari, ada kekuatan aneh merasuki tubuhku. Kali ini, kekuatan itu dapat kurasakan sangat dahsyat, aku dapat membaca dengan jelas perintah gilanya. Ini benar-benar gila. Kekuatan Jin Ifrit penunggu Sungai Nil, mungkin, yang sedang merasukiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanganku tiba-tiba saja bergerak lincah mengambil notebook berwarna kuning kecil di sakuku. Notebook yang tak pernah tertinggal jika aku berpergian ke mana saja. Notebook kuyakini sebagai pengganti estasi, aku bisa gila tanpanya. Kali ini, jariku memainkan peran sangat hebat. Tulisanku sungguh aneh kurasakan. Ini ide tergila yang pernah kulakukan. Apakah kali ini Jin Ifrit benar-benar telah menguasai diriku, ataukah ruh Kahlil Gibran yang sedang mengeksekusiku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu aku ingin menyendiri. Aku ingin menyejukkan hatiku. Mungkin, bersama Nil aku bisa terbang ke Bneua Antartika sambil menyelam di air esnya. Aku ingin membekukan hatiku yang sedang terbakar ini. Tak ada tempat untuk melarikan diri, kecuali Kornish Nil. Ketika kumenyendiri, bukan obat yang kudapat, malah racun yang semakin hebat yang kuteguk. Aku tak bisa menahan luapan tangisku. Aku hanay mampu menyegah supaya tangisku tak memecah menjadi jeritan pilu. Biarkan air mata ini meleleh, dengan ini aku berharap hati ini ikut meleleh. Setengah jam, satu jam, dua jam, hingga tiga jam aku duduk sendirian sambil menatap matahari yang mulai turun. Aku memang tak mau tahu dengan lainnya. Biarkan ornag lai melihatku, aku tak mau tahu apa kata ornag. Aku ingin sendiri. Hingga datanglah seseorang, seseorang yang dengan lancang terus menerus melihat ke arahku. Hingga dia berhenti dan duduk di sampingku. Ia diam membisu. Aku pun tak mengganggunya, selagi ia tak menggangguku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sempat melirik dan melihat dengan jelas ke arahnya. Orang Indonesia dnegan badan okey. Wajah tampan, kulit putih, tinggi dan berbadan kekar. Pokoknya tipe cowok maco ala diriku. Jarang-jaranga da ornag Indonesia punya badan segede itu. Setampan itu. Setinggi itu. Lengkap sebenarnya, sayang hatiku sedang kacau. Aku yakin ia sedang memperhatikanku, ingin berkenalan denganku. Aku sangat tahu tipe-tipe laki-laki seperti itu. Semua laki-laki memang buaya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja, ia menyeodorkan sesuatu kepadaku. Sambil menatapku dengan pasti ia ingin memberi sesuatu. Ia ingin aku mengambilnya. Pertama, aku kira yang diberikan adalah tisu, sebab aku sedang menangis, tapi dugaanku salah. Ternyata kertas berwarna kuning. AKu buka lipatan segi tiga itu. Kubaca sebentar. Tak kusangka. Begitu hebat tulisan itu. Benar-benar sinting. Baru kali ini aku menemukan orang paling gila. Bukan. Seniman gila maksudku. Atau??? Mungkinkah dia bisu, sehingga membutuhkan kertas untuk berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertatapan sebentar dengannya dan senyumn itulah yang membuatku melayang. Benar-benar senyum pamungkas yang pernah kuterima. Untuk sesaat aku bisa lupa akan derita yang sedang kutanggung lantaran senyum itu. Dan sesaat kemudian senyum itu hilang. Hilang bersama dengan tubuh yang gagah itu. Aku tertegun melihat cowok itu pergi meninggalkanku sendirian. Aku ingin mengejarnya, tapi kakiku tak mampu kuangkat. Aku tak punya tenaga untuk berjalan. Tulisan yang dikerjakannya sungguh berat. Sungguh berat untuk diterima. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kau teteskan air mata di sini&lt;br /&gt;Sebab, air nil akan terasa asin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan risaukan yang kemarin,&lt;br /&gt;Karena, masih ada esok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak akan engkau dapatkan obat di sini&lt;br /&gt;Sebab obat itu ada di hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segelap-gelapnya wajahmu&lt;br /&gt;Tetap secerah mentari pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luapakan derita&lt;br /&gt;Sirnakan semua yang ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja Nil&lt;br /&gt;Seindah harimu besok&lt;br /&gt;Seindah senyummu esok&lt;br /&gt;Ketika beban itu kaubasuh dengan Nil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupakan segalanya...&lt;br /&gt;Engkau akan lebih cerah dari yang tercerah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 Juni 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-5321375894552278596?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/5321375894552278596/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=5321375894552278596&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/5321375894552278596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/5321375894552278596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2009/06/masih-ada-hari-esok.html' title='Masih Ada Hari Esok'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-8048148852766007801</id><published>2009-04-23T07:33:00.002+02:00</published><updated>2009-04-23T07:39:14.065+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Most Greatest In Egypt'/><title type='text'>Prolog To Most Greatest In Egypt</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama aku ingin mencoba menulis tentang hal-hal yang agung di Mesir, namun tak pernah terelesiasikan. Aku terlalu malas. Hari ini aku benar-benar ingin menulis, sebagai langkah awal, aku telah menulis prolognya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-8048148852766007801?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/8048148852766007801/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=8048148852766007801&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/8048148852766007801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/8048148852766007801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2009/04/prolog-to-most-greatest-in-egypt.html' title='Prolog To Most Greatest In Egypt'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-7369266911561737983</id><published>2009-02-27T16:57:00.004+02:00</published><updated>2009-04-21T00:26:33.425+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kornish Nil'/><title type='text'>Hatshepsut; Perempuan Fir'aun Terhebat Sepanjang Zaman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vNsj-4w9yr8/SagAE2j1I_I/AAAAAAAAAEE/rK9KCaxifvI/s1600-h/Hatshepsut_at_Deir_el-Bahri.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 206px; height: 309px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vNsj-4w9yr8/SagAE2j1I_I/AAAAAAAAAEE/rK9KCaxifvI/s320/Hatshepsut_at_Deir_el-Bahri.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307492244221404146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatshepsut (kadang-kadang dieja Hatchepsut yang berarti Perempuan Bangsawan Paling Terkemuka)[3] adalah firaun kelima dari Dinasti ke-18 di Mesir kuno. Para Egiptologiwan umumnya menganggapnya sebagai salah seorang firaun perempuan yang paling berhasil di Mesir, yang memerintah lebih lama daripada perempuan penguasa manapun dalam sebuah dinasti bumiputra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatshepsut dipercayai pernah memerintah sebagai salah seorang penguasa dari sekitar 1479 hingga 1458 SM (Tahun 7 hingga 21 dari Thutmose III).[4] Ia dianggap sebagai ratu penguasa yang paling awal dikenal dalam sejarah dan perempuan kedua yang diketahui naik takhta sebagai "Raja Mesir Hulu dan Hilir" setelah Ratu Sobekneferu dari Dinasti ke-12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 27 Juni 2007, sebuah mumi dalam makam KV60 di Lembah Para Raja diidentifikasikan sebagai Hatshepsut.[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam budaya populer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika gerakan feminis menjadi matang, tokoh-tokoh penting perempuan dari zaman dahulu dicari dan keberhasilan mereka semakin dipublikasikan. Hatshepsut berubah dari pemimpin Mesir yang paling tak dikenal pada awal abad ke-20 menjadi tokoh paling terkenal dari negara itu pada akhir abad tersebut. Berbagai biografi seperti misalnya Hatshepsut oleh Evelyn Wells meromantisasikannya sebagai perempuan yang cantik dan pasifis — "perempuan besar pertama dalam Sejarah". Hal ini cukup berlawanan dengan pandangan abad ke-19 tentang Hatshepsut yang melukiskannya sebagai ibu tiri yang kejam, yang merebut takhta dari Thutmose III.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel Mara, Daughter of the Nile oleh Eloise Jarvis McGraw, mempertahankan pandangan tentang ibu tiri yang kejam dengan menempatkan Hatshepsut sebagai tokoh utama cerita itu. Plotnya berkembang sekitar upaya-upaya Mara, seorang budak perempuan, dan sejumlah bangsawan untuk menggulingkan Hatshepsut dan mengangkat pewaris yang "sah", Thutmose III, sebagai Firaun. Mereka mempersalahkan berbagai proyek pembangunan Hatshepsut sebagai penyebab kebangkrutan negara Mesir. Ia juga digambarkan telah menahan Thutmose III sebagai tawanan di lingkungan tembok istana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1960 sebuah lingkaran utama asteroid yang ditemukan oleh Cornelis Johannes van Houten, Ingrid van Houten-Groeneveld dan Tom Gehrels dinamai 2436 Hatshepsut untuk menghormatinya. Ada teori popular yang menyatakan bahwa Hatshepsut adalah putrid yang menemukan Musa saat terapung-apung di sungai Nil, namun teori ini umumnya dibantah oleh para Egiptologiwan dan pakar Alkitab.[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekurang-kurangnya ada tiga pengarang yang telah menulis novel fiksi sejarah yang menggambarkan Hatshepsut sebagai pahlawannya: Hatshepsut: Daughter of Amun oleh Moyra Caldecott, Child of the Morning oleh Pauline Gedge dan Pharaoh oleh Eloise Jarvis McGraw, dan seri novel misteri Lieutenant Bak yang mengambil tempat pada masa pemerintahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatshepsut juga muncul dalam plot Illinois Jane and the Pyramid of Peril, sebuah sandiwara lucu oleh T. James Belich (Colorado Tolston). Di sini dilukiskan Hatshepsut menemukan ramuan panjang umur. Dalam cerita ini, hilangnya Hatshepsut digambarkan telah menyebabkan ia abadi, meskipun ia tak pernah secara langsung tampil dalam sandiwara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Humoris Amerika, Will Cuppy, menulis sebuah esai tentang Hatshepsut yang diterbitkan setelah kematiannya dalam buku The Decline and Fall of Practically Everybody. Tentang salah satu tulisannya di dinding, ia menulis,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang penampilan Hatshepsut pada suatu tahap kariernya, kita berutang kepada salah satu tulisan di dinding. Di situ dikatakan bahwa "memandang dia jauh lebih cantik dari apapun juga, kemolekannya dan bentuk tubuhnya sungguh bagaikan seorang dewi." Sebagian menganggap aneh bahwa seorang Firaun perempuan ternyata begitu berani, dalam usia 50-an seperti Hatshepsut. Sama sekali tidak. Ia Cuma mengatakan bagaimana keadaannya sekitar 35 tahun sebelumnya, sebelum ia menikahi Thutmose II dan kemudian menghantam Thutmose III. "Ia adalah seorang putri, cantik dan memekar," demikian dikatakan dalam hieroglif, dan kita tidak mempunyai alasan untuk meragukannya. Memang, tak ada salahnya menceritakan kepada dunia bagaimana rupa seseorang pada 1514 SM.[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertunjukan laga hidup untuk anak-anak, The Secret of Isis (1975), tokoh utamanya, Andrea Thomas, menemukan sebuah jimat Mesir kuno dan kemudian menyadari bahwa ia adalah seorang keturunan Hatshepsut dan pewaris daya kekuatan Isis. Hatshepsut dirujuk dalam narasi pembukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Civilization IV ia digambarkan sebagai pemimpin Mesir yang menggantikan Cleopatra VII dari Civilization III.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari http://id.wikipedia.org/wiki/Hatshepsut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-7369266911561737983?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/7369266911561737983/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=7369266911561737983&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/7369266911561737983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/7369266911561737983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2009/02/hatshepsut-perempuan-firaun-terhebat.html' title='Hatshepsut; Perempuan Fir&apos;aun Terhebat Sepanjang Zaman'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vNsj-4w9yr8/SagAE2j1I_I/AAAAAAAAAEE/rK9KCaxifvI/s72-c/Hatshepsut_at_Deir_el-Bahri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-3545615716235570712</id><published>2009-02-27T16:46:00.003+02:00</published><updated>2009-04-21T00:41:07.500+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kornish Nil'/><title type='text'>Ratu Cleopatra VII Philopator</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vNsj-4w9yr8/Saf99Aa85wI/AAAAAAAAAD8/nYu0JCR-zgc/s1600-h/175px-%D0%9A%D0%BB%D0%B5%D0%BE%D0%BF%D0%B0%D1%82%D1%80%D0%B0_VII.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 111px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vNsj-4w9yr8/Saf99Aa85wI/AAAAAAAAAD8/nYu0JCR-zgc/s320/175px-%D0%9A%D0%BB%D0%B5%D0%BE%D0%BF%D0%B0%D1%82%D1%80%D0%B0_VII.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307489910406309634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;br /&gt;Cleopatra VII Philopator (Yunani: Κλεοπάτρα Φιλοπάτωρ; Januari 69 SM – 12 Agustus 30 SM) adalah ratu Mesir kuno, anggota terakhir dinasti Ptolemeus. Walaupun banyak ratu Mesir lain yang menggunakan namanya, dialah yang dikenal dengan nama Cleopatra, dan semua pendahulunya yang bernama sama hampir dilupakan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah penguasa Mesir bersama ayahnya Ptolemeus XII, saudara laki-laki sekaligus suaminya: Ptolemeus XIII dan Ptolemeus XIV, dan akhirnya anaknya Caesarion. Cleopatra berhasil mengatasi kudeta yang dirancang oleh pendukung saudara laki-lakinya dengan bersekutu dengan Julius Caesar dan dilanjutkan Mark Antony. Cleopatra memiliki 1 anak dari Julius Caesar dan 3 anak dari Mark Antony (dua diantaranya adalah kembar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cleopatra bunuh diri sewaktu Augustus (Octavianus) naik tahta dan menyerang Mesir, dengan cara memasukkan tangannya sendiri kedalam keranjang penuh ular berbisa ( Asp / sejenis Cobra asal Afrika Utara). Kisah hidupnya sering didramatisasikan dalam berbagai bentuk karya, termasuk "Antony and Cleopatra" dari William Shakespeare dan beberapa film modern.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit yang diketahui tentang masa kecil Cleopatra, tetapi Cleopatra berdarah Yunani, bukan keturunan Mesir. Ia dilahirkan pada awal tahun 69 SM, anak ke-3 dari 6 orang dan lahir di kalangan Dinasti Ptolemaik Yunani. Ia mempunyai 2 orang kakak dan seorang adik perempuan serta dua adik laki-laki. Ia dilahirkan dan dibesarkan di Alexandria yang merupakan kota terbesar dan termewah saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan dari ayah Cleopatra tidak aman akibat tekanan dan konflik dari luar dan dalam perebutan kekuasaan, serta konflik dalam seperti pemerintahan sentralisasi dan korupsi politik. Hal ini memimpin pemberontakan dan hilangnya Siprus dan Cyrenaica yang menyebabkan masa kekuasaan Ptolemeus sebagai salah satu yang paling mematikan di dinasti tersebut. Semasa kecil, Cleopatra telah melihat persengketaan dalam keluarganya sendiri. Dikatakan bahwa ayahnya selamat dari 2 usaha pembunuhan ketika seoragn pelayan menemukan ular berbisa yang mematikan di tempat tidurnya dan pelayan yang mencicipi minuman anggur tuannya yang selanjutnya pelayan tersebut meninggal. Kakak perempuan tertuanya, Tryphaena juga mencoba untuk meracuni Cleopatra sehingga ia mulai menggunakan juru cicip. Ketika ia berusia belasan tahun, ia menyaksikan kejatuhan ayahnya sendiri dan ayahnya menjadi boneka Kekaisaran Romawi akibat beban utang yang terlalu tinggi, tetapi masih berharap agar Romawi tidak menaklukan Mesir. Keadaan itu menyebabkan Ptolemeus XII diusir rakyat dari Alexandria yang akhirnya melarikan diri ke Romawi. Pada tahun 58 SM, ibunya, Cleopatra V mengambil alih pemerintahan bersama anaknya, Berenice IV dengan bantuan gubernur Suriah yang dikuasai Romawi, Aulus Gabinius selama setahun hingga ibunya meninggal, lalu Berenice IV memerintah sendiri. Ptolemeus XII menggulingkan anak perempuan tertuanya pada tahun 55 SM dan menghukum mati anaknya, Berenice IV. Kakak perempuan Cleopatra lainnya, Tryphaena mengambil tahta dan tidak lama kemudian ia meninggal yang menyisakan Cleopatra dengan suaminya dan adiknya, Ptolemeus XIII sebagai penerus tahta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayahnya, Ptolemeus XII, Cleopatra mengetahui akan kekuatan leluhurnya. Leluhurnya telah melakukan penaklukan besar hampir 3 abad yang lalu.&lt;br /&gt;Silsilah keluarga Cleopatra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naik tahta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ptolemeus XII meninggal pada bulan Maret tahun 51 SM, membuat Cleopatra yang saat itu berusia sekitar 18 tahun dan Ptolemeus XIII yang berusia sekitar 12 tahun sebagai pemimpin gabungan. 3 tahun pertama kekuasaan mereka sulit karena permasalahan ekonomi, kelaparan, banjir sungai Nil dan konflik politik. Walaupun Cleopatra menikahi adiknya, ia menunjukan bahwa ia tidak memiliki keinginan untuk berbagi kekuasaan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diturunkan dari tahta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Agustus tahun 51 SM, relasi mereka rusak. Cleopatra menurunkan nama Ptolemeus dari dokumen resmi dan wajahnya muncul sendiri di uang koin yang berada diluar tradisi Ptolemaik yang menyatakan bahwa pemimpin wanita dibawahkan oleh pemimpin laki-laki. Hal ini menghasilkan kelompok rahasia orang yang tidak termasuk dalam istana, dipimpin oleh eunuch Pothinus, menurunkan Cleopatra dari kekuasaan dan menjadikan Ptolemeus pemimpin pada tahun 48 SM (atau lebih awal, dan terdapat sebuah dekrit pada tahun 51 SM dengan nama Ptolemeus sendiri). Ia mencoba untuk melakukan pemberontakan disekitar Pelusium, tapi ia terpaksa melarikan diri dari Mesir dengan adiknya yang tersisa, Arsinoë.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali naik tahta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Cleopatra pergi dari Mesir, Pompey melibatkan diri dalam perang saudara Romawi. Pada musim gugur tahun 48 SM, Pompey melarikan diri dari pasukan Julius Caesar ke Alexandria dan mencari suaka. Ptolemeus saat itu berusia 15 tahun dan menunggu kedatangannya. Pada tanggal 28 September 48 SM, Pompey dibunuh oleh salah satu mantan opsirnya yang sekarang bekerja untuk Ptolemaik. Ia dipenggal didepan istri dan anaknya, yang berada di kapal yang baru saja ia turuni. Ptolemeus berpikir bahwa dengan ia telah memerintahkan kematian Pompey untuk menyenangkan Julius Caesar. Hal ini adalah kesalahan Ptolemeus yang besar. Ketika Caesar tiba di Mesir dua hari kemudian, Ptolemeus memberikan kepala Pompey. Caesar yang melihat hal ini sangat marah karena fakta bahwa walaupun ia musuh politik Caesar, Pompey adalah konsul Roma dan duda dari anak Julis Caesar, Julia. Caesar menguasai ibukota Mesir dan menjadikannya wasit dari klaim antara Ptolemeus dan Cleopatra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cleopatra mengambil kesempatan ini dan kembali ke istana dan bertemu dengan Caesar. Dipercaya bahwa Caesar terpesona dengan langkahnya, dan Cleopatra menjadi kekasihnya. 9 bulan setelah pertemuan pertama mereka, Cleopatra melahirkan bayi. Pada saat ini, Caesar meninggalkan rencananya untuk menggabungkan Mesir, dan mendukung klaim Cleopatra atas tahta. Setelah perang saudara pendek, Ptolemeus XIII tenggelam di sungai Nil dan Caesar mengembalikan Cleopatra ke tahtanya, dengan adiknya yang lain Ptolemeus XIV sebagai wakil pemimpin baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Cleopatra dengan Julius Caesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun perbedaan umur Cleopatra dan Julius Caesar sebesar 30 tahun, Cleopatra dan Caesar menjadi kekasih selama Caesar berada di Mesir tahun 48 SM sampai 47 SM. Mereka bertemu ketika Cleopatra berusia 21 tahun dan Caesar berusia 50 tahun. Pada tanggal 23 Juni 47 SM, Cleopatra melahirkan Ptolemeus Caesar (disebut "Caesarion" yang berarti "Caesar kecil"). Cleopatra mengklaim Caesar sebagai ayahnya dan berharap untuk menjadikan anak itu sebagai ahli waris, tetapi Caesar menolak dan lebih memilih cucu lelakinya, Octavian. Caesarion dimaksudkan untuk mewarisi Mesir dan Romawi, menyatukan timur dan barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cleopatra dan Caesarion mengunjungi Roma pada tahun 47 SM sampai tahun 41 SM dan hadir ketika Caesar dibunuh pada tanggal 15 Maret 44 SM. Sebelum atau sesudah pembunuhan, ia kembali ke Mesir. Ketika Ptolemeus XIV meninggal karena kesehatannya memburuk, Cleopatra menjadikan Caesarion penerusnya. Untuk menjaganya dan Caesarion, adiknya Arsinoe meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Cleopatra dengan Mark Antony&lt;br /&gt;Anthony dan Cleopatra, dibuat oleh Lawrence Alma-Tadema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 42 SM, Mark Antony, salah satu orang yang berkuasa di Roma setelah kematian Caesar, memanggil Cleopatra untuk bertemunya di Tarsus untuk menjawab pertanyaan kesetiaannya. Cleopatra tiba dan memikat Antony yang menyebabkan Anthony menghabiskan musim dingin tahun 41 SM–40 SM dengannya di Alexandria. Pada tanggal 25 Desember 40 SM, ia melahirkan 2 anak, Alexander Helios dan Cleopatra Selene II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat tahun kemudian, tahun 37 SM, Antony mengunjungi Alexandria sekali lagi untuk berperang dengan Parthian. Ia memperbarui hubungannya dengan Cleopatra, dan sejak saat itu Alexandria menjadi rumahnya. Ia menikahi Cleopatra menurut ritus Mesir (surat dikutip di Suetonius mengusulkan ini), walaupun ia sedang berada pada waktu menikahi Octavia Minor. Ia dan Cleopatra memiliki anak yang bernama Ptolemeus Philadelphus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan donasi Alexandria pada tahun 34 SM, dan juga serangan Anthony atas Armenia, Cleopatra dan Caesarion dimahkohtai sebagai wakil pemimpin Mesir dan Siprus. Alexander Helios menjadi pemimpin Armenia, Media, dan Parthia; Cleopatra Selene II menjadi pemimpin Cyrenaica dan Libya. Ptolemeus Philadelphus menjadi penguasa Phoenicia, Suriah, dan Sisilia. Cleopatra juga mendapat gelar "Ratu atas Raja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Anthony dipandang buruk oleh Romawi dan Octavian meyakinkan senat untuk berperang dengan Mesir. Pada tahun 31 SM, pasukan Anthony menghadapi serangan armada Romawi di pantai Actium. Dengan terjadinya pertempuran Actium, Octavian menyerang Mesir. Dengan tanpa pengungsi lain yang melarikan diri, Anthony melakukan aksi bunuh diri dengan menusukan pedangnya pada tanggal 12 Agustus 30 SM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mark Antony bunuh diri yang menyebabkan Cleopatra juga bunuh diri. Tidak diketahui bagaimana ia meninggal, tetapi menurut legenda, ia mengambil keputusan untuk bunuh diri setelah ia menyadari bahwa ia gagal mencapai tujuannya. Ia meninggal akibat membiarkan dirinya digigit ular berbisa yang diselipkan kedalam bakul berisi buah ara. Dalam detik terakhir kematiannya, ia menyatakan takdirnya sebagai dewi.[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak Cleopatra, Caesarion mengklaim sebagai pharaoh Mesir, tetapi Octavian menang lebih dulu. Caesarion ditangkap dan dieksekusi, takdirnya dilaporkan dikunci oleh perkataan terkenal Octavian: "Dua Caesar terlalu banyak." Hal ini mengakhiri garis pharaoh Mesir. 3 anak dari Cleopatra dan Antony diampuni dan dibawa kembali ke Roma dan mereka dirawat oleh istri Anthony, Octavia Minor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayan Cleopatra, Iras and Charmion juga bunuh diri. Anak perempuan Anthony, Octavia diampuni dan juga anaknya, Iullus Antonius. Anaknya yang tertua, Marcus Antonius Antyllus, dibunuh ketika memohon untuk kehidupannya di Caesarium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cleopatra dalam kebudayaan populer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Cleopatra telah mengagumkan penulis dan artis. Selain ia adalah figur politik yang kuat, ia juga muncul sebagai orang yang dapat bersekutu dengan 2 orang terkuat (Julius Caesar dan Mark Antony) pada masanya. Ia muncul baik dalam buku, film, novel, drama, permainan video, lukisan dan serial televisi. Contohnya pada drama Antony dan Cleopatra tahun 1609 buatan William Shakespeare. Film pertama yang berkaitan dengan Cleopatra adalah Antony and Cleopatra dengan Florence Lawrence sebagai Cleopatra. Film pertama dengan subyek Cleopatra, Ratu Mesir, dibintangi oleh Helen Gardner. Banyak artis yang juga menjadikan Cleopatra sebagai objek lukisannya, contohnya Guido Cagnacci yang melukis tentang kematian Cleopatra pada tahun 1658&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. ^ Peter Green (1990). Alexander to Actium: The Historical Evolution of the Hellenistic Age. Berkeley: University of California Press, 661–664. ISBN 0-520-05611-6.&lt;br /&gt;   2. ^ Smith, William (ed.) (1867). Dictionary of Greek and Roman Biography and Mythology. Boston: Little, Brown &amp; Company, 802.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan dari http://id.wikipedia.org/wiki/Cleopatra_VII&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-3545615716235570712?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/3545615716235570712/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=3545615716235570712&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/3545615716235570712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/3545615716235570712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2009/02/ratu-cleopatra-vii-philopator.html' title='Ratu Cleopatra VII Philopator'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vNsj-4w9yr8/Saf99Aa85wI/AAAAAAAAAD8/nYu0JCR-zgc/s72-c/175px-%D0%9A%D0%BB%D0%B5%D0%BE%D0%BF%D0%B0%D1%82%D1%80%D0%B0_VII.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-7403989978966482363</id><published>2009-02-27T16:18:00.006+02:00</published><updated>2009-04-21T00:52:34.522+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra-Puisi'/><title type='text'>Kupu Kupu</title><content type='html'>Ia menatapku dengan diam&lt;br /&gt;Guratan dahinya penuh beribu pertanyaan&lt;br /&gt;Kupu-kupu terbang dengan indahnya&lt;br /&gt;Begitupun wajah itu begitu indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah ia?&lt;br /&gt;Akupun tak tahu&lt;br /&gt;Apa maunya?&lt;br /&gt;Ia yang hanya tahu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih mencari tahu tentangnya&lt;br /&gt;Tentang ia&lt;br /&gt;Tentang kediamannya&lt;br /&gt;tentang Kemauannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampa&lt;br /&gt;kosong&lt;br /&gt;Diam&lt;br /&gt;Tak bergerak&lt;br /&gt;Dan kenyataannya diam dalam pertanyaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata itu.....&lt;br /&gt;Sorotanya......&lt;br /&gt;Masih memendam pertanyaan&lt;br /&gt;Aku masih tidak tahu....&lt;br /&gt;Apa maunya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By&lt;br /&gt;Elfenan &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-7403989978966482363?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/7403989978966482363/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=7403989978966482363&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/7403989978966482363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/7403989978966482363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2009/02/kupu-kupu.html' title='Kupu Kupu'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-6232954790326467319</id><published>2009-02-27T16:16:00.003+02:00</published><updated>2009-04-21T00:42:43.175+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra-Puisi'/><title type='text'>Jiwa Nan Rapuh</title><content type='html'>Jiwa Nan Rapuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kutatap kehidupan penuh misteri&lt;br /&gt;Kucoba berlari mencari jawaban atas diri ini&lt;br /&gt;Memikirkan yang tidak dapat kupikirkan&lt;br /&gt;Kuterjebak dalam jaring-jaring kegelapan&lt;br /&gt;Kealpaanku dalam kebaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Cahaya kegelapan begitu menyilaukan mataku&lt;br /&gt;Tak mampu lagi diri ini menatap sang waktu&lt;br /&gt;Rasa pegal, nyeri, putus asa telah datang&lt;br /&gt;Sang juru kunci tak mau menjamahku&lt;br /&gt;Menjamah tubuh yang kotor ini&lt;br /&gt;Atau karena aku tidak pernah lagi memberikan senyum kepadaNya&lt;br /&gt;Senyum seorang hamba&lt;br /&gt;Entah berapa kali aku coba&lt;br /&gt;Tetap raga ini rapuh juga&lt;br /&gt;Tuhan tetap menang dalam permainannya&lt;br /&gt;Cairo, 24 Juli 200&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-6232954790326467319?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/6232954790326467319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=6232954790326467319&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/6232954790326467319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/6232954790326467319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2009/02/jiwa-nan-rapuh.html' title='Jiwa Nan Rapuh'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-2357479013977552705</id><published>2009-02-27T15:47:00.002+02:00</published><updated>2009-04-21T00:44:22.267+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi'/><title type='text'>Across The Nightingale Floor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vNsj-4w9yr8/Saf0p4DzPdI/AAAAAAAAAD0/0RvPVYBVDzg/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 101px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vNsj-4w9yr8/Saf0p4DzPdI/AAAAAAAAAD0/0RvPVYBVDzg/s320/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307479686139559378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;br /&gt;Oleh Lian Hearn&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“IBUKU selalu mengancam akan mencabik- cabik aku menjadi delapan bila aku menjatuhkan ember, atau aku pura-pura tidak mendengar panggilannya untuk segera pulang saat hari telah senja dan teriakan jangkrik kian meninggi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepenggal paragraf di atas adalah awal dari cerita Kisah Klan Otori; Across The Nightingale Floor, karya Lian Hearn. Kono, menurut cerita, kisah ini ditulis oleh Lian Hearn dengan menyepi. Mencari kesunyian untuk dapat mengumpulkan semua ilham. Ya, tidak jarang memang, para penulis yang berhasil harus bersusah payah ketika menuangkan tinta penahnya. Diantaranya mungkin, seperti penulis Asmaraman Khoo Ping Hoo, Pram, atau penulis-penulis lainnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Klan Otori; Across The Nightingale Floor, memang lain dari lainnya. Seingatku, dari puluhan bacaan yang pernah kubaca, dan ratusan bahkan mungkin ribuan kisah yang pernah kujamah, hanya cerita Kisah Klan Otori ang memungkinkanku untuk memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya. Ini, bukan karena hanya gaya bahasanya yang sungguh memikat, bukan karena metafornya yang meloncat-loncat, atau hanya karena ceritanya yang memang membuat terkagum-kagum. Kalau dilihat dari segala-galanya, mulai gaya bahasanya, metafornya, alur ceritanya, atau bahkan pesan cerita ini, sungguh mengagumkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, ada beberapa hal yang memikat di cerita ini; pertama; dari segi alurnya, jarang ditemui, kecuali ketika sang aku (Takeo) menceritakan tentang Kaede. Alurnya normal, tidak ribet seperti halnya kisah-kisah lainnya. Kisah dimulai dari masa kanak-kanak Tomasu yang akhirnya diganti nama oleh Lord Shigeru (Ayah Angkat Takeo), masa sedih, masa mencekam karena beberapa rahasia tentang Takeo mulai terkuak. Lalu perjalanan Takeo ikut berperang melawan Lord Iida yang ingin menguasai Tiga Negara sekaligus dan orang nilah yang telah menghancurkan perkampungan Takeo hingga diangkat menjadi anak angkat oleh Lord Shigeru dari Klan Otori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia memiliki semua ciri-ciri Kikuta: jari yang panjang, garis lurus yang melintang di telapak tangan, pendengaran yang tajam. Pendengaran yang tajam ini akan datang tiba-tiba di masa puber, terkadang diikuti dengan tidak bisa berbicara, umumnya sementara, tapi bisa juga selamanya...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takeo ternyata adalah keturunan Tribe Kikuta. Sebuah organisasi pembunuh bayaran yang terkenal kehebatannya. Dan ternyata, memang, di dalam diri Takeo menyimpan darah itu, darah seorang pembunuh. Sebab darah itulah, kelebihan-kelebihan dari moyangnya itu terus menghantuinya. Untung, Takeo dibesarkan oleh kaum Hidden sejak kecil yang terkenal dengan kelembutan dan kasih sayangnya, apalagi di sampingnya ada Lord Shigera yang memang terkenal kebijaksanaannya. Darah pembunuh yang dimilikinya tidka membuatnya menjadi jahat, bahkan kelebihan-kelebihan itu akhirnya menjadi berkah baginya, dna khususnya bagi klan Otori. Ketika masa puber, kelebihan-kelebihan itu benar-benar muncul, pendengaran telinganya menjadi begitu tajam, bahkan ia mempunyai kelebihan bisa menggandakan tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muto Kenji, guru Takeo juga seorang Tribe pernah menyatakan bahwa, “ada lima keluarga Tribe. Mereka telah ada sebelum munculnya para bangsawan dan klan. Kisah ini berawal dari masa ketika sihir lebih kuat dari senjata, dan dewa-dewa inasih berjalan di bumi. Saat klan mulai bermunculan, dan orang-orang mulai membentuk ikatan berdasarkan kekuatan, Tribe tidak bergabung dengan salah satu klan. Guna melestarikan anugrah yang mereka miliki, mereka memilih untuk menjadi pengelana, pedagang, pemain drama, pemain sirkus, dan juga pemain sulap."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kikuta Isamu, yang aku yakini adalah ayahmu, termasuk salah satunya. Ibu dan ayah Isamu adalah sepupu sehingga dia menggabungkan anugrah paling kuat yang dimiliki Kikuta. Saat berumur tiga puluh tahun, dia menjadi pembunuh yang paling sempurna. Tak ada yang tahu berapa banyak yang telah dia bunuh; sebagian besar korbannya nampak seperti mati alami. Orang tidak tahu banyak tentang dirinya. Dia ahli membuat racun dari ramuan dari tumbuhan gunung yang dapat membunuh tanpa ada jejak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan Muto sebenarnya tidak hanya sekedar berpelesiran atau bekerja kepada Lord Otori, namun lebih dari itu. Kedatangannya khusus untuk menjemput Takeo, sebagai keturunan Tribe Kikuta. Namun, Takeo selalu menghindar, walaupun ia tidak mampu lari dari kenyataan bahwa dirinya adalah mlik Tribe Kikuta. Seandainya, dia menolak bergabung, akibatnya akan seperti ayahnya. Seeprti yang diceritakan oleh gurunya Muto Kenji. “Saat dia ke wilayah Timur—kau tahu daerah yang kumaksud—untuk mencari ramuan racun, dia menginap di desa milik kaum Hidden. Orang desa itu mengatakan tentang tuhan mereka, larangan untuk membunuh, dan tentang pembalasan di hari akhir—kau tahu itu semua, tak perlu kuceritakan lagi. Di tempat terpencil yang jauh dari pertempuran antar klan itu, Isamu merasa muak dengan hidup yang dia jalani. Mungkin dia menyesal. Mungkin juga karena kematian telah memanggilnya. Lalu, dia menarik diri dari Tribe dan bergabung dengan kaum Hidden."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua; dalam hal SUDUT PANDANG, ada yang baru dalam cerita Lian Hearn ini. Sudut pandang dalam cerita ini tidak selamanya memakai ‘aku’ atau orang pertama. Namun, ada juga menggunakan ‘dia-an’ atau sudut pandang ke-tiga. Ini menjadi sebuah pelajaran khusus, bahwa dalam suatu cerita, pencerita tidak harus membuat Titik Sudut Pandang hanya satu sudut saja. Bisa juga diaduk antara sudut pandang orang pertama dengan ke-tiga. Dan ternyata, daya rasa dari bacaan seeprti ini lebih kuat dan melekat di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Takeo bercerita tentang dirinya sendiri, ia menggunakan ‘aku-an’ sedangkan, ketika ia bercerita tentang Kaede – Putri sulung Lord Shirakawa, ia bercerita menggunakan ‘dia-an’. Dan inilah yang membuatku yakin, bahwa kelak –entah di Kisah Klan Otori bagian ke-dua, tiga atau empat-nya- Lady Kaede akan bersama. Mereka bersatu oleh cinta yang murni dan akibat pengorbanan yang tidak lazim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi inilah, aku mendapatkan hal baru. Pelajaran baru tentang sastra. Bahwa Sudut Pandang bisa dibuat-buat berbeda dari lainnya. Dan tampaknya akan lebih menarik, karena dua sudut pandang itu dirangkapkan, sehingga kelemahan diantara keduanya saling mengisi dengan kelebihan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga; Dari segi kebahasaan dan metafor, cerita ini sungguh memikat hati. Banyak sekali ditemukan metafor yang meloncat-loncat dan berkilauan seperti berlian. Gaya bahsanya sungguh lugas, namun sarat makna yang terpendam. Cerita ini dibuat menggunakan akal sehat dan perasaan yang benar-benar jernih. Tidak mudah membuat cerita seperti ini, apalagi penulis telah berhasil membuat para pembacanya selalu penasaran di setiap babnya. Sehingga cerita ini tidak ditemukan ada klise dan jenuh. Apalagi sampai membuat bosan pembacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat; Pesan yang termuat di dalam cerita ini sungguh banyaknya. Seperti, pengorbanan cinta yang dipilih oleh Takeo sungguh menggugah. Lalu, ketenangan yang diperlihatkan oleh Lord Otori sungguh mengagumkan. Apalagi kebijaksanaannya. Belum lagi, kelebihan yang didapat oleh Takeo tidak membuatnya menjadi besar hati, sombong apalagi menjadi penjilat. Keteguhan dan ketulusan yang diperlihatkan oleh Takeo bisa dicontoh. Pengabdiannya terhadap Lord Otori yang tidak biasa. Dan betapa hebatnya pengorbanan terakhir Takeo, ketika dia harus memilih mengorbankan kekuasannya dan cintanya demi sebuah janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, betapa inginku untuk membaca Kisah Klan Otori bagian ke dua. Sebuah pertanyaan muncul di dalam hati. Apakah Takeo dan Lady Kaede masih tetap berjauhan? Dan apakah Takeo kuat memendam deritanya ketika harus ebrjauhan dengan kekasihnya itu? Semuanya akan terjawab, keresahan jiwa ini akan terobati setelah nanti membaca buku kedua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika bukan karena ulahmu, dia tak akan dikubur,” Pikir Takeo tanpa pernah mengucapkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamar Apek, 18 Oktober 2008.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-2357479013977552705?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/2357479013977552705/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=2357479013977552705&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/2357479013977552705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/2357479013977552705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2009/02/across-nightingale-floor.html' title='Across The Nightingale Floor'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vNsj-4w9yr8/Saf0p4DzPdI/AAAAAAAAAD0/0RvPVYBVDzg/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-7879534316685527865</id><published>2008-08-01T00:41:00.001+03:00</published><updated>2009-04-21T00:53:02.115+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kornish Nil'/><title type='text'>Nefertiti; Pesona Telah Datang</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/SJIzm42lGBI/AAAAAAAAACE/bJHsSMiVslc/s1600-h/4-pic6-l.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/SJIzm42lGBI/AAAAAAAAACE/bJHsSMiVslc/s320/4-pic6-l.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229298860519921682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/SJIzcZuWt-I/AAAAAAAAAB8/2vv2X0tdet8/s1600-h/Nefertiti1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/SJIzcZuWt-I/AAAAAAAAAB8/2vv2X0tdet8/s320/Nefertiti1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229298680365234146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di depan Istana Putih terdapat taman yang sangat indah. Taman itu ditumbuhi oleh rumput yang  hijau, terhampar seperti permadani berwarna hijau. Selain beberapa pohon kurma dan pohon palem, di dalam taman terdapat beratus-ratus bunga dengan warna yang bermacam-macam. Ada bunga teratai dengan berbagai warna dan ukuran, mawar dan lain-lainnya. Di samping taman itu, tidak terlalu jauh dari Istana Putih, terlihat anak sungai Nil meliuk-liuk, menari dan berirama dengan merdunya. Airnya bergelombang santun. Matahari yang sedang tersenyum malu-malu itu terlihat enak dipandang. Wajahnya bagai dihamburi oleh jutaan intan yang berkilauan indah. Kilauan air anak sungai Nil pun memancar seperti hamparan jamrud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Matahari itu yang membuat semuanya tampak hidup. Air sungai Nil berkilauan bah ditaburi intan-berlian. Kumbang datang menyapa bunga-bunga yang sedang mekar indah itu. Manusia mendapatkan kehangatan dan kehidupan. Matahari yang menghidupkan segala-galanya di bumi itu. Ya, matahari yang menghidupi segala makhluk, bukan Osiris, Horus, bahkan Seth atau dewa-dewa lainnya.” Di dalam dada anak kecil itu bergemuruh kata-kata yang memeberontak. Sungguh aneh, anak sekecil itu sudah mampu memikirkan hal yang sebesar itu. Anak kecil itu menoleh, ketika ia mendengar ada suara langkah kaki dari belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Nefertiti, apa yang sedang engkau lakukan di sini?” Gadis kecil yang dipanggil Nefertiti itu hanya diam. Kepalanya di balikkan kembali. Dua matanya yang selalu berbinar-binar terang tak jemuh-jemuhnya melihat matahari di timur itu. Seakan ia sedang menjawab, “aku sedang melihatnya. Melihat Dewa segala alam. Dewa yang memberi kenikmatan kepada semua makhluk di bumi ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Engkau menyukainya? Apakah engkau tahu, bahwa ia adalah Dewa Aten?” Kata anak laki-laki di sampingnya. Anak laki-laki itu sudah duduk di samping Nefertiti. Dua mata Nefertiti tiba-tiba terlihat lebih terang dari matahari yang ditatapnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aten?” Tanya Nefertiti tidak mengerti. Anak laki-laki yang ada di sampingnya tidak menjawab. Tiba-tiba saja anak laki-laki itu menjadi bisu. Tidak bisa bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Amenhotep, apa maksud perkataanmu itu? Setahuku, tidak ada Dewa bernama Aten dalam keyakinan kita. Bukankah begitu, Amenhotep? Ibu Tiye belum pernah memberi tahu kepadaku, bahwa dewa matahari itu bernama Aten. Mereka memang pernah bercerita, bahwa dewa matahari bernama Ra dan dewa bulan bernama Amon. Bukan dewa Aten! Lalu apa dewa Aten yang engkau maksud itu?” Nefertiti memburu. Anak laki-laki yang dipanggilnya Amenhotep itu tetap membungkam mulutnya. Mukanya ditekuk ke bawah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Amenhotep menjawab pertanyaan Nefertiti, ia terlebih dahulu melirikkan matanya ke kiri dan kanan. Tidak ada!, teriak hati kecil Amenhotep yang mempunyai nama lengkap Amenhotep IV. “Nefertiti, apakah engkau mau menjaga rahasia terbesarku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rahasia apa?” Tuntut Nefertiti. “Apakah engkau mau? Kalau mau, saya akan menceritakannya kepadamu.” Potong cepat Amenhotep. Nadanya memaksa. Dua matanya menyala seperti ada api di dalamnya. Nefertiti hampir terlonjak kaget ketika menemukan dua mata menyala itu. Setahunya, belum pernah ia melihat dua mata Amenhotep IV menyala seperti api. Ini pertama kalinya ia melihat. Namun, dua tangan Amenhotep memegang erat tangan Nefertiti. “Kalau tidak. Jangan banyak bicara. Dan lupakan perkataanku tadi. Jangan engkau sebarkan kepada orang lain. Mengerti!?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah, saya akan menjaga rahasiamu,” Jawabnya kemudian. Itupun setelah ia berpikir, bahwa ada sesuatu yang unik dalam pikiran Amenhotep dan ada sesuatu yang ia ingin ketahui. Bukankah ia sendiri mengkultuskan matahari? Tidak ada salahnya untuk mengetahui rahasai terbesar seorang yang ia kagumi. Mungkinkah ia akan mengatakan bahwa Amenhotep menyukaiku?, kata hati kecilnya berharap-harap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Engkau mau bersumpah?” Ucap Amenhotep IV untuk menyakinkan. “Saya bersumpah demi para dewa; Isis, Nephthys, Hator, Osiris dan Horus, bahwa saya akan menyimpan rahasiamu, Amenhotep.” Sumpah Nefertiti sambil mengangkat tangan kanannya ke langit. Dua mata Amenhotep yang tadi membara, tiba-tiba padam seperti terkena air es oleh sumpah Nefertiti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah Amenhotep IV yang tadi tampak garang, tiba-tiba bercahaya oleh sebuah senyuman puas. Amenhotep IV telah berubah menjadi anak laki-laki kecil yang lugu, polos dan biasa. Semua pikiran, ambisi, dan keyakinannya dihalangi oleh sifat kekanak-kanakannya, kepolosannya dan keluguannya. Orang-orang disekitarnya tidak tahu, bahwa Amenhotep mempunyai gagasan, bisa disebut ambisi, yang berbeda dengan pendahulunya, atau bahkan ayahnya Amenhotep III sebagai Pharaoh di Mesir yang menguasai Nil dari hulu sampai hilir. Ayahnya adalah Pharaoh terbesar yang pernah menyatukan berbagai bangsa di dalam kekuasaannya dan memajukan roda pemerintahannya bersama ibunya Ratu Tiye. Kekuasaannya yang luas, meliputi berbagai bangsa dan ras menjadi damai dan tenang dalam pemerintahan ayahnya Raja Amenhotep III.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sendiri adalah anak sulung dari Raja Amenhotep III dan akan menjadi pewaris kerajaannya setelah kakaknya Tuthmose meninggal di usia muda. Ia mempunyai tiga saudari yaitu Beketaten, Sitamun, and Isis. Kelak ia akan menjadi Pharaoh terkenal dan diingat banyak orang. Gayanya yang nyentrik, penuh seni, pembaharuan dan satu-satunya Pharaoh Mesir yang tidak mau disembah, dan pembaharuannya dalam keyakinan dinasti ke-18 akan banyak diingat orang setelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berucap, Amenhotep menatap matahari yang sedang bersinar terang-terangnya itu. Tatapan matanya kadang-kadang jatuh ke arah wajah Nefertiti yang sedang mekar-mekarnya. “Wajahnya tiap hari tambah sedap dipandang, benar-benar sesuai dengan namanya. Nefer-titi, Pesona Telah Datang! Suatu hari nanti, saya ingin dia yang mendampingiku duduk di kursi singgasanah kerajaan ini.” Bisik hati Amenhotep saat matanya jatuh di pipi kanan Nefertiti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nefertiti menoleh seakan merasakan debaran jantung Amenhotep. Ia merasakan ‘sinyal-sinyal cinta’ Amenhotep. Sebuah kesepakatan suci yang tersimpan rapi di dalam hati Amenhotep. Begitu pun Amenhotep, Nefertiti pula tidak mampu menyembunyikan rasa sukanya kepada Amenhotep. Bukti rasa sukanya adalah sumpahnya untuk menyimpan rahasia Amenhotep. Sumpah yang baru diucapkannya bukan sekali-kali karena ia takut dengan ancaman Amenhotep, namun itulah lagu hatinya, pengakuan cintanya. Ia merasakan betapa berharganya suatau saat jika ia bisa memimpin rakyat Mesir bersama Amenhotep. Menjadi Ratu yang ikut serta dalam pemerintahan seperti halnya Ratu Hatshepsut. Ratu Mesir terhebat dalam sejarah Pharaoh di Mesir selama berabad-abad. Hatshepsut adalah Pharaoh perempuan yang pernah memegang kerajaan di Mesir paling lama dan hebat dari Pharaoh-pharaoh perempuan lainnya. Walaupun ambisi Nefertiti tidak sebanding dengan Amenhotep, namun ambisi dua anak baru memasuki dunia dewasa itu bisa dikatakan sepadan, bahkan sama. Membangun keyakinan baru dan menghapus keyakinan-keyakinan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suatu saat nanti, ketika saya sudah memegang Waas –tongkat kekuasaan atau simbol kekuasaan- maka pertama-tama yang ingin kulakukan adalah menjadikan Aten sebagai satu-satunya dewa bagi seluruh makhluk di bumi. Semua dewa yang disembah oleh nenek moyang kita hanyalah fiksi. Tidak nyata. Dewa matahari Aten-lah yang tampak dan jelas fungsinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, akhir-akhir ini saya juga memikirkannya ketika sedang duduk di sini disaat matahari baru muncul atau terbenam. Di otakku sering bermunculan pertanyaan, siapa sebenarya dewa bagi bumi dan makhluk yang mendiaminya ini? Apakah Isis yang menciptakan air sungai Nil dari tetesan air matanya, atau Osiris yang menjaga Nil dari kehancuran oleh Seth, ataukah Horus yang menjaga dari datangnya kegelapan dan utusannya Apeb makhluk paling menakutkan itu. Saya tidak tahu dan percayalah, bahwa saya adalah orang pertama yang akan mendukung keinginanmu itu, Amenhotep.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua mata Amenhotep berkaca-kaca mendengar jawaban tidak terduga-duga Nefertiti. Hampir saja ia memeluk Nefertiti seandainya ia tidak cepat-cepat menyadari, bahwa dewa Aten melihatnya. Betapa malu dirinya dilihat dewa Aten. Ingin rasanya ia mengajak Nefertiti lari ke dalam Istana Putih dan memeluknya di sana. Menciumnya dan berterima kasih atas dukungannya. “Inilah ratuku nanti!” Hati Amenhotep berteriak kencang. Ia berharap dewa Aten tidak mengetahui bahasa hatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang tahu bagaimana isi otak Amenhotep. Jalinan pemikirannnya dan ambisisusnya. Beberapa tahun kemudian, ketika ayahnya Amenhotep III memaksanya menikah, sebenarnya, yang ingin ia pilih adalah Nefertiti. Namun sang ayah, memilihkan adiknya Sitamun sebagai calon permaisuri untuknya. Tidak mungkin ia menolaknya. Adat istiadat keluarganya memang harus dinomor satukan, kecuali apa yang sudah diyakininya tentunya, akhirnya ia menerima walaupun dengan hati gunda dan tidak senang. Nefertiti yang mengetahui perjodohan itu memilih mengurung di dalam kamar dan jarang keluar. Di dalam kamarnya itu, ia bisa menumpahkan semua kesedihannya melalui air mata. Kadang-kadang ia berdoa kepada dewa Aten yang telah diyakininya, berharap perjodohan itu gagal dan berpindah kepadanya. Apakah ada keajaiban seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalinan asmaranya dengan Amenhotep IV semakin kuat di dalam penderitaan. Bukan ia semakin kecewa atau putus asa, akan tetapi ia semakin kuat berdoa kepada dewa Aten, ketika matahari pagi menyinari kamarnya lewat jendela. Ia tahu, kejaiban akan datang kalau keyakinananya kuat dan landasan pikirannya benar. Semakin kuat ia berdoa. Semakin ia jarang bertemu dengan Amenhotep IV, kekasihnya. Ia hanya bertemu beberapa kali dalam sehari yaitu ketika makan bersama atau ketika ia sedang keluar kamar untuk mencari bunga lotus, bunga kesukaannya dan lambang kecantikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nefertiti, apakah engkau marah kepadaku? Sehingga engkau selalu berdiam di dalam kamar dan tidak pernah mau menemuiku.” Tanya Amenhotep IV suatu sore hari ketika mereka bertemu di pinggir anak sungai Nil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nefertiti menghindari pandangan Amenhotep IV yang tampak selalu memaksa. Ia tahu bahwa, bagaimana pun juga, ia akan tetap bisa berdampingan dengan Amenhotep IV. Tadi malam ia diberi tahu oleh ibu tirinya Ratu Tiye, bahwa ia akan dicalonkan sebagai selir bagi Amenhotep IV. Ia selalu mengatakan kepada dirinya sendiri, bahwa selir lebih baik daripada ia sama sekali tidak berdampingan dengan Amenhotep IV. Ia tidak bisa hidup tanpa Amenhotep IV, seperti halnya ia tidak akan pernah bisa hidup tanpa dewa Aten. Ia tidak menjawab pertanyaan Amenhotep IV. Ia memilih pergi menghindar. Hatinya sepertinya hancur berkeping-keping. Panggilan Amenhotep IV tidak dihiraukan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ketika Amenhotep IV sudah memegang Waas dan menikah dengan adiknya Sitamun, hati Nefertiti semakin hancur. Ingin rasanya ia menceburkan dirinya ke dalam sungai Nil, berharap ular raksasa sebagai lambang kegelapan yaitu Apeb melahapnya. Menguasainya. Dan jiwa jahatnya memasukinya untuk membalas dendam atas sakit hatinya, karena Amenhotep IV memungkiri janjinya. Namun dewa Horus dengan lambang burung elang yang dijadikan lambang di mahkotanya masih membukakan jalan untuknya. Menjernihkan otaknya dan memberinya ide baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan kemudian, Sitamun meninggal setelah menderita sakit cukup lama. Kematian Sitamun memberinya lowongan untuk mendapatkan Amenhotep IV seutuhnya. Dan benar saja, bahwa permaisuri yang dipilih oleh Amenhotep IV sendiri adalah dirinya. Amenhotep IV telah menjadi Pharaoh dan siapa pun tidak berhak memaksanya, menyruhnya atau menggertaknya. Ayahnya Amenhotep III pun tidak berhak memaksanya untuk menikah kepada siapapun, bahkan ibunya Tiye sekalipun, apalagi para rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nefertiti sekarang menjadi perempuan pertama di Mesir. Kekuasannya hanya terbatas atas suaminya, bahkan kadang-kadang suaminya menurut kepadanya. Ambisi Nefertiti semakin melambung. Suaminya Pharaoh Amenhotep IV telah mengubah namanya menjadi Akhenaten (Jiwa dari Aten) dan nama Ratu Nefertiti menjadi Neferneferuaten-Nefertiti (Dewa Aten Memancarkan Sinarnya, kerana Pesona Telah Datang). Agama baru telah dihidupkan. Rakyat Mesir tidak lagi beragama politeis akan tetapi menjadi agama monoteis. Mereka mengikuti cara sembahyang Akhenaten ketika menyembah Dewa Matahari Aten, satu-satunya dewa yang disembah dan dipercaya. Kalau Akhenaten hanya memperbaiki dalam hal cara ibadah kepada Dewa Aten, berbeda dengan Nefertiti yang membangun dan memajukan hal-hal lainnya. Ia yang mampu meredam gejolak pemberontakan para pendeta Amon yang kehilangan pekerjaannya akibat pergantian agama oleh Akhnaten. Bahkan setelah suaminya Akhenaten meninggal, nanti ia akan bertahta sendirian dan merajai Mesir dengan nama lain yaitu Smenkhkare. Di waktu akhir pemerintahan Akhnaten pun, nama Nefertiti sudah tidak lagi terdengar, hanya nama Smenkhkare yang menjadi mashur dan banyak dikenal orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah suaminya Pharaoh Akhnaten meninggal, ia mengubah namanya dan memindahkan kota pemerintahannya dari Amarna ke Memphis. Dialah Nefertiti yang agung dan Pesona Telah Datang yang pernah memerintah dengan Akhnaten sebelum masa pemerintahan putra tirinya Tutankhamen. Ia menghilang setelah berkuasa bersama suaminya Akhnaten dan mengubah kultur Mesir menjadi baru. Perkawinan Nefertiti dengan Pharaoh Akhnaten hanya dikaruniai enam anak perempuan, yaitu Meritaten, Meketaten, Ankhesenepaten (Berubah Ankhesenamun), Neferneferuaten, Neferneferure, Setepenre. Ia pergi bersama angin dan hilang ditelan ombak Nil. Jiwanya terbang dan bersinar seperti Dewa Matahari Aten yang diyakininya. Menyinari bangsanya. Mengontrol kekuasaannya di Dunia Kematian. Nefertiti dan Akhnaten tetap hidup dengan wajah baru yang bersinar-sinar terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB; Banyak teori mengenai Nefertiti. Identias asli Nefertiti juga masih dalam perdebatan para Arkeolog di dunia. Apakah ia asli orang Mesir atau orang Mittani (Iran) yang didatangkan untuk perjodohan. Siapa nama orang tuanya, apakah ia putra dari Ay yang mempunyai istri bergelar ‘Ibu Susuan Nefertiti’. Atau konspirasi lainnya. Hingga sekarang, Nefertiti menjadi bacaan paling unik dan mengesankan. Jasadnya tidak ditemukan seperti jasad-jasad para Pharaoh lainnya. Ia terkenal dengan patung kepalanya yang ada di Musium Berlin, Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-7879534316685527865?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/7879534316685527865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=7879534316685527865&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/7879534316685527865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/7879534316685527865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2008/08/nefertiti-pesona-telah-datang.html' title='Nefertiti; Pesona Telah Datang'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/SJIzm42lGBI/AAAAAAAAACE/bJHsSMiVslc/s72-c/4-pic6-l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-514543948156295873</id><published>2008-02-25T21:48:00.002+02:00</published><updated>2009-04-21T00:56:24.544+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kritik Sastra'/><title type='text'>Film Ayat Ayat Cinta, between realism and shortcut to money Bg 1</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt; Film Ayat Ayat Cinta;&lt;br /&gt;Between realism and shortcut to money Bg 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh; Elfenan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel Ayat Ayat Cinta atau biasa disingkat dengan AAC karya Kang Abik, siapa yang tidak tahu?. Bahkan setiap orang yang ditanya akan mengacungi jempol atau bahkan memberikan keempat jempol kedua kaki dan tangannya sekaligus. Bahkan seandainya saya ditanya tentang AAC, mungkin saya akan menambah dengan sepuluh jempol lagi dengan meminjam jempol kaki dan tangan orang lain. Itulah fenomena dari sebuah novel yang telah berhasil mendobrak sejarah kesusasteraan Indonesia  akhir-akhir ini. Entah berap puluh kali novel itu dicetak ulang dan entah berapa ratus ribu eksemplar yang telah dicetaknya?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; Pada tanggal 24 Pebruari 2008 pagi, saya sempat mengobrol lewat sms dengan ‘kekasih’. Yang saya obrolkan bukan soal apa atau siapa, namun tentang film AAC yang kabarnya akan segera ditayang lebarkan di Indonesia (bahkan sudah ditayangkan). Sebelumnya saya sempat berpikir bahwa film ini tidak akan bagus, karena pembuatannya tidak benar-benar pada tempatnya. Pada tahun 2007 kru yang dipimpin oleh sutradara Hanung Bramantyo tiba di Mesir, kegiatan pra-produksi film ini ujung-jungnya kandas di tengah jalan. Padahal semuanya sudah dipersiapkan, dari mulai riset tempat sampai mau mulai mengkontrak artis Mesir. Lebih jauh lagi, aktor Fedi Nuril pun sempat bertempat tinggal lama di Mesir, bahkan dia belajar untuk mempelajari kehidupan mahasiswa Indonesia di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, semuanya gagal, karena ada sedikit masalah antara pihak perfileman Indonesia dengan Mesir. Hanung mengatakan bahwa kegagalan itu karena adanya miskomunikasi antara kedua pihak. Dalam wawancara Gatra dia mengatakan, “Maksudnya kecurangan: kami belum kontrak, belum ada kesepakatan, tapi mereka sudah men-support kami. Ngajak kami makan, hunting lokasi, akhirnya di-charge mahal,”. Lalu masalah mulai berbelit ketika pihak Mesir meminta uang yang banyak kepada pihak Indonesia. Ternyata, untuk membuat film di Mesir tidak muda. Setidaknya tidak hanya Hanung saja yang mengalami. Pihak lain, seperti pembuatan film ‘The Librarian’ juga mengalami hal senada. Ujung-ujungnya mereka membuat film dengan latar belakang Mesir, namun tempta suttinya tidak pada tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena sudah terlanjur mengekpos ke luar, sehingga proyek film Ayat Ayat Cinta mau tidak mau harus digarap juga, walaupun tidak pada tempatnya. Setidaknya itulah yang mungkin dilakukan. Akhirnya baru pertengahan tahun 2007 terdengar kabar bahwa Hanung mencoba membuat replika setting dengan berleyar di tiga tempat, yaitu Indonesia (Semarang), Malaysia dan terakhir India. Ini tidak heran kalau produsernya masih ada keturunan India, yaitu Punjabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya pikirnya sebelumnya ternyata benar, bahwa berurusan dengan Mesir tidak lah mudah. Apalagi novel itu ada ‘bau kritik pedas untuk Mesir’. Belum lagi, Mesir memang mata duitan dan menganggap negaranya adalah negara yang paling maju, beradab, tinggi, aman dan seterusnya. ‘Kesombongan’ Mesir seperti itu tidaklah aneh bagi mahasiswa Indonesia di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya proyek film Ayat Ayat Cinta jadi juga setelah emngarungi tiga negara. Ketika saya melihat triler film ini, saya sempat tertawa terbahak-bahak dengan teman-teman. Bahkan ada teman-teman yang berkata dengan nada sini. “Wah, orang-orang ini memang edan. Hanya dengan biaya sedikit, mereka ingin mengeruk keuntungan sangat banyak.” Perkataannya ini membuatku agak aneh dan tidak paham. Akhirnya ia menjelaskan dengan detail. Kata teman saya itu, biaya membuat film di Mesir tidak murah, dari perizinan sampai hanting lokasi dan peminjaman alat-alat perfileman sangat mahal. Kata dia, para sutradara dan produser Indonesia masih belum siap dengan keadaan ini. Lalu ia berseloroh begini, “ Bagaimana perfileman Indonesia maju, kalau mereka tidak berani membuat film yang bagus, walaupun dengan biaya yang sangat mahal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung-ujungnya trailer Ayat Ayat Cinta menjadi bahan tertawaan, apalagi banyak tempat yang diperlihatkan di film itu yang salah atau setidaknya kurang pas dan memuaskan. Saya lihat dengan seksama trailer dan klip Ayat Ayat Cinta, dan ternyata memang terdapat banyak kenyataan yang mengiriskan dna ambigu. Setidaknya ada beebrapa yang kalau dihubungkan dengan kenyataan di Mesir atau di novelnya tidak pas. Seperti tempatnya tidak di Helwan, namun berada di kawasan Nasr City, atau lebih tepatnya di daerah hayl Asyir di daerah Gami’. Alamat Swesri B Hayl Asyir jelas berada di daerag Gami’, Nasr City atau tepatnya berada di apartemen yang pernah saya tinggali. Lalu keadaan Nil, memang kawasan sungai Nil yang ada di film itu bukan aslinya, karena suttingya berada di Sungai Gangga, India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dikatakan Maria tentang Nil. “Kalau tidak ada Nil, pasti tidak ada Mesir” kata Maria kepada Fahri. Atau ucapan senada pernah diucapkan seorang sejarawan dan filosof Hirodotus ratusan tahun yang lalu, bahwa Mesir adalah hadiah dari sungai Nil. Kalau keadaan sungai Nil di film AAC terlihat sangat sepi dan tidak didapati perumahan, padahal hakikat dan kenyataannya sungai Nil selalu ramai dan dipinggirnya dipenuhi bangunan pencakar langit. Kawasan Nil atau akrap disapa Kornish Nil tidka pernah lenggang dan sepi, jadi bagaimana dengan film ini. Apakah hal itu tidak lucu dan akan dibuat lelucon dan bahan tertawaan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah lagi tentang sebuah tanda salib yang berada di tangan Maria. Tanda salib memang  akrap terlihat menempel ditangan kiri setiap penduduk Mesir yang beragama Kristen atau Koptik, namun letaknya salah. Kalau kita pernah ke Mesir, maka tidak akan pernah dijumpai ada tanda salib yang menempel di tangan kiri seperti itu, yang ada hanya terletak di luar telapak tangan kiri, atau tepatnya berada di atas ibu jari, itupun ukurannya kecil tidak sebeasar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu beranjak dari tato Hena atau Nuba yang terlihat menghiasi tangan Aisha. Kalu dilihat secara detail, maka akan terlihat perbedaan antara benar-benar tato perempuan Nuba dengan tato India, baik dari corak gambarnya atau warna yang dihasilkan. Lalu jendela yang ada di rumah Maria, jendela dengan ornamen seperti itu jarang ditemui di apartemen-apartemen Mesir, kecuali apartemen kuno yang sudah berumuran ratusan tahun. Jendela dengan ornamen seperti itu banyak ditemui di daerah Khan el-Khalili dan el-Khalifa atau di tempat-tempat bersejarah lainnya, namun di derah seperti Nasr City atau lainnya sangat jarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranjak lebih jauh lagi, cara pengkisahan yang ada di fil Ayat Ayat Cinta ternyata berbeda dari novel aslinya, bahkan ada penambahan yang ambigu dan pengurangan sesuatu yang mestinya lebih penting. Ada kelakar teman lainnya ketika nonton film ini, kata dia, “Film ini membuat image mahasiswa Indonesia akan hancur, bahkan akan menghancurkan reputasi dan pesona asli novelnya.”. Saya sepakat dengan perkataan teman saya itu, bahkan film yang sealiran dengan fil ini, seperti The Da Vinci Code, Imarah Ya’kubiyan (Apartemen Yakub) dan lainnya saja selalu diperfilemkan sama dengan asli novelnya. Sehingga keaslian film itu terjaga dan aura pesona novelnya tidak keganggu dengan munculnya penggambaran lewat audio-visual. Kalau dipikir-pikir memang lucu dan membuat hati jadi geli. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya tulis dahulu ternyata tidak omong kosong dan terbukti bahwa film ini tidak akan membuat tahjub mala menjadi bahan tertawaan orang. Bahkan kemungkinan akan ada sebagian para pengagum novelnya yang tidak puas. Namun apa yang telah dilakukan Hanung dan krunya memang hebat, patut mendapatkan ancungan jempol. Saya hanya berharap semoga suatu saat ada film Ayat Ayat Cinta dengan edisi revisi atau barunya. Diamana filmnya benar-benar sesuai dengan jalan cerita novelnya yang mengagumkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saya berdoa semoga para penonton tidak mempunyai pikiran seperti saya terhadap film ini. Semoga penduduk Indonesia memberikan anugerah sebesar-besarnya terhadap film ini, bukan anugerah pelecehan. Dan selamat menikmati film ini walaupun hakikatnya para penonton ‘dikibulin’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khan el-Khalili, 25 Pebruari 2008&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-514543948156295873?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/514543948156295873/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=514543948156295873&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/514543948156295873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/514543948156295873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2008/02/film-ayat-ayat-cinta-between-realism.html' title='Film Ayat Ayat Cinta, between realism and shortcut to money Bg 1'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-6454699969427508317</id><published>2008-02-13T16:03:00.002+02:00</published><updated>2009-04-21T00:59:35.411+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi'/><title type='text'>Pram dan Kegelisahannya</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/R7L6jSYYSBI/AAAAAAAAABc/l6r47AtxSKI/s1600-h/ae37cfa38fa4a74adf4d088664c4097e.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/R7L6jSYYSBI/AAAAAAAAABc/l6r47AtxSKI/s200/ae37cfa38fa4a74adf4d088664c4097e.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166467206683838482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; Pramoedya Ananta Toer (1925-2006), sebuah nama yang masih terngiang-ngiang ‎di gendang telingaku. Masih terbayang senyumnya yang telah merasakan ‎kemenangan atas segala usahanya selama ini. Ya-ya, Pram menjelma menjadi ‎sosok yang menyenangkan bagiku- getaran jiwanya yang kumaksud -. Masih ‎ingat sekali kapan pertama kali nama Pram kudengar, saat ia ditangisi oleh ‎setiap anak bangsa. Ketika itu banyak teman-teman menyebut namanya seperti ‎mengalahkan sebuah dzikir kepada Tuhannya sendiri. Apakah saat itu Pram ‎telah sedemikian terkenal sehingga Tuhan pun bisa dilupakan? Tentunya tidak! ‎Beberapa hari ini, setelah aku selesai membaca serial novel sejarah Gajah Mada ‎milik Langkit Kresna Hariadi, aku berestafet membaca karya Pram. Bergetar dan ‎berdegup kenjang jantungku ketika baru menginjak lima halaman pertama. ‎Salah satu Roman tetraloginya yang berjudul BUMI MANUSIA atau This Earth ‎of Mankind telah habis kulalap. Kecepatan membacaku terhadap roman ini tidak ‎secepat ketika membaca novel-novel yang lain, karena aku banyak menemukan ‎perkataan Pram bah seperti intan. Berkilau indah dan menarik perhatian. Dan ‎sangat ambigu jika dipikirkan dengan terperinci.‎&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; Gaya berceritanya cukup mengalir dan perkataannya hampir tidak ada ‎kemandekan. Ini adalah karya yang unik sekaligus jarang. Aku menemukan ‎keunikan pada karya Pram yang satu ini dan (Apakah semua karyanya sama ‎seperti Bumi Manusia, akupun belum tahu). Karyanya ini ternyata pernah ‎dioralkan sebelum ditulis pada tahun 1973 dan ditulis dalam bentuk cerita ‎Roman pada tahun 1975. Ini adalah dasar yang unik yang pernah kubaca dan ‎kuketahui selama ini.‎&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat tulisannya yang tampak menggebu-gebu dan berkobar-kobar, tentu ‎tidak akan jauh dari sebuah psikitis sang penulis. Mungkin, Pram adalah ‎manusia yang super, bukan saja ia seorang penulis ulung, namun lebih jauh lagi ‎ia seorang Psikolog atau psikater hebat yang pernah kuketahui. Seorang penulis ‎memang harus mampu mempengaruhi pembacanya, sehingga bagi seorang ‎penulis sangat dibutuhkan sebuah ilmu psikolog. Ilmu ini akan dapat ‎menunjang terjadinya pengaruh terhadap pembaca.‎&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pram telah mampu lebih jauh dari pada hanya seorang penulis kawakan dan ‎psikater, ia juga seorang yang selalu mengedepankan ideologi keadilan, ‎kejujuran, kebersihan hati dan pemberontakan atas ketidak-benaran segala apa ‎yang ada di bumi. Setidaknya roman BUMI MANUSIA telah memuat berbagai ‎macam sindiran terhadap politik kolonial Belanda zaman dahulu (Dan apakah ‎hanya kolonial Belanda saja yang menjadi sasaran kepedasannya. Ini tentu ‎tidak!). Roman ini tidak hanya membelejeti sebuah kesalahan konsep kolonial ‎Belanda, namun juga dapat dijadikan tamparan pemerintahan saat. ‎&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah cinta yang dipaparkan cukup membuat bulu ronaku merinding. Bahkan ‎aku begidik ketika sampai pada babak pertentangan dan akhir dari buku ini. ‎Aku hampir menjerit ketika secara beruntun Pram menuturkan keadaan yang ‎serba tidak pasti dan permasalahan. Memang itulah sebuah permasalahan yang ‎hingga saat ini belum juga tuntas. Dari perbudakan, perebutan kekuasaan, ‎kesemena-menaan, kekuasaan otoriter, poligami, cinta, penghianatan dan ‎kesetiaan. Tentang kesamaan hak tanpa dipengaruhi oleh warna kulit, agama, ‎ras, dan lain-lain adalah bumbu yang selalu membuat batuk setiap orang. Inilah ‎Roman yang membuat hatiku terguncang dahsyat ketika membacanya.‎&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dilihat dari segi tulisan, apa yang kukatakan di awal tulisan sebenarnya ‎tidak sebuah pujian omong kosong belaka. Tulisannya yang tampak tegas dan ‎terasa menggebu-gebu sangat mewakili apa itu sebuah roman pemberontakan. ‎Ya-ya, pemberontakan tentang ketidak-benaran sebuah konsep umum dan ‎konsep perbedaan atau perbedaan tatanan kehidupan di dalam sebuah ‎kehidupan. Kalau tulisan Pram bisa disandarkan dengan ilmu BALAGHA di ‎Arab, maka tulisan Pram sudah mewakili apa yang dinamakan IJAZ dan I’NAB. ‎Apa itu Ijaz? Ijaz adalah sebuah tulisan yang sedikit namun sarat makna yang ‎banyak dan luas. Sedangkan I’nab adalah memperpanjang sebuah tulisan ‎berdasarkan makna yang dibutuhkan. Tulisan Pram yang tampak ringkas, padat, ‎dan pendek itu telah mewakili makna yang luas. Ambigu yang dimainkan oleh ‎Pram dalam tulisannya patut dicermati dan dinikmati. Kalau mengingat tulisan ‎Pram yang ambigu, setidaknya aku mengingat sosok novelis tua asal Mesir. ‎Naguib Mahfouz (1911-2006) mungkin bisa dikatakan sebagai sosok yang tidak ‎kalah dengan Pram. ‎&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novelis Naguib Mahfouz mendapatkan nobel sastra Swedia lantaran tulisannya ‎yang ambigu, seperti halnya Pram yang mendapatkan penghargaan besar ‎melalui menjadi nominator nobel sastra Swedia. Ada satu perkataannya yang ‎hingga saat ini masih mendengung di telinga, yaitu ketika Pram menulis sebuah ‎perkataan yang tidak kalah indahnya dengan intan dan berlian. Pram berkata; ‎TANPA SEMANGAT, TAK AKAN ADA API. Perkataannya ini sangat ringkas ‎dan padat, namun penuh makna yang panjang dan luas sekali. Setidaknya ‎perkataannya itu telah mewakili sebuah ideologi yang mutlak telah dimiliki oleh ‎seorang Pram. ‎&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pun dengan tulisannya yang berbunyi; Hidup bisa memberikan segala ‎pada barang siapa tahu dan pandai menerima. Tulisannya yang satu ini bisa ‎dikatan akan menjadi sebuah catatan emas bagiku. Lalu datang yang lain; ‎Seseorang harus adil sudah sejak dalam pikiran, jangan ikut-ikutan jadi hakim ‎tentang perkara yang tidak diketahui benar-tidaknya. Atau; Seorang terpelajar ‎harus juga berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan.‎&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, yang mendasari lahirnya Roman BUMI MANUSIA adalah ketidak-‎puasannya tentang ketidak-adilan Orde Baru saat itu. Cerita yang dikisahkan ‎oleh Pram, kalau bisa ditarik benang merahnya, maka akan bisa mewakili cerita ‎ketidak-enakan Pram ketika menjadi tahanan atas ketidak-salahannya. Menjadi ‎tahanan yang tidak mempunyai kebebasan ternyata tidak enak dan menyakitkan. ‎Bahkan aku yakin, bahwa Pram tidak akan pernah memaafkan atas ketidak-‎adilan ini. Bahkan aku sendiri tidak rela atas semua itu terjadi. Ketika membaca ‎Roman ini, aku bisa merasakan dengan pasti bagaimana rasanya KETIDAK-‎BEBASAN, padahal raga dan tubuh ini milik diri sendiri, bukan milik orang lain. ‎Setidaknya Pram mengajarkan kepadaku, bahwa setiap manusia memiliki hak ‎yang sama dan kebebasan yang sama, jangan sok menjadi TUHAN yang otoriter. ‎Bahkan Tuhan pun bukan sosok yang otoriter dalam segala hal, Tuhan adalah ‎yang memberi pilihan pada setiap makhluknya. Dan bagaimana ada manusia ‎yang berani sesombong itu mencoba bersaing dengan Tuhan sendiri?.‎&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roman yang mengikuti madzab romantisme ini membuatku banyak ‎mengumpat, lantaran endingnya yang menyakitkan. Setidaknya tokoh Minke ‎‎(baca; Mingke) dengan Annelies membuat hati ini ketar-ketir sedak dini. Pram ‎juga dapat menggambarkan setiap tokoh dalam Roman ini sedemikian jelas, dari ‎Minke, Annelies, Nyai Ontosoroh, tuan Mellema, dua Robert dan lain-lainnya.‎&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir ceritanya cukup menyayat hati, tidak kalah dengan cerita Layla dan ‎Majnun, namun lebih menyyat hati lagi. Kalau Layla dan Majnun bisa bertemu ‎lagi walaupun dalam kematian, namun cerita ini diakhiri dengan perpisahan ‎antara Minke dan Annelies. Sungguh menyakitkan.‎&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat ini, aku bisa melihat bahwa sosok Pram selalu gelisah, baik tentang ‎masalah kehidupannya sendiri, atau ketika dia melihat kehidupan orang lain. ‎Kegelisahannya itu ditulis dan akhirnya bisa dinikmati oleh orang lain. Tidak ‎nyana, bahwa sebuah kegelisahan yang berkobar-kobar akhirnya bisa ‎mempengaruhi orang lain hingga begitu rupa. Ah, aku berharap kegelisahan itu ‎akan mendapatkan obatnya.‎&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya aku bisa berbangga bahwa aku pernah mengenal seorang Pram. ‎Entah apakah di tanah air sudah bisa melahirkan Pram ke dua. Dan apakah ‎suatu saat akan ada sastrawan tanah air yang bisa menembus nobel sastra ‎Swedia setelah Pram?. Semoga saja tingkat imajinasi di tanah air meninggat ‎setelah ditinggal Pram.‎&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bathniyyah, tanggal 12 Pebruari 2007 ‎&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-6454699969427508317?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/6454699969427508317/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=6454699969427508317&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/6454699969427508317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/6454699969427508317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2008/02/pram-dan-kegelisahannya.html' title='Pram dan Kegelisahannya'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/R7L6jSYYSBI/AAAAAAAAABc/l6r47AtxSKI/s72-c/ae37cfa38fa4a74adf4d088664c4097e.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-8297985374595627126</id><published>2008-02-02T08:04:00.002+02:00</published><updated>2009-04-21T01:00:26.090+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi'/><title type='text'>Dongeng Mahapatih Gajah Mada; Pak Langit Kresna Hariadi</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/R7L7BCYYSDI/AAAAAAAAABs/Lc820KXgDCE/s1600-h/Cvr_GM_5.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/R7L7BCYYSDI/AAAAAAAAABs/Lc820KXgDCE/s200/Cvr_GM_5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166467717784946738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/R7L62yYYSCI/AAAAAAAAABk/kLBz-Tj0a0k/s1600-h/Sejarawan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/R7L62yYYSCI/AAAAAAAAABk/kLBz-Tj0a0k/s200/Sejarawan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166467541691287586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; Hampir saya tidak mengenal apa itu lelah, penat, capek, tidur, ngantuk, makan, bahkan buang hajat sekalipun. Adalah tiga seria novel Gajahmada milik Langit Kresna Hariadi (LKH) habis saya santap mulai dari seri pertamanya; Gajahmada, lalu seri ke dua Gajahmada; Bergelut dalam Kemelut TAHTA dan ANGKARA, lalu seri ke tiga-nya Gajahmada; Hamukti Palapa, selama lima hari berturut-turut tidak ada hentinya. Kalau bisa digambarkan dalam bentuk makanan, tentu tiga novel sejarah yang berlatar belakang tentang MAHAPATIH  AMANGKUBUMI GAJAH MADA itu bisa dikatakan makanan yang sangat lezat, tidak hanya menjadikan perut yang tadinya lapar menjadi kenyang, namun menjadikan tubuh sehat, segar, dan menambah gizi yang banyak, bahkan menjadikan otak menjadi sedemikian segar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; Buku pertamanya dengan judul, Gajahmada; menceritakan tentang kisah pergolakan pada zaman Majapahit atau Wiwatika berlangsung. Pada saat itu terjadi makar atau pemberontakan yang dilakukan oleh Rakrian Kuti dan teman-temannya yang ingin berangan-angan menjadi raja Majapahit. Pemberontakan yang akan dilakukan oleh Ra Kuti dengan teman-temannya itu berhasil diendus oleh bekel Gajahmada. Pimpinan pasukan prajurit istimewa Bhayangkara itu berhasil menyelamatkan Raja Majapahit Prabu Sri Jayanegara dari percobaan pembunuhan dengan di bawa ke Bedander (LKH menyebutnya Bedadu yang akhirnya diluruskan oleh para sejarawan). Keberhasilan Gajahmada tidak hanya berhasil menyelamatkan Prabu Sri Jayanegara atau Kalagemet dari pembunuhan, namun berhasil merebut kembali tahta kerajaan dan berhasil membungkam pemberontakan Ra Kuti untuk selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada buku ke-dua dengan judul Gajahmada Bergelut dalam Kemelut TAHTA dan ANGKARA, menerangkan tentang kisah meninggalnya Prabu Sri Jayanegara diracun oleh Ra Tanca. Kematian Prabu Sri Jayanegara ini diikuti oleh beberapa misteri siapa yang berhak menempati damar kencana atau kursi kerajaan. Sekali lagi Gajahmada ternyata mempunyai andil yang tdak sedikit dalam perubahan kerajaan Majapahit, dia dengan kecerdasan dan penglihatan masa depannya memberikan pendapatnya kepada Ibu Suri Gayatri untuk memilih dua adik mendang Prabu Sri Jayanegara, yaitu putri Sri Gitarja dan putri Dyah Wiyat. Dia juga berhasil memadamkan beberapa pemberontakan kecil dan misteri-misteri pembunuhan yang dilakukan oleh pihak tertentu untuk mengail ikan di tempat yang keruh. Keberhasilannya kali ini membuat pangkatnya diangkat lagi dan bahkan ditarik dari Daha ke istana kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada buku ke-tiga dnegan judul Gajahmada; Hamukti Palapa; menerangkan tentang kisah sepak terjang Mahapatih Amangkubumi Gajahmada lebih hebta lagi. Pada kisah ini Gajahmada dibantu oleh pasukan Bhayangkara, Jalapati dan Sapu Bayu. Dan lebih-lebih atas bantuan temannya Aditiawarman putera Raja Melayu dan termasuk sepupu dari Prabu Sri Jayanegara. Pemberontakan Keta dan Sadeng dapat diselesaikan oleh Gajahmada dengan harga yang snagat murah, karena memang itulah kejeniusan berperang Gajahmada. Bahkan lebih jauh lagi dua pusaka Cihna gringsing lobheng lewih laka dan songsong Udan Riwis yang semula hilang berhasil didapatkan kembali. Dari keberhasilan demi keberhasilan itu, Gajahmada yang semula hanya berpangkat bekel dinaikkan menjadi Mahapatih Amangkubumi Mahapatih Amangkubumi. Di sini diterangkan pula bagaimana Mahapatih Gajahmada nebgucapkan Sumpah Palapa-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya bahasa yang dipakai oleh pak LKH sangat lugas, cair, dan tidak menyesatkan. Membaca tulisannya seraya saya seperti menontot film dengan adegan-adegannya yang terlihat jelas dipelupuk mata, baik adegan yang paling kecil pun. Setiap kata perkata dirangkai seperti mantra yang dapat mengantar pembacanya masuk ke sebuah dunia yang dihuni oleh pusaran badai, badai yang dapat menyeret pembacanya untuk semakin penasaran dan hanyut di sebuah dunia ratusan tahun silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak? Kalau setiap perkataan (tulisan) yang disajikan oleh LKH selalu menjajikan sebuah kegairahan untuk segera dapat menyelesaikan setiap detail rancangannya. Kejelasan dan sihir tulisannya membuat pembaca semakin bergairah untuk segera me-blejeti ¬setiap pakaian intrik di dalamnya, bahkan kejelasan tulisannya membuat saya seperti hadir dan melihat dengan dua mata kepala kisah di masa silam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat berkali-kali saya dibuat heboh dengan tulisannya, hingga saya berkali-kali harus bergumam sendiri hampir tidak percaya apa yang saya baca. “Luar biasa tulisannya, seperti sihir. Entah bagaimana ada seorang penulis mampu menulis sampai sedetail ini?!!!”, gumamku sendiri dan menekuri keganjilan tulisan LKH. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, belum pernah saya membaca tulisan guru LKH, yaitu SH MINTARDJA. Apakah gaya bahasa yang dipakai cukup memukai seperti LKH. Mungkin butuh waktu untuk membaca karya SH Mintardja dan melihat koherensi antara keduanya. Karya-karya SH Mintardja yang pernah saya kenal adalah Nagasasra dan Sabuk Inten, Suramnya Bayang-Bayang, Tanah Warisan dan Api di Bukit Menoreh Menoreh yang disebut sebagai novel the never ending story, lantaran ditinggal meninggal sebelum selsai jalan ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya LKH yang sedang berselancar dalam dunia imajinasi dengan mengambil latar belakang sejarah, harus mendalami litertur lebih banyak, atau berkunjung langsung ke lokasi, atau bertanya pada sejarawan Indonesia. Setelah buku pertamanya dihujat habis-habisan oleh para pengkaji dan ahli sejarawan di tanah air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan yang memukai itu sampai saat ini belum bernjak dari kehangatan ingatan saya. Bayangan adegan bagaimana Mahapatih Gajahmada memberi tugas kepada anak buahnya atau bagaimana menyebarkan telik sandi, membuat saya teringat-ingat terus. Setelah membaca tiga bukunya dan entah apakah suatu saat nanti saya bisa membaca sambungannya lagi apa tidak. Paling tidak saya berharap suatu saat nanti saya bisa menuntaskan segala penasaran saya dengan membaca sambungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak manfaat yang bisa didapatkan lewat sebuah novel sejarah atau kalau saya bisa menyebut dengan novel realis-history (Novel fakta yang berlatar-belakang sejarah). Seperti saya bisa memahami sebuah alur sejarah di masa Majapahit tanpa lelah dan bingung. Atau boleh dikatakan membaca novel tanpa diketahui dan dirasakan pembacanya mempelajari juga sejarah yang semstinya memusingkan kepala. Dalam bukunya yang ke-dua, LKH tidak main-main lagi dalam penulisannya, karena berbagai data telah dilengkapinya. Bahkan kalau ada sebuah nama yang hanya karya imajinasinya, LKH akan langsung mengatakan bahwa itu nama buatannya sendiri dan tidak ada dalam sejarah. Begitu hati-hati LKH dalam memungut perjengkal tulisannya, hiingga membuat saya harus menggeleng-ngeleng kepala karena tahjub. Semua itu tidak dia dapatkan tanpa memeras keringat, karena sebelumnya ia pernah mengalami kesalahan dan menunai protes oleh kalangan banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu menunjukkan bahhwa, ternyata sejarawan Indonesia tidak diam saja ketika ada sebuah kesalahan sejarah dilakukan oleh sebagian orang. Dan ini juga menjadi dalih bahwa geliat keilmuan di Indonesia menjadi semakin maju. Bahkan kritik sastra mulai berkembang semarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya dari pengamatan saya terhadap sebuah novel, baik Indonesia atau manca-negara, saya menemukan sebuah kenyataan, bahwa LKH mempunyai gaya penyampaian dan karakteristik tersendiri di dalam novelnya ini. Entah apa gaya penulisan novelnya ini termasuk dari hasil belajarnya kepada SH Mntardja apa tidak, saya masih belum bisa menjawab. Gaya penyampaian itu menjadi kian terperinci, ketika sebuah aspek cerita dalam cerita diceritakan atau dikisahkan dalam bentuk nyata kembali. Seperti halnya yang dilakukannya ketika Ibu Suri Gayatri dan Kiai Maling Wiragati bercerita tentang masa lalunya, ternyata penulis tidak mengkisahkan dengan hanya melalui perkataan langsung Ibu Suri gayatri dan Kiai Wiragati, namun penulis langsung menceritakannya dan ini bisa dinamakan cerita di dalam cerita, yaitu ketika menceritakan sesuatu kisah ketika tokoh yang dikisahkan bercerita juga. Ciri seperti ini baru saya temukan pada diri LKH dan mungkin inilah gaya disiplinnya dalam menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh menulis komentar lebih jauh, LKH dalam mengkisahkan ceritanya bisa disandingkan dengan novelis China Gu Long yang agak-agak njelimet dan menegangkan. Setidaknya LKH masih mempunyai kelebihan sedikit, yaitu ia berani atau mungkin mampu menggunakan perahu dan layar atas nama sejarah dalam penyampaian ceritanya, sedangkan Gu Long jarang sekali menyentu aspek sejarah. Lebih jauh lagi, novel sejarahnya yang panjang dan enam buku serinya itu, ternyata sulit disejajarkan dengan novelis-novelis lainnya. Seorang novelis besar Naguib Mahfouz-pun belum tentu akan mampu menulis novel sejarah sampai enam jilit atau serial. Padahal ia termasuk novelis mendunia, dan ternyata seorang LKH mampu berlayar di lautan fiksi dan imajinasi sampai sejauh itu melebihinya. Itu bisa dikatakan sangat luar biasa. Banyak orang mengetahui bahwa novelis Naguib Mahfouz (1911-2006) hanya mampu membuat novel sejarah menjadi trilogi saja. Seperti ‘Abs el-Aqdar, Radubis, dan Kafah Theba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bercerita tentang novel sejarah atau sebuah novel berlatar belakang sebuah sejarah. Saya ingat dengan raja dirajanya CERSIL (Cerita Silat) Asmaraman Kho Ping Hoo yang mampu menulis cerita silat bersambung hingga sampai 17 seri. Ceritanya yang berlatar belakang sejarah dinasti China dari zaman lima wangsa (907- 960 )- dinasti Manchu atau Qing (1644-1911). Novel yang begitu panjang dan entah berapa puluh ribu halaman itu pun mempunyai kejeniusan sendiri dan akan menjadi catatan sendiri bagi saya. Bebeda dengan LKH, seorang Asmaraman Kho Ping Hoo yang buta huruf China mampu menulis dengan gaya yang berbeda dari novelis lainnya, karena yang disuguhkannya ternyata tidak hanya fantastiknya, romantisnya, khayalnya, sejarahnya, bahkan lebih dari itu. Di sana Asmaraman Kho Ping Hoo mampu menjelmakan tulisannya sebagai bahan kajian filsafat yang akan menjadikan pembacanya menjadi orang baru dengan pemandangan hidup yang lebih baru. Kalau Asmarman Kho Ping Hoo mampu menghadirkan sebuah perenungan berupah perkataan filsafat terhadap pandangan, hidup, politik, negara, budaya, agama, percintaan sampai pada alam bawah sadar manusia dan lebih-lebih kelebihannya dalam menyeret pembacanya ke alam bawah sadar. Itulah LKH yang saya kira tidak kalah jeniusnya dengan seorang KPH sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari itu, saya berpendapat bahwa tulisan LKH tidak hanya akan mendapatkan atau bisa dikaji tentang novel sejarahnya,  namun sajian gaya kepenulisannya yang berbeda bisa dikatakan akan mampu membawa madzab abru terhadap sebuah novel. Saya tidak akan kaget, jika suatu saat novel LKH akan menjelma sebagai buku sejarah yang wajib dibaca oleh generasinya. Dan saya berpendapat, nama Langit Kresna Hariadi atau LKH bisa disejajarkan dengan para novelis seperti Naguib Mahfouz atau KPH, atau bahkan gurunya seklalipun yaitu SH Mintardja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel tentang Mahapatih Gajahmada yang ditulisnya, jangan hanya dibuat sebagai bahan bacaan yang biasa karena di dalamnya memuat pesan moral yang begitu banyak. Namun yang paling besar daris egala pesan adalah, bahwa negara Indonesia harus tetap bersatu jangan sampai terpecah belah oleh hanya sebuah TAHTA. Kalau kita sedikitboleh melihat Indonesia saat ini, maka kita akan merasakan apa itu sedih dan renyuh, karena gejala perpecahan itu mulai ada di setiap jengkal tanah air Indonesia. Sehingga saya berharap akann lahir seorang GAJAHMADA kedua yang dapat menyatukan kesatuan NUSANTARA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi nama para tokoh yang disebutkan LKH bisa dikatakan masuk akal, karena memang pada zaman itu banyak sekali para penduduk Jawa yang memakai nama-nama binatang atau benda-benda, seperti Gajah Enggon, Gagak Bongol, Lembu Peteng, dan lain-lain. Karena pemakaian nama-nama itu memang pernah saya jumpai, bahkan hingga saat ini. Lebih menarik dan mempesona lagi, ternyata LKH tidak keluar dari ke-jawa-annya ketika menulis novelnya, karena dari segi gaya tulisan yang dihadirkan terlihat sekali bahwa ia termasuk orang Jawa yang sangat memahami adat dan kebudayaannya. Itu terlihat dari berbagai tulisannya yang banyak ditemui berbahasa Jawa kuno dan adat-adat seperti ilmu titen-nya dan adat-adat lainnya bisa diceritakan dengan mengalir tanpa kemandekan.&lt;br /&gt;Akhirnya saya harus menyelesaikan komentar pendek saya bahwa LKH adalah novelis sejarah yang namanya bisa disejejarkan dengan novelis besar seperti, Naguib Mahfouz (Mesir), Asmaraman Kho Ping Hoo (Indonesia), Gu Long (China), Jin Yong (China) dengan novel triloginya Rajawali, Alexander Solzhenistsyn dengan novelnya August), Eiji Yoshikawa (dengan novelnya Mushashi), Luo Guanzhong  (dengan novelnya Romance of the Three Kingdoms), Pramoedya Ananta Tour dengan Roman Tetralogi Buru-nya (Bumi Manusia, Anak Semua Bnagsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca), John Shors dengan novelnya Beneath A Marble Sky, dan masih banyak para novelis lainnya yang mengusung karya fiksi dengan bumbu sejarah atau berlayar sejarah. Akhirnya saya harus mengakui bahwa LKH adalah novelis yang saya kagumi. Semoga saya bisa menjadi penulis bisa menelurkan tulisan-tulisan menggugah seperti dirinya dan saya saat ini juga akan menganggap LKH adalah salah satu guru, walaupun belum pernah bertemu, seperti halnya dirinya yang menganggap SH Mintardja sebagai gurunya.&lt;br /&gt;Dan akhirnya lagi, selamat atas kesuksesan. Semoga LKH masih diberi hati yang suci, sehingga semua tulisannya yang dibaca ribuan bahkan kemungkinan jutaan orang termasuk karya suci darinya. &lt;br /&gt;Sampai saat ini saya penasaran kisah selanjutnya, entah apakah Mahapatih Gajah Mada dapat melaksanakan Hamukti Palapa-nya apa tidak?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;”untuk mewujudkan mimpi&lt;br /&gt;kita semua, aku bersumpah akan menjauhi hamukti wiwaha sebelum&lt;br /&gt;cita-citaku dan cita-cita kita bersama itu terwujud. Aku tidak akan&lt;br /&gt;bersenang-senang dahulu sebagaimana hakikat arti dari hamukti wiwaha.&lt;br /&gt;Aku memilih kebalikannya. Aku akan hamukti palapa sampai kapan pun,&lt;br /&gt;sampai Majapahit yang aku inginkan dan kita inginkan bersama menjadi&lt;br /&gt;kenyataan. Aku akan tetap berprihatin dalam puasa tanpa ujung, yang&lt;br /&gt;itulah hakikat arti dari sumpahku, Sumpah Palapa, semata-mata demi&lt;br /&gt;kebesaran Majapahit.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku bersumpah untuk tidak akan beristirahat,” Gajah Mada&lt;br /&gt;berteriak. ”Lamun huwus kalah Nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah&lt;br /&gt;ring Gurun, ring Seram, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali,&lt;br /&gt;Sunda, Palembang, Tumasek, samana ingsun amukti palapa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau artinya;&lt;br /&gt;Sumpah Palapa tersebut berarti, jika telah berhasil menundukkan&lt;br /&gt;Nusantara, aku baru akan beristirahat. Jika Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasek, telah tunduk, barulah aku akan beristirahat.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 01 Pebruari 2008&lt;br /&gt;Oleh; Elfenan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-8297985374595627126?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/8297985374595627126/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=8297985374595627126&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/8297985374595627126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/8297985374595627126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2008/02/dongeng-mahapatih-gajah-mada-pak-langit.html' title='Dongeng Mahapatih Gajah Mada; Pak Langit Kresna Hariadi'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/R7L7BCYYSDI/AAAAAAAAABs/Lc820KXgDCE/s72-c/Cvr_GM_5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-4255319521886598516</id><published>2007-10-24T16:40:00.001+02:00</published><updated>2009-04-21T01:01:47.465+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kornish Nil'/><title type='text'>Sakkia Abdel Muneim El Sawy</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kehausan akan curahan seni, budaya dan sastra benar-benar telah menjadikanku semakin menggeliat tidak tentu. Sudah lama aku ingin jalan-jalan sambil ditemani kesejukan hati ke sebuah tempat dimana para artis, seniman, teateris, sastrawan, penulis, pemikir, ulama’, mahasiswa, dan para wartawan berkumpul. Di Mesir, kita hanya akan menemukan beberapa markas para seniman berkumpul, itupun tidak pernah menyeluruh seperti apa yang dicapai oleh Sakkia Abdel Muneim El Sawy. Di tempat inilah dari sastrawan sampai pemuda-pemudi yang haus akan dunia seni, sastra, budaya, agama sampai dunia kepemudaan berkumpul. Sudah lama sekali aku ingin berkelana melihat bagaimana sebenarnya dunia&lt;li&gt;&lt;a href="http://culturewhell.com" target="_blank"&gt;Sakkia&lt;/a&gt;&lt;/li&gt; yang dibangun oleh penulis besar, wartawan Gumhouria dan novelis ini. Sakkia atau bisa dikatakan tempat bercurahnya keilmuan dan kebudayaan ini dibangun pada tanggal 15 Juli 2002 oleh wartawan Abdel Muneim El Sawy. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bisa dikatakan Sakkia masih baru dibangun, walaupun begitu suaranya sudah berdengung sampai kepelosok-pelosok desa di Mesir, bahkan banyak juga para seniman dan sastrawan dari manca negara, seperti Perancis, Itali, Amerika, Inggris dan Scotlandia makang di tempat ini. Hari Senin, tepatnya tanggal 22 Oktober 2007 kemarin aku bersama dua teman berkunjung ke dunia Sakkia yang berada di akhir jalan atau jembatan 26 July, Zamalek, Cairo, Mesir. Rasa penasaranku terhadap tempat ini membuatku benar-benar tidak bisa tenang, setelah melakukan perjalanan jauh dengan berjalan kaki sambil sesekali bertanya, akhirnya kami sampai juga di tempat tujuan kami. Aku sendiri kaget ketika melihat tempat Sakkia yang didengung-dengungkan sebagai tempat para artis, sastrawan, seniman, penulis dan pemuda-pemudi berkumpul ternyata hanya seperti itu. Dahulu ketika pertama kali aku mendengarkan nama Sakkia dari beberapa iklan dan khususnya dari majalahnya yang diberinama Sakkia El Waraqiyya. Aku membayangkan bahwa gedung Sakkia sangat besar dan mewah, tapi setelah melihatnya sendiri, ternyata semuanya lain. Bahkan salah satu temanku tertawa nyengir melihat gedung Sakkia yang aneh itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung Sakkia yang diberi nama Khan Sakkia ternyata hanya gedung sederhana yang dibangun di bawah jembatan 26 July. Ketika melihat seperti itu, aku jadi ingat negeriku Indonesia. Di Indonesia, di kolong jembatan seperti itu adalah tempat dimana para saudara-saudaraku yang diberi embel-embel sebagai orang-orang gelandangan bertempat tinggal, daerahnya kumuh dan menjijikkan. Tapi di Mesir ini, tempat seperti itu malahan dijadikan sebagai tempat berkumpul para orang-orang keren. Aku sangat kecewa terhadap apa yang kulihat. Tapi dibenakku ada selentingan rasa memuji pendirinya, karena ternyata seorang wartawan besar seperti Abdel Muneim mempunyai cita rasa dan inisiatif yang berbeda dan menyeni sekali. Ketika aku terbengong-bengong melihat gedung kecil yang ada di bawah jembatan itu, salah satu temanku mengajak untuk masuk. Ketika masuk aku bertambah bengong, karena pemandangan antara di luar dengan di dalamnya sangat berbeda. Lima menit kami membaca beberapa pengumuman tentang jadwal acara, seperti kajian ilmiah, teater, pementasan puisi, pameran lukisan, pameran musik, nonton film bareng sampai ajang perkumpulan anak muda biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di setiap sudut dinding di dalam Khan Sakkia terdapat sebuah pengumuman yang tertulis bahwa di daerah ini dilarang merokok, siapa yang melanggar akan dikenai denda 100 pound (200 ribu rupiah). Aku hanya bisa begumam “luar biasa tempat ini!”. Lalu telingaku mendengar suara alunan musik band. Belum lagi aku bertanya ke teman dimana asal suara itu, salah satu temanku sudah menyeretku untuk masuk ke sebuah ruangan yang ada di belakang. Baru saja aku masuk ke ruangan itu, aku bertambah terbengong-bengong seperti seorang pemuda melihat cewek cakep. Yang kulihat bukan sekedar cewek cantik saja, tapi pemandnagan di dalam ruangan ini begitu indah, nyaman, tenang dan romantis. Ruangan tang diberi nama Qa’ah Nahr (River Hall) ini berada di samping anak sungai Nil, sambil menikmati lantunan pameran musik, kita juga bisa menikmati keindahan sungai Nil. Group Band Arab yang sedang latihan itu ternyata melantunkan lagu Arab yang digubah sedemikian rupa hingga menyerupai lagu-lagu Inggris, belum pernah aku mendengarkan Band Arab seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu salah satu temanku mengusulka untuk memesan kopi dan sambil menyeruput kopi aku dan teman-teman menikmati beberapa lagu dari Band Arab. Aku menikmati lagunya di pinggir sungai Nil da mataku tidka henti-hentinya menatap aliran Nil yang berjalan dengan santun dna sopan. Di dalam ruangan ini disediakan beberapa makanan dan minuman yang snagat murah. Bisa dikatakan tempat tidak sekedar sebagai tempat pameran musik dan teater saja, tapi lebih jauh lagi sebagai kafe, perpustakaan dan tempat liburan yang romantis. Lagu Band Arab sudah selesai dan saat ini para pemainnya sudah turun dan sedang bebincang-bincnag di sebelah tempat kami duduk. Kami pun berbincnag-bincang sekitar setengh jam. Tiba-tiba salah satu temanku menunjukkan kepadaku adagadis Mesir cantik. Sekilas aku melirik dan aku sampai bengong melihat seorang gadis berpakaian serba hitam itu melenggang dengan tenang menuju ke para pemain Band yang rata-rata mempunyai tubuh keren itu. Gadis itu sepertinya bukan asli ornag Mesir, karena wajahnya mirip sekali orang Eropa. Berkali-kali kami membicarakan dan mencoba menembak sebenarnya gadis itu aslid ari Mesir apa berdarah Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terasa bahwa kami sudah hampir sejam berada di dalam ruangan ini. Dan ada beberap petugas menyuruh kami keluar, karena Band Arab yang tadi sedang latihan sebentar lagi akan manggung. Bagi yang ingin melihat pementasannya itu harus membeli tiket dulu. Akhirnya kami keluar untuk mencari informasi tentang cara pendaftaran keanggotaan Sakkia. Di ruangan yang diberi nama Qa’ah Hikmah (Wisdom Hall) itu kami mendapatkan informasi pendaftaran. Untuk mendapatkan kartu keanggotaan, kami harus mengisi folmulir dan membayar pendaftaran 20 pound untuk masa satu tahun. Bagi anggota Sakkia bisa mendapatkan potongan 5 pound setiap ada pagelaran seni dan kebudayaan, juga kita bisa meminjam beberapa buku di perpustakaan Sakkia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut lagi, ternyata Sakkia mempunyai tiga ruangan khusus, yaitu ruang sungai (River Hall) yang digunakan untuk pementasan tentang dunia pemusikan. Ruang himah (Wisdom Hall) adalah ruangan yang digunakan sebagai tempat pengajian tentang keagamaan. Sedangkan ruang kata (Word Hall) adalah tempat pagelaran teater, pembacaan puisi dan kajian ilmiah dan kebudayaan. Di tempat lain juga ada sebuah ruangan untuk perpustakaan bagi anak kecil, pelajar, mahasiswa dan para guru.setelah emngetahui beberapa informasi seperti itu, aku dapat melihat bahwa area tempat Sakkia ternyata cukup luas dan panjang, karena ia berada di bawah jembatan dan di samping aliran sungai Nil. Aku pun jadi tahu, bahwa arsiktur pembuatan tempat ini memang cicik sekali, karena tidak mengganggu orang lain. Orang tidak akan tahu dan mendengar suara musik yang keras jika di atasnya telah ada suara berisik dari mobil yang lewat jembatan. Diantara kelebihan Sakkia dnegan tempat lain seperti Opera House, Britist Council, El Harrawy dan lain-lainnya adalah bahwa tempat ini bisa menggabungkan diri antara dunia seni-budaya dengan keilmiahan dan dunia agama. Dan tempat yang sederhana itu ternyata memiliki keistimewaan yang suli dicari ditempat lainnya. Diakhir kata aku bisa mengatakan, bahwa sesuatu yang dibangun dari sebuah kesedarhanaan dan pemikiran yang ikhlas, akan menunai suatu yang tinggi dan maha dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-4255319521886598516?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/4255319521886598516/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=4255319521886598516&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/4255319521886598516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/4255319521886598516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2007/10/sakkia-abdel-muneim-el-sawy.html' title='Sakkia Abdel Muneim El Sawy'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-5887359768830878285</id><published>2007-10-24T16:37:00.001+02:00</published><updated>2009-04-21T01:02:26.924+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Mengelupas Definisi Sastra</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengelupas definisi sastra sampai ke akar-akarnya tidaklah semudah kita membalikkan telapak tangan, mengelupasi definisi sastra yang begitu banyaknya hampir sama sulitnya dengan menghitung warna dalam pelangi, karena disamping kita belum bisa menemukan definisi yang betul-betul mencukupi, juga di sekitar sana masih ada definisi-definisi liar yang disuguhkan oleh perorangan yang ikut andil dalam mendefinisikan sastra sesuai dengan keinginannya. Definisi-definis liar inilah yang membuat para pakar bahasa dan sastrwan sendiri menjadi pening.&lt;br /&gt; Tapi dari semua definisi yang diberikan oleh orang-orang, baik dari para pakar bahasa, sastrawan ataupun orang awam sendiri kita bisa mengambil tiga inti dasar dari definisi-definisi itu. Tiga inti yang ada pada definisi-definisi itu adalah keindahan, tulisan dan obyek sastra. Dari tiga inti dasar definisi sastra ini, telah muncul warna-warni sastra yang membingungkan. Dari tiga inti dasar definisi sastra ini juga muncul berbagai permasalahan yang membuat seorang sastrawan harus berfikir secara keras untuk menemukan jawaban dari pertanyaan itu. Permasalahan-permasalahan itu muncul baru-baru ini, ketika kebudayaan menjadi semakin tua dan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;I– Keindahan&lt;br /&gt; Apakah sastra itu harus indah?, mungkin seringkali pertanyaan itu menyentuh benak kita, kerap kali sastra dihubungkan dengan keindahan dan kertistikan. Bahkan ada beberapa golongan yang mengklaim bahwa sastra itu harus indah, jika ada karya sastra tanpa keindahan dan keartistikan, maka karya sastra itu bukan disebut sastra lagi. Apakah semua itu betu?, untuk menjawab itu, saya ingin menanyakan kepada Anda-anda sekalian, seberapa banyak karya sastra yang Anda baca dan seberapa banyak Anda mengetahui tentang sastra.&lt;br /&gt; Dari definisi yang kita dapatkan dalam kamus KBBI kemarin, bahwa sastra harus memiliki ciri keunggulan, diantaranya adalah keindahan. Ciri khas ini harus selalu melekat pada sebuah karya sastra (ibda’), baik dalam bentuk prosa atau puisi. Lah, terus bagaimana dengan para sastrawan dan penyair yang membuat sebuah karya sastra tanpa adanya keindahan di dalamnya?. Apakah itu termasuk karya sastra?. Pada dasarnya keindahan hanyalah sebuah ciri pada sastra yang bisa dihilangkan dan digantikan dengan ciri yang lain, seperti halnya sebuah perhiasan dan baju yang ada pada diri manusia. Semua itu bisa diibaratkan sebagai seorang perempuan yang cantik, apakah seorang yang cantik itu dilihat dari keindahan perhiasan dan bajunya, tentu tidak!. Kecantikan tidak harus disandarkan kepada keindahan sebuah perhiasan yang dipakai seseorang, kecantikan dan keindahan pada seseorang lebih banyak terpancar pada dirinya sendiri, cara pandang seseorang padanya, dan perbedaan sudut pandang seseorang. Seperti itu juga sebuah karya sastra, keindahan hanya sebagai salah satu ciri khasnya, yang terpenting adalah sesuatu yang memancar dari diri sastra itu, bukan embel-embel yang lainnya. &lt;br /&gt; Memang sebuah sastra tidak bisa terlepas dari keindahan, entah itu dalam takaran sedikit atau banyak. Tapi keindahan itupun masih umum, karena keindahan sendiri bisa diartikan menjadi banyak, entah keindahan dalam bahasanya, filsafatnya, pesan akhirnya, ataupun keindahan sebuah alurnya. Tapi diantara semua keindahan itu, yang paling ditekankan adalah keindahan pada pesan sastra dan alurnya, bukan keindahan bahasa yang di dalamnya tidak ada isinya. Isi pada sebuah sastra adalah perkara yang paling penting, karena bagus tidaknya sebuah sastra bisa dilihat dari isi yang dimuat oleh sebuah karya sastra. Jadi keindahan pada sebuah karya sastra bisa dibilang hanya sebuah perhiasan sastra yang bisa dipakai atau dicopot, sedangkan isi pada sastra itu yang menentukan semuanya. Kalau kita bisa melihat seperti karya sastranya novel Ngauib Mahfouz (Awlad Haritna), Dan Brown (Da Vinci Code), Seno Gumira Ajidarma (Negeri Senja), dan puisinya Muchtar Lubis (Harimau), dan lain-lainnya. Di sana kita bisa menemukan tulisan yang jauh dari sebuah keindahan (kata-kata), karena semuanya lebih banyak menyuguhkan sebuah simbol-simbol yang membuat kita harus mengerutkan kening untuk dapat memecahkannya. Tapi dari semua karya sastra itu kita bisa mendapatkan sebuah pelajaran yang sangat mahal tentang kebebasan perpikir, berpendapat dan demokrasi pada sebuah negara. Begitu juga dengan novel filsafat karya Jostein Gaarder dengan judul Dunia Sophie-nya yang memuat pelajaran tentang filsafat, semuanya jauh dari keindahan bahasa yang banyak diagung-agungkan oleh orang-orang hingga saat ini. Dengan adanya sebuah karya yang seperti itu apakah keindahan bahasa dalam sastra menjadi sebuah ciri khas yang tidak bisa dihilangkan?. Keindahan bahasa tidaklah mutlak harus ada pada sebuah karya sastra, yang terpenting adalah pesan yang dibawa oleh karya satra itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II– Tulisan&lt;br /&gt; Definisi yang akan saya kupas adalah definisi yang menyatakan bahwa sastra adalah karya tulis, atau creative writing of recognized artistic value. Sastra adalah sebuah cerminan ide atau bahasa yang dituangkan lewat sebuah karya atau tulisan. Secara mutlak, patokan sastra tidak harus dituangkan dengan cara tulis, kenapa?. Karena menuangkan sebuah gagasan dalam otak manusia tidak hanya lewat tulisan, di sana masih ada banyak wahana yang bisa dibuat untuk wadah sebuah gagasan (karya sastra).&lt;br /&gt; Sarana yang dipakai manusia untuk mengaktualisasikan ide-ide, gagasan-gagasan dan hasil pikirannya tidak terbatas pada tulisan saja, sarana-sarana lainnya basih banyak sekali, diantaranya adalah bercerita dari mulut ke mulut (safawiyah/oral), tulisan, gambar (visual), suara (audio), audio-visual, gerakan, atau tidak gerak sama sekali. Jadi tulisan bukan satu-satunya sarana yang ada pada kehidupan kita, di sana masih ada puluhan, bahkan ratusan sarana lainnya yang terus menerus muncul di dalam kehidupan kita. Coba kita tengok sarana pertama kita ketika pertama kali kita lahir ke dunia ini, dengan menangis. Menangis adalah sarana pertama manusia untuk merealisasikan kedukaan dan kegembiraannya dan sarana komunikasi terhebat bagi manusia ke manusia lainnya.&lt;br /&gt; Mungkin, definisi itu bisa disepakati dan dipakai patokan bagi sastra pada zaman puluhan tahun silam, tapi untuk saat ini apakah definisi itu masih bisa berlaku, apakah definisi seperti itu masih bisa membuat seseorang diam?, tentu tidak. Mungkin pula, pada waktu itu media yang paling baik untuk mengaktualisasikan sastra adalah lewat tulisan, disamping mudah juga hasilnya cukup bagus dan bisa dijangkau oleh semua kalangan. Sedangkan media atau sarana yang lainnya sangat sulit didapatkan dan digunakan. Faktor sejarah seperti itu tidak bisa dipungkiri lagi, karena adanya saat ini adalah hasil dari masa silam, dan adanya saat ini akan membawa hasil di masa depan. Setiap sesuatu selalu berupa bersamaan dengan berubahnya arah jarum jam dari setik sampai jam. Begitupun dengan sastra dan definisi-definisinya, sudah selayaknya untuk diubah juga, karena definisi yang kita pakai sudah cukup tua, cukup untuk dipensiunkan dan dirubah dengan yang baru yang mampu mencakup semuanya.&lt;br /&gt; Dengan kenyataan saat ini, seperti sarana gambar (visual) misalnya, sastra semakin luas cakupannya. Dari gambar (visual) itu, seperti lukisan, karikatur, foto dan lain-lainnya telah mewakili sastra dan seni untuk mengaktualisasikan ide-ide dan gagasan-gagasan pada diri manusia, seperti halnya dengan novel, cerpen, puisi, naskah drama dan lain-lain yang dihasilkan lewat sarana tulisan. Begitu juga dengan sarana suara (audio) yang menghasilkan karya seni dan sastra lewat sandiwara, cerita dan lain-lainnya. Atau gabungan antara gambar (visual) dan suara (audio) yang diwakili oleh film, sinetron dan lain-lainnya. Dan masih banyak lagi sarana-sarana lainnya yang ada pada kehidupan kita saat ini.&lt;br /&gt; Tentang hubungan sastra dan seni, bisa dikatakan sebagai satu tubuh, karena kedua-duanya berjalan seiringan, seni seperti halnya keindahan. Kedua-duanya termasuk ciri dari sebuah sastra. &lt;br /&gt; Makanya dari itu semuanya, penulis mencoba untuk mendefinisikan sastra sebagai cerminanan dari kehidupan-baik dari sastrawan itu sendiri atau dari lainnya- yang direfleksikan melalui media-media, baik bahasa, tulisan, ataupun audio-visual dengan hiasan artistik, keindahan dan lainnya, dan dengan tujuan tertentu. Bukan sekedar mendefinisikan saja, tapi lebih banyak untuk mencoba melakukan rangkulan-rangkulan ke semua aspek. Walaupun penulis sendiri tidak memungkiri adanya kekurangan-kekurangan saat ini atau yang akan datang, karena penulis lebih suka tidak mendefinisikan sastra sesuai dengan pernyataan Ibn khaldun tentang sastra yang mengatakan, “Sastra tidak bisa didefinisikan dan tidak ada definisinya”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;III– Obyek Sastra&lt;br /&gt; Obyek sastra bisa muncul dari dalam diri sastrawan sendiri atau dari luar, bisa berbentuk sebuah kritikan, emosi, informasi, pembelajaran dan lain-lainnya. Seperti yang dikatakan oleh Mahmud Stanie bahwa unsur pembangun sastra (obyek sastra) banyak sekali, bisa dari budaya dimana sastrawan itu tinggal, atau kebudayaan orang lain dimana sastrawan mendapatkan inspirasi darinya. Cara berfikir, tempat tinggal, budaya, geografis dan politik bisa memunculkan berbagai corak sastra. Makanya obyek sastra atau unsur pembangun sastra bisa dikatakan ada dua secara garis besarnya, yaitu intrinsik (unsur dalam) dan ekstrinsik (unsur dari luar). Maksud dari unsur intrinsik adalah bahwa obyek pembangun sastra ada pada diri sastrawan sendiri, di mana semua ide, gagasan dan khayalan keluar dari dalam diri sastrawam. Seperti ketika seseorang menulis sebuah novel yang diambil dari kisah perjalanan kehidupan sendiri atau dari buku hariannya, maka obyek sastra yang diambil adalah dirinya sendiri.&lt;br /&gt; Berbeda dengan ketika ada seseorang menulis sebuah sajak yang diambil dari cerita orang lain atau menceritakan orang lain, seperti sajak dari W. S. Rendra Paman Doblang, Rendra menceritakan tentang seorang yang dipenjara oleh penguasa yang diktator, ia ingin menceritakan tentang seorang penguasa yang diktator. Unsur yang ini dinamakan unsur ekstrinsik. “Sastra adalah cerminan dari kehidupan dari pernik-perniknya sampai yang besar”, kata Dr. Syafiq Abdur Razaq Abi Sa’dah dosen fakultas bahasa Arab universitas al-Azhar. &lt;br /&gt; Dari kedua unsur inilah ide-ide mengalir deras, ide dan gagasan akan datang bersamaan dengan kehidupan manusia dari zaman ke zaman, karena hakekat sastra adalah salinan atau cerminan sebuah kehidupan manusia, makanya benar apa yang dikatakan Plato, bahwa sastra adalah sebuah karya tiruan realitas, yang notebenenya adalah tiruan dari dunia ide. &lt;br /&gt; Makanya  ada benarnya ketika ada seseorang mengatakan bahwa dengan membaca karya sastra, Anda sama dengan melihat dan membaca sebuah kehidupan manusia, bisa dibilang sastra mirip seperti surat kabar, cuma bedanya sastra dihiasi dengan berbagai perhiasan yang menarik. Ada juga yang mengatakan bahwa sastra adalah hasil karya berupa hayalan tingkat tinggi seseorang, dengan mengatakan seperti ini, Anda menyatakan kebenaran apa yang dikatakan oleh Plato, Anda menyetujui dan menyepakatinya, padahal tidak juga. Buktinya adalah tidak semua karya sastra berasal dari hayalan saja, ada juga yang berasal dari dunia realis dan benar-benar ada dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt; Terus apa hubungan budaya dan sastra?, kalau saya bisa mengatakan, sastra muncul dari budaya, sastra juga bagian dari budaya. Begitu juga budaya kadang-kdang bisa tercipta karena budaya. Seperti novelnya Arthur C. Clarke  yang berjudul Space Odyssey, Arthur mengkisahkan tentang sebuah komputer yang bisa menerima perintah-perintah manusia, komputer itu juga mampu diajak berbicang-bincang layaknya manusia. Dari novel Arthur ini, para ilmuan hingga saat ini mencoba membuat komputer semisal komputer yang ada di novelnya . Ini yang dinamakan sebuah karya sastra bisa membangun sebuah peradaban dan budaya, dan masih banyak karya sastra lainnya yang semisalnya.&lt;br /&gt; Hubungan sastra dan budaya bisa diibaratkan seperti seekor ayam dan sebutir telur. Kita akan sulit menentukan mana yang dahulu dari keduanya, karena keduanya saling berhubungan dan saling mempengaruhi yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya.&lt;br /&gt; Budaya adalah obyek luar bagi sastra, ia juga bisa memunculkan corak yang bermacam-macam. Corak sastra ini akan muncul bersamaan dengan bermacam-macamnya budaya yang ada di bumi. Seperti budaya China yang membawa corak sastra China dengan peperangan-peperangannya. Juga budaya Arab yang membawa corak sastra Islam. &lt;br /&gt; Akhirnya sastra adalah karya terbesar, termulia, dan terhebat. Seorang sastrawan adalah seorang pencerita hebat, ia juga termasuk psikolog yang menghubungkan manusia dengan manusia.&lt;br /&gt; Sastra begitu besar, tidak mungkin manusia untuk mendefinisikannya, karena sastra tidak butuh didefinisikan dan tidak perlu didefinisikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibliografi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdur Razaq Abu Sa’dah, Syafiq, Muthalaat fil Adabil Umawi, al-Azhar, Kairo, 2006.&lt;br /&gt;Abdur Razaq Abu Sa’dah, Syafiq, Qithafun min Tsimaril Adabil Umawi, al-Azhar, Kairo, 1992.&lt;br /&gt;Al-Askandari, Ahmad, et. al. Al-Mufassil fi Tharikhil Adabil Arabi, Maktabah al-Adab, vol. 1, Kairo, 2005.&lt;br /&gt;Ahmad Badawi, Ahmad, Asasun Naqd al-Adab indal Arab , Nahdhah Misr, Giza, cet. VII, 2004.&lt;br /&gt;Hussain, Thaha, Fil Adabil Jahili, Dar el-Ma’arif, Kairo, cet. X, tanpa tahun terbit.&lt;br /&gt;Dhaif, Syauqi, Al-Ashrul Jahili, Dar el-Ma’arif, Kairo, cet. IV, tanpa tahun terbit.&lt;br /&gt;Gunawan, Adi, Kamus Praktis Ilmiah Populer, Kartika, Surabaya, tanpa tahun terbit. &lt;br /&gt;Afif, Hamid, Menyampaikan Ideologi Lewat Sastra, makalah kajian lepas Gamajatim pada tanggal 30 September, Kairo, 2006.&lt;br /&gt;Niswah el Fidaa, Dhoriefah, Problematika Definisi Sastra, makalah kajian lepas Gamajatim pada tanggal 30 September, Kairo, 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-5887359768830878285?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/5887359768830878285/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=5887359768830878285&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/5887359768830878285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/5887359768830878285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2007/10/mengelupas-definisi-sastra.html' title='Mengelupas Definisi Sastra'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-1493017676766619908</id><published>2007-10-24T16:31:00.001+02:00</published><updated>2009-04-21T01:03:20.088+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kornish Nil'/><title type='text'>Kenapa Harus Menulis?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt; Mungkin bagi sebagian orang yang pernah nonton film dengan judul Catatan Akhir Sekolah di sana, kita bisa menemukan sebuah jargon (Maksudnya pesan filmnya) atau idiologi dari film itu yang mengatakan bahwa kita hidup(seorang murid/mahasiswa) adalah hanya untuk mecatat. Mungkin bagi sebagian orang, pesan yang seperti itu tidak menimbulkan sesuatu yang perlu diingat atau diperhatikan lebih khusus, tapi bagiku pesan itu menjadi sesuatu yang dahsyat dan penuh makna tersendiri. Aku bisa mengatakan bahwa diriku ada sedikit kecondongan tentang masalah itu, tapi bukan berarti aku sepakat secara bulat-bulat terhadap pesan seperti itu. Menurutku kehidupan yang paling berarti adalah ketika kita bisa sedikit menulis bukan mecatat semua detik kehidupan kita sendiri atau yang berhubungan dengan alam lingkungan di samping kita hidup.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; Terdapat perbedaan mendasar antara menulis dan mecatat, kalau dalam bahasa Inggrisnya menulis diartikan write, sedangkan mecatat diartikan sebagai note. Ini menunjukkan bahwa dimanapun dan apapun bahasanya, antara menulis dan mecatat ada perbedaan yang sangat mendasar, baik dari segi penggunaan kata atau fungsi kata, arti, dan kekhasannya atau keunggulannya. Menulis adalah salah satu kata yang bisa digunakan dalam segala kondisi dengan aspek yang lebih luas dan merata, sedangkan penggunaan kata mecatat adalah sebuah kata yang digunakan dalam kondisi yang lebih khusus dengan kondisi yang sempit dan terbatas. Kata mecatat digunakan untuk istilah dalam sebuah kasus atau kondisi yang sempit dan dalam waktu yang pendek, seperti halnya catatan akhir sekolah. Ini berarti bahwa kondisi mecatat hanya dibataskan pada detik-detik dalam kehidupan bersekolah. Sering kali kata catatan dibataskan pada sesuatu yang lebih sempit dan pendek, karena memang makna asli dari kata itu menyempitkan dan mengkhusukan sesuatu yang disandarkan pada kata itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lebih senang menulis. Itu sudah jamak kalau kita mau berpikir ke masa depan. Aku mulai suka menulis ketika aku selesai ikut lomba karya ilmiah nasional di Malang, Jawa Timur. Waktu itu aku mewakili sekolahku untuk maju ikut lomba, setelah guru bahasa Indonesia dan sastra Indonesia mendesakku. Sebenarnya aku sendiri sudah tidak ada mood untuk mengikuti lomba atau menulis lagi, karena waktu itu aku harus konsen pada ujian akhirku. Dengan bekal bismillah aku pun terpaksa ikut. Sebelum menulis aku harus melakukan riset dan pengekploitasian data ke perpustakaan dan berbagai tempat. Waktu riset aku membutuhkan waktu sekitar satu bulan, sedangkan untuk menulis hanya membutuhkan waktu dua minggu. Setelah selesaid an diserahkan ke Malang, aku menunggu terus dengan hati agak khuwatir, maklum ini adalah lomba terbesar dalam hidupku waktu itu. Setiap satu minggu, aku mendapatkan surat dari Malang yang isinya hasil karyaku diterima. Aku mendapatkan empat kali surat, isi pertama menjelaskan bahwa karyaku telah sampai dan diterima. Isi ke dua menjelaskan tentang penyeleksian dari 150 peserta dari berbagai propinsi dan aku masuk pada 70 peserta terbaik, lalu isi ke tiga kuterima yang isinya menerangkan bahwa aku masuk pada 40 peserta yang diterima. Surat ke empat kuterima dengan hati getir, karena aku tidak bisa masuk dalam penyeleksian 12 peserta terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di sini aku mules sekali. Di surat itu dijelaskan banyak sekali kekurangan, baik dari segi judul dan pendalaman riset. Aku bisa masuk ke dalam 40 besar, karena tata kebahasaan tulisanku bagus. Setelah kegagalanku ini, aku jadi pobia atau takut terhadap beberap perlombaan. Aku tidak mau lagi mengikuti perlombaan. Tapi dari segi menulis, aku semakin haus dan lapar. Setelah lulus dan aku mau meneruskan ke jenjang S1 di Mesir di saat itulah guru bahasa dan sastra Indonesiaku memberi pesan padaku untuk selalu menulis, karena katanya bakat ada pada penulisan. Sebenarnya aku tidka begitu percaya tentang bakatku itu, aku hanay percaya bahwa aku tidak mempunyai kemampuan dalam berbicara, sehingga membuatku harus belajar menulis dan menulis. Menulis bagiku adalah berbicara juga, bahkan lebih hebat lagi, karena kita akan mentransformasi keilmuan kita juga. Setelah aku berada di Mesir, aku sempat mengalami kecanduan untuk menulis, sehingga hari-hariku di Mesir tidak terlepas dari pena, tulisan dan buku bacaan. Kemana pun aku pergi, aku selalu membawa tiga teman setiaku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menemukan ide tentang apa yang akan kutulis, aku sering kali melakukan jalan-jalan. Entah ke mana, asalkan jiwa dan pikiranku bisa melayang bebas untuk menemukan pernik-pernik kehidupan yang bisa kutulis. Kadang dalam bis, aku terdiam seperti ornag melakukan meditasi, bukan melamun atau apa, tapi sengaja kulakukan untuk mencari ide tulisan. Hingga saat ini aku telah menulis banyak artikel, esai, puisi, cerpen dan bahkan novel. Walaupun tidka bagus amat tapu cukup memuaskan sebagai awla dari pena yang masih muda walaupun dengan umur yang tua. Hingga saat ini aku masih menulis, sebagai gerbang dan alat untuk berbicara dan memindah ilmu pengetahuan yang kumiliki. Sejak di Mesir, aku jadi tahu bahwa kalau harimau mati meninggalkan belang, gajah meninggalkan taring, maka aku akan meninggalkan karya tulisan ketika aku meninggal suatu saat. Setidaknya inilah yang kupahami dari seorang penyair Qus bin Sa’dah, bahwa seseorang harus membuat karya besar sebelum jiwanya melayang meninggalkan raga.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-1493017676766619908?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/1493017676766619908/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=1493017676766619908&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/1493017676766619908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/1493017676766619908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2007/10/kenapa-harus-menulis.html' title='Kenapa Harus Menulis?'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-1309380662913037160</id><published>2007-10-14T22:18:00.001+02:00</published><updated>2009-04-21T01:03:29.597+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kornish Nil'/><title type='text'>Senyum Terindah</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/RxJ6eknS51I/AAAAAAAAABU/w2OSos0OJ90/s1600-h/DSCF2335.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/RxJ6eknS51I/AAAAAAAAABU/w2OSos0OJ90/s200/DSCF2335.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5121290391916832594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sepertinya, kehidupanku saat ini mulai tampak indah. Kulihat beberapa kali keindahan tersenyum kepadaku dengan senyumnya yang semerbak.terlihat bibir keindahan itu mungil menantang. Ah... benar-benar malam kemarin membuatku senang dan bahagia. Kerinduanku terhadap orang tua dan keluarga di Indonesia kali ini benar-benar terobati. Malam lebaran kemarin, aku bersama salah satu teman serumaku berjalan menuju kampung Gamalea sebelah Timur. Hampir setahun aku tidak menjenguk sebuah keluarga yang telah membuatku dapat menemukan oase kehidupan di Mesir. Beberapa bulan yang lalu aku hidup di sana selama sekitar enam bulan, di sana aku merasakan kehidupan yang begitu menyenangkan, sebuah kehidupan yang belum pernah kurasakan di tempat lainnya di Mesir, bahkan di tempat tinggalku saat ini, di Bathniyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berjalan menelusuri gang-gang sempit dengan gedung-gedung yang sudah usang dimakan waktu. Penuh debu, sampah dan sangat jorok. Entah mengapa tiba-tiba aku merasakan rasa rinduku untuk berjalan menelusuri gang-gang sempit itu. Bahkan berkali-kali aku sempat menendang rol-rol kenangan beberapa bulan yang lalu, ketika aku masih bertempat tinggal di daerah ini. Sebuah daerah dimana kesempitan, debu, jorok dan kesunyinyan menjadi sebuah daerah paling berharga dan nyaman buatku.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Entah bagaimana tiba-tiba saja aku merasa hidup di surga, padahal tempat di sini sangat memuakkan. Aneh memang kehidupan yang kurasakan beberapa bulan dulu. Kenangan-kenangan itu berkeliaran, seperti hantu mencari sukma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku datang kembali ke daerah ini dengan beberapa tujuan, diantara tujuan-tujuan itu yang terpenting adalah bersilaturahmi dengan keluarga yang dulu rumahnya kami sewa selama berbulan-bulan. Sebut saja Mama, karena hingga saat ini aku tidak pernah tahu siapa nama ibu dengan empat anak itu. Aku hanya tahu nama suaminya Ahmed, anak-anaknya, seperti Mohamed, Imad, Heba dan Suzane. Selain ingin bersilaturahmi, aku juga ingin mengembalikan sebuah buku yang sudah lama ikut bersamaku. Aku sendiri tidak tahu, sebenarnya buku yang ikut tercampur dengan buku-bukuku ketika pindahan itu milik siapa, apakah milik Mama atau milik seorang yang pernah menyewa falat sebelumku?. Yang kutahu bahwa aku harus mengembalikannya ke tempat semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, aku juga sudag rindu dengan lorong dan gang sempit kampung Gamalia, tempat bermain seorang novelis besar Mesir Naguib Mahfoudz. Aku juga rindu senyuman Mama, Heba, aplagi Suzane. Dan masih banyak sekali tujuan-tujuan yang lainnya selain itu. Dengan hati agak deg-degan, malam takbiran itu aku bergentayangan ke rumaha Mama. Baru saja sampai di bawah apartemen rumahnya, aku bertemu dengan anak laki-laki Mama yang bernama Imad. Pertama melihatnya aku kaget sekali, karena Imad sekarang sudah tampak lebih besar dan lebih tinggi dariku. Tiba-tiba pikiranku juga melayang ke Indonesia, dibenakku teringat adik laki-lakiku yang semurun dengan Imad. Apakah ia sudah sebesar Imad saat ini? Aku bertanya-tanya dan sesekali tersenyum kalau suatu saat bertemu dnegan adikku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imad berkata dengan ramah dan masih ingat dengan kami, katanya ibunya ada di rumah dan kami disuruh langsung masuk ke rumah, sedangkan Imad sendiripergi meninggalkan kami. Kami melanjutkan perjalanan ke atas apartemen dan ketika kami sudah sampai di depan pintu yang sudah terbuka lebar. Ternyata Heba dan Suzane sudah menyongsong kami di tengah-tengah pintu. Mereka menyambut kedatangan kami dengan hangat dan lembut. Berkali-kali mereka mengatakan, syaraftumuna (kedatangan kalian memuliakan kami) dan dengan senyum terindah yang sering kulihat sebelumnya. Aku melihat dua puteri Mama itu, lalu mereka mempersilahkan kami masuk ke dalam rumah. Setelah kami duduk, Suzane masuk ke dalam kamar ibunya atas kedatangan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan kami disambut baik oleh Mama, bahkan berkali-kali Mama mengatakan penyesalannya karena jarang menghubungi kami. Mama dan Heba bercerita berbarengan, mereka bercerita bahwa Heba sudah menikah beberapa bulan yang lalu. Aku senang mendengarnya. Heba dengan rasa bangganya bahkan memperlihatkan cincin pernikahannya. Belum pernah aku merasakan kebahagiaan seperti ini sebelumnya, entah apakah karena aku sejak dahulu mereka adalah keluargaku juga. Sehingga pernikahan Heba yang sudah kuanggap kakak perempuanku itu sangat menggembirakanku. Temanku bertanya tentang pernikahan Suzane juga, kapan dia menikah. Mama mengatakan bahwa Suzane masih belum menikah dan Suzane tersenyum agak malu-malu mendengar pertanyaan kawanku itu. Memang Suzane masih terlalu muda untuk menikah bagi adat orang Mesir, ia baru saja lulus dari sekolah Aliyah. Mungkin umurnya baru sekitar 19 tahunan. Tapi kali ini aku memperhatikan dirinya dengan seksama, sepertinya dia sudah tampak besar dan lebih dewasa dari pada setahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuhnya yang sudah berbau keibu-ibuan menunjukkan bahwa sebenarnya dia sudah layak untuk menentukan jodohnya terhadap seorang laki-laki. Ada perbedaan yang sangat mencolok antara Heba dan Suzane. Heba memiliki tubuh yang sudah begitu sempurna dan matang, mukanya tampak bundar ovel dengan wajah yang manis, sedangkan Suzane mempunyai wajah yang lonjong dengan hidung yang snagat mancung. Melihat hidungnya yang meruncing itu, tiba-tiba terlintas gambar muka ratu kecantikan Mesir, Cleopatra. Apakah ratu Cleopatra yang digembar-gemborkan kecantikannya itu mirip dengan Suzane?. Aku tidak tahu!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berbincang-bincang berlima saja. Mereka masih ingat nama satu persatu kami, hanya Mama dan Heba yang sudah lupa namaku yang sulit Angga!, nama yang sulit bukan?. Tapi aku mengatakan luar biasa pada Suzane yang ternyata masih ingat namaku dan cara menucapnya cukup tepat juga. Kami berbincang-bincang cukup lam dengan topik pembicaraan yang banyak sekali. Seputar pernikahan Heba, kenangan hidup kami dahulu, tentang tanah air, tentang perkuliahan, tentang Imad, sepak bola Mesir, artis Mesir sampai tentang persoalan bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri paginya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkali-kali aku dan kawanku harus tertawa terbahak-bahak ketika mendengar penuturan Mama yang lucu seperti seorang pelawak di televisi. Suatu ketika Mama mengatakan bahwa dirinya pernah kuliah di suatu Universitas, ketika kami ngobrol tentang perkliahan. Kami bertanya, di universitas mana Mama kuliah? Dia menjawab dengan enteng dan lucu. Ana kuliah fi kuliyatul manjil wal mathbakh! (Kuliah Rumah Tangga dan Dapur). Sepontan kami tertawa mendengar jawaban konyol itu, bahkan Heba dan Suzane ikut tertawa terbahak-bahak samapai memegangi perutnya. Luar biasa konyolnya orang Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu topik pembicaraan beralih ke artis-artis setelah kami berbincnag-bincang tentang sepak bola, khususnya Ahlawy (tim sepak bola Kairo) dan Zamalekawy (tim sepak bola Zamalek). Dalam hal ini kami ditanya pendukung yang mana antara tim sepak bola Mesir yang selalu melakukan petandingan dengan kemenangan bergantian itu. Lalu aku menjawab bahwa aku tidak mendukung siapa-siapa, keduanya adalah tim yang bagus. Pengakuanku ini aku kuatkan dengan mendedangkan lagu Nancy Agram berjudul Zamalek wal Ahly, sebuah lagu khusus untuk dua tim sepak bola terbesar di Mesir. Bahkan akhirnya aku bertanya apakah mereka kenal dengan Nancy Agram, mereka menjawab bahwa mereka sangat mengenal penyanyi pelarian Libanon itu. Lalu mereka menyebutkan sederetan nama-nama penyanyi yang sudah kueknal akrab, bahkan aku sampai hapal beberapa lagunya. Heba ternyata sangat suka dengan penyayi Libanon Elliza dan Suzane menyukai penyanyi Ashala Nashry asal Syiria. Lalu aku bislang bahwa aku suka penyanyi Mesir Sheren yang saat ini lagi hamil dua bulan. Mereka kaget mendengar pengakuanku itu. Ternyata mereka juga menyukai Sheren yang katanya suaranya sangat merdu. Lalu Heba bertanya apakah aku keal dengan penyanyi Heifa dan bagaimana pendapatku. Aku mengatakan bahwa penyanyi ini tidak begitu baik, karena kepopuleran Heifa bukan dari suara tapi goyangan mautnya, seperti Inul. Dan Heba manggut-manggut membetulkan pendapatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lama kesana kemari bercerita, ternyata tidak terasa aku telah beridam di sana kurang lebih sekitar dua jam. Cukup lama untuk sekedar melepas rindu. Ketika kami ingin minta pamit, berkali-kali Mama masih ingin ngobrol dan masih merasa rindu kepada kami, tapi kami memaksa untuk pergi karena sudah terlalu lama kami di sana. Akhirnya kami pulang dengan puas dan buku yang akan kami kembalikan itu ternyata diberikan kepadaku sebagai hadiah. Senyum manis Heba dan Suzane mengawal kepulangan kami dengan hati gembira, karena sepertinya aku telah mendapatkan kehangat keluarga di Mesir. Kehangatan kelaurgaku yang sudah lama kuimpikan sejak aku tinggal di negeri orang ini. Senyum indah  dan ramah itu tidak akan pernah terlupakan. Dan akhirnya semoga suatu saat aku bisa menyambung silaturahmi dengan keluarga itu seterunya, bahkan sampai nanti kepulanganku ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-1309380662913037160?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/1309380662913037160/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=1309380662913037160&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/1309380662913037160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/1309380662913037160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2007/10/senyum-terindah.html' title='Senyum Terindah'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/RxJ6eknS51I/AAAAAAAAABU/w2OSos0OJ90/s72-c/DSCF2335.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-203771185418087979</id><published>2007-10-14T22:10:00.001+02:00</published><updated>2009-04-21T01:03:41.411+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi'/><title type='text'>Sinopsis Novel Senja Di Kornish Nil</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/RxJ4oEnS50I/AAAAAAAAABM/OPWbDEQ80sM/s1600-h/Senjanil6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/RxJ4oEnS50I/AAAAAAAAABM/OPWbDEQ80sM/s320/Senjanil6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5121288356102334274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seperti juga senja yang ada di Kornish Nil, yang lama-kelamaan akan hilang ditelan kegelapan. Seperti itu juga hakikat dari sebuah kegembiraan yang akan sirna oleh kesedihan, keduanya akan berganti sesuai hukum Tuhan. Kegembiraan tidak ubahnya seperti keindahan senja yang hanya mampir sebentar dalam kehidupan, hanya beberapa detik, setelahnya akan datang masa gelap atau kesedihan. Sebenarnya kalau kita mau membuka sedikit mata, akan terlihat jelas bahwa diantara keduanya ada semacam keseimbangan yang tidak akan pernah terpisahakan, adanya keindahan senja karena adanya kegelapan malam, begitu pun dengan kegembiraan karena adanya kesedihan. Manusia bisa mengenal apa itu gembira, itu bukan lain karena manusia pernah merasakan sedih. Gembira dan sedih hakikatnya adalah gula-gula dan kenikmatan hidup terbesar yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia. Seperti halnya keindahan senja dan kegelapan adalah keindahan dan dibaliknya ada manfaat yang besar untuk manusia juga.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semuanya diciptakan oleh Tuhan untuk manusia, supaya manusia tidak bosan dengan kehidupan ini. Karena manusia mempunya nafsu yang selalu ingin perubahan, bukan suatu ketetapan yang membosankan. Tuhan menciptakan sedih setelah gembira atau sebaliknya, pada dasarnya untuk memberikan kenikmatan hidup bagi nafsu manusia. Maha besar Tuhan yang menciptakan segalanya dengan teratur!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja di Kornish bukanlah sekedar sebuah senja biasa. Keindahan senja di tempat ini, bagi orang-orang Mesir dan orang yang pernah melihatnya dikatakan tidak kalahnya dengan keindahan senja di sungai Seine, Perancis. Warna keemasannya mampu membuat orang terhanyut ke sebuah dunia dengan keindahan tanpa batas. Matahari yang bulat berwarna merah kemas-emasan itu tidak hanya membuat Kornish Nil menjadi lebih indah, tapi juga membuat badan menjadi agak lebih hangat. Walaupun begitu, embun dan halimun putih tipis yang ada di permukaan sungai Nil tidak mau kalah dengan cahaya senja yang keemas-emasan. Kaliborasi antara warna merah keemas-emasan dengan halimun putih tipis menghasilkan paduan warna dan keindahan tersendiri, keindahan-keindahan itu tidak akan bisa diperlihatkan di tempat lainnya, belum lagi ditambah pergerakan air sungai Nil yang bergerak santun, membuat kondisi di Kornish Nil tidak bedanya dengan surga yang pernah diimpi-impikan oleh setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berjalan atau berhenti sambil menikmati udara dan keindahan warna senja kemerah-merahan bercampur keemas-emasan itu, suasana hati akan ikut berbunga-bunga. Hati yang gelisah, lelah, penat, marah, atau lagi lesu akan segera terhempas hilang semuanya. Kata orang Mesir, berjalan di pinggiran sungai Nil atau di Kornis Nil akan membuat jiwa seseorang melayang-layang diantara hamparan keindahan tanpa batas, makanya tidak heran jika ada seorang pendatang mengatakan bahwa keindahan Kornish Nil seperti sebuah replika dari surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini dimulai dengan kedatangan seorang pemuda berdarah Indonesia-Mesir yang bernama Khalil di Mesir, ia datang dengan mengemban amanat dan wasiat terakhir dari mendiang ayahnya. Ia datang ke Mesir untuk mencari dan menyatukan keluarganya yang sudah terpisah slama dua puluh tahun silam. Setibanya di Mesir, ternyata tidak mudah untuk mencari jejak ibu dan adik-adiknya yang sudah dua puluh tahun terpisah darinya itu. Selama berbulan-bulan ia berusaha terus-menerus mencari kalurganya itu, tapi tetap sulit mencari jejak keberadaan mereka. Hingga hari-harinya di Mesir membuatnya mengenang kembali kisah sedih dua puluh tahun silam. Akibat salah paham dan fitanah dari orang lain, kedua orang tuanya harus berpisah selama itu. Karena mengenang kisah sedih inilah, tanpa sengaja ia mulai putus asa dan selalu murung. Hampir hari-harinya selalu ia gunakan untuk melihat keindahan senja di Kornish Nil, tapi kenyataanya ia tidak mendapatkan apa-apa di sana, hanya membuat serpihan luka lama menjadi terkuak kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Khalil bisa mengobati luka-lukanya yang terkuak kembali akibat sulitnya mencari keluarganya itu? Dan apakah Khalil mampu menemukan dan menyatukan kembali keluarganya yang terpisah? Dalam perjalanan ini, Khalil banyak sekali menemukan rintangan, termasuk keadaannya sendiri yang selalu bersedih hati dan tentang kisah cintanya dengan dua orang gadis Sophie dan Yasmin yang membuatnya bingung untuk memilih, disamping misteri sulitnya mendapatkan informasi keberadaan keluarganya di Mesir. Apakah Khalil mampu menyelesaikan semua masalahnya itu?. Tentunya semua akan terjawab di dalam kisah Senja di Kornish Nil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-203771185418087979?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/203771185418087979/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=203771185418087979&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/203771185418087979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/203771185418087979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2007/10/sinopsis-novel-senja-di-kornish-nil.html' title='Sinopsis Novel Senja Di Kornish Nil'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/RxJ4oEnS50I/AAAAAAAAABM/OPWbDEQ80sM/s72-c/Senjanil6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-631842402208766758</id><published>2007-09-29T17:34:00.001+02:00</published><updated>2009-04-21T01:03:50.660+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kornish Nil'/><title type='text'>AKU TELAH MATI!</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/Rv5yOEnS5zI/AAAAAAAAABE/BjyqL-LR4rk/s1600-h/DSCN7659.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/Rv5yOEnS5zI/AAAAAAAAABE/BjyqL-LR4rk/s320/DSCN7659.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5115651812821755698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;AKU TELAH MATI!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepi!. Ruang lingkupku terasa sepi saat ini. Entah mengapa tiba-tiba saja, akhir-akhir ini aku merasa bosan. Padahal, dihitung-hitung semua pekerjaanku sudah habis sejak tiga minggu yang lalu. Sebuah pekerjaan yang membuatku tidak bisa tidur nyenyak, makan tidak enak dan selalu membuatku selalu gelisah. Walaupun begitu, tidak ada rasa lega dan nikmat yang pernah kurasakan sebelumnya, ternyata pekerjaan itu telah usai, setelah setahun lamanya aku bekerja keras untuk menyelesaikaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel! Ya, sebuah novel tentang seorang pemuda Indonesia yang sedang mencari ibu dan adik-adiknya di Mesir telah kutamatkan pada awal September 2007. Bisa dikatakan novel pertamaku yang pernah kutulis sampai tamat, sebelumnya memang aku pernah menulis sebuah novel dengan judul Senyum Ratu Cleopatra, tapi novel itu tidak jadi kuteruskan karena ada beberapa kendala yang kuhadapi. Hingga aku mendapatkan sebuah ide baru pada awal tahun 2006 dan langsung kucoba untuk kutulis. Permulaan penulisan novel ke-duaku dengan judul Senja di Kornish Nil ini pada bulan September 2006 dan berakhir pada bulan September 2007. dengan kata lain pembuatan novel ke-dua ini membutuhkan waktu satu tahun, baik dalam pengolaan ide, mencari data dan menjeljahi setting novel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa tiba-tiba saja duniaku saat ini menjadi sebuah kata-kata tanpa titik. Hanya ada plot-plot tidak terduga di dalamnya. Dunia yang begitu luas, hampir sulit dijangkau batasnya. Dan entah mengapa aku sendiri merasa asyik dengan dunia kata-kataku ini?. Hingga saat ini aku masih meramu sebuah kata-kata menjadi sebuah kehidupan dengan titik-titiknya, hampir seperti Tuhan dengan kehidupan manusia dengan berbagai problemnya. Aku masih ingat, pernah suatu ketika ada seseorang mengatakan bahwa membuat cerita, baik cerpen dan novel adalah replika dari kehidupan manusia dengan Tuhan dibalik layarnya. Apakah aku sekarang sudah menjadi Tuhan-Tuhan kecil yang dengan rakus dan tamak mencoba bersaing dengan Tuhan yang Maha Mutlak?. Oh... aku tidak tahu. Aku hanya mengatakan bahwa aku bukan Tuhan dengan segudang rahasia-Nya, aku adalah manusia ciptaan-Nya yang mencoba untuk mencatat kembali kehidupan-kehidupan manusia, bukan membuat kehidupan untuk manusia kembali, atau bahkan bersaing dengan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, aku masih berada dalam kesesatan kata-kata. Tidak ubahnya seperti seekor kupu-kupu yang mungil tersesat dan terjerat jaring-jaring laba-laba. Kata-kata yang kubuat dari hasil imajinasiku yang liar, akhirnya membuatku menjadi manusia-manusia kerdil. Manusia-manusia yang tersesat oleh senjatanya sendiri dan manusia kerdil yang selalu dihina oleh sesamanya. Aku memang seorang raja di dalam novelku, tapi dalam kehidupanku sendiri aku adalah seorang budak. Aku memang seorang yang kaya raya dalam rangkain ceritaku sendiri, tapi aku nyatanya adalah seorang yang miskin sekali. Entah mengapa kehidupanku hanya berputar seperti seekor siput yang sedang berjalan, kadang-kadang ia harus berhenti atau mati sebelum tujuan perjalanannya sampai, atau dengan kata lain siput itu mati di tengah jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia kata-kata dan imajinasiku membuatku semakin menjauh dari kehidupan realita, tapi mengapa aku malah menyukainya?. Hingga kesukaanku mengotak-ngatik kata-kata ini menjadi seseorang yang jarang keluar rumah dan akhirnya membuatku semakin tidak mengerti dengan kehidupan nyataku. Akhirnya dan akhirnya saat ini aku hidup di alam teka-teki, alam kata-kata dengan berjuta-juta huruf tanpa batas, sedangkan di dunia realita aku mati tanpa nama!. Menyakitkan sekali kehidupanku ini. Aku ingat benar ketika ada salah satu temanku berkata padaku; “Nga, entah mengapa saat ini aku merasa bukan aku yang sebenarnya, sepertinya aku bukan diriku yang dahulu?!!”. Perkataannya itu terngiang selalu di telingaku, hampir aku juga ingin berteriak dengan keras mengatakan kata-kata yang sama dengannya. Apakah saat ini aku bukan aku yang sesungguhnya? Atau aku saat ini telah mati dan menjadi manusia-manusia dungu dengan kebisuan dan teriakan kata-kata saja. Apakah jiwaku telah pergi dengan perginya kejantannanku?. Sungguh sial!. Jawaban itu tidak pernah bisa kujawab dan akhirnya aku hanya bisa mengira bahwa diriku telah mati, bukan hidup dengan wajah lainnya, seperti halnya yang pernah dikatakan oleh temanku ini. Begitu pun, aku tidak merasa sakit atau menangis karena aku telah mati. Aku malah bisa tertawa terbahak-bahak melihat diriku yang mati. Aku bahkan bisa memperolok-olok diriku sendiri, bahwa aku hanya seorang cacing dan tidak berguna!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau aku dan temanku itu bisa kehilangan dirinya sendiri, apakah manusia-manusia yang lainnya tidak bisa sama denganku dan temanku itu?. Aku yakin bahwa hampir semua manusia pernah merasakan bahwa dirinya telah mati, entah apa sebabnya, yang penting mereka pernah kehilangan dirinya. Itulah manusia, manusia yang telah mati dan bisa melihat dirinya sendiri, bisa melihat semua perbuatanya dengan kedua matanya. Ia bisa tahu kekurangan-kekurangan yang ada pada dirinya. Hanya orang yang SOMBONG dan GILA yang tidak mau mengakui bahwa dirinya pernah mati. Hanya yang sudah MATI yang tidak pernha merasakan bahwa dirinya telah mati. Orang itu pasti orang MUNAFIK, yang selalu menganggap dirinya BENAR dan selalu hidup dengan segudang KESALAHANNYA. Dan akhirnya aku terlepas dari segala ikatan yang selama ini mengikat. Seperti sebuah kapas yang ringan, yang terbawa terbang oleh angin. Seperti itulah diriku saat ini. Walaupun aku masih hidup dalam dunia KATA-KATA!.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-631842402208766758?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/631842402208766758/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=631842402208766758&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/631842402208766758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/631842402208766758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2007/09/aku-telah-mati-sepi.html' title='AKU TELAH MATI!'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/Rv5yOEnS5zI/AAAAAAAAABE/BjyqL-LR4rk/s72-c/DSCN7659.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-6793629339172742666</id><published>2007-09-29T17:31:00.001+02:00</published><updated>2009-04-21T01:01:36.589+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kornish Nil'/><title type='text'>MANUSIA DAN KATA-KATA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;MANUSIA DAN KATA-KATA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak orang pintar di sekitar sini&lt;br /&gt;Aku paling bahagia melihat diriku sendiri&lt;br /&gt;Suaraku adalah satu-satunya yang aku cermati&lt;br /&gt;Dan wajah sata-satunya yang aku tatapi adalah wajahku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyari Roy Campbell (1901-1957)&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dikala suara manusia saling beradu, seperti suara monyet-monyet mengiringi tidurku. Aku harus terbangun dengan seribu pertanyaan, termasuk ada apa dengan dunia ini?. Dunia yang sudah tua, yang dibebani dengan manusia yang semakin hari semakin angkuh. Apakah yang terjadi dengan dunia saat ini. Manusia dengan manusia saling menggigit, saling menyalahkan tidak mau mengalah. Mereka bercuit-cuit menyerukan kebenaran masing-masing, sebuah kebenaran dengan ketamakan tanpa batas. Apakah dunia sudah terlalu tua, ataukah manusia sudah terlalu GILA?. Mereka mengira bahwa merekalah yang BENAR, padahal kebenaran tidak pernah muncul dari manusia yang masih dipenuhi dengan kotoran-kotoran NAFSU. Alangkah indahnya jika seseorang sudah mampu minimal berkata seperti perkataan ROY CAMPBELL di atas, apalagi mengamalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesesatan sebenarnya sudah menutupi hati nurani diri sendiri, sampai-sampai mereka tidak tahu diri sendiri, eksistensi diri sendiri. Manusia dibuat untuk hidup rukun saling berdampingan sesamanya, bukan saling menyakiti. Kenapa harus ada AKU dalam diri, jika AKU adalah DUSTA?. Kenapa harus ada KEKERASAN, jika jalan KASIH-SAYANG masih terbentang?. Lewat sebuah KATA dengan sudut berbeda, apakah tidak ada KOMA untuk saling berhubungan dengan kata CINTA. Apakah manusia tidak pernah melihat, bahwa kata-kata yang mereka ucapkan adalah berbeda-beda, tapi menyiratkan sebuah persatuan dengan maksud yang sama dan saling keterkaitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya sebuah kata C, I, N, T,dan A adalah sebuah kata yang mempunyai ciri-ciri khusus dan segudang kesibukan sendiri. Tapi kata-kata itu akan tampak lebih indah dan bermakna kalau kita rangka atau disatukan menjadi CINTA. Alangkah indahnya kata-kata itu, lebih indah dari pada hanya sendiri-sendiri dengan jerit-jerit kesepian setiap hari. Apakah manusia tidak bisa menjadi KATA-KATA yang indah itu, bersatu-padu dalam satu tujuan tanpa mengolok-ngolok sesamanya?.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-6793629339172742666?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/6793629339172742666/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=6793629339172742666&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/6793629339172742666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/6793629339172742666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2007/09/manusia-dan-kata-kata.html' title='MANUSIA DAN KATA-KATA'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-4333456605430255470</id><published>2007-07-05T00:05:00.001+03:00</published><updated>2009-04-21T01:06:07.053+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kornish Nil'/><title type='text'>Jaulah ke-3 dari Dilat</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/RowL5oL3J6I/AAAAAAAAAA0/9FGOudeKcY4/s1600-h/DSCN7633.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/RowL5oL3J6I/AAAAAAAAAA0/9FGOudeKcY4/s320/DSCN7633.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5083451164062066594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seperti biasanya, musim yang panas ini membuatku enggan untuk keluar rumah. Sejak diklat pertama dan ke-dua kemarin, aku harus hati-hati untuk menjaga badan ini, jangan terlalu tervorsir kekuatan tubuh ini, harus seimbang antara istirahat dan mengeluarkan tenaga. Hari ini aku tidak perlu tergesa-gesa, sebab jam diklat telah diundur setengah jam. Dari perjalanan rumah ke pasar Attaba dan dari metro Attaba ke metro Cairo University bisa memakan setengah jam-an, kali ini perjalananku hanya berdua saja, sebab teman yang lain tidak masuk karena ada beberapa urusan pribadi. Setelah nyampai di Cairo University, aku tidak langsung masuk kelas, tapi terlebih dahulu menunaikan shalat Dhuhur supaya tidak tergesa-gesa seperti hari-hari sebelumnya. Selesai shalat Dhuhur yang membuatku terasa nyaman, aku masuk kelas, di dalam sudah penuh dengan mahasiswa yang lainnya. Aku mendapatkan tempat duduk di tengah-tenagh, tidak di belakang lagi. Di depanku sekitar empat baris telah ditempati para mahasiswi, aku jadi berfikir kenapa mereka duduk di bangku mahasiswa, padahal mereka sudah ada tempat khusus dan masih banyak yang kosong. Sambil menanti Dr. Musa, pandanganku menyapu semua mahasiswa dan mahasiswi, di depanku antara mahasiswa dan mahasiswi duduk campur aduk, heran sekali hari ini. Baru dua puluh menit kemudian Dr. Musa datang, pertama-tama beliau minta maaf atas keterlambatannya itu, selanjutnya beliau meminta para mahasiswi yang sedang duduk di tempat duduk mahasiswa untuk pindah ke tempat aslinya. Entah berapa kali beliau meminta, tapi dasar mahasiswi-mahasiswi itu kayaknya bandel sehingga mereka tidak bangkit-bangkit dari tempat duduknya. Baru setelah para mahasiswa menyuruh mereka pindah, akhirnya mereka berdiri juga. Aku pun pindah ke depan di mana para mahasiswi tadi duduk.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam diklat ini Dr. Musa menjelaskan tentang ilmu Nahwu juga, tapi penjelasannya lebih enak di pahami, karena disamping beliau memakai bahasa Arab Fusha, juga cara menjelaskannya cukup jelas. Aku senang sekali dengan dosen yang satu ini, cukup puas aku bisa menghadiri diklat ini. Dua jam setengah terasa pendek sekali kurasakan, mungkin karena saking enaknya itu kali sehingga tidak terasa diklat sudah selesai begitu saja. Dalam perjalanan pulang itu, aku ingin mengambil beberapa fhoto di kampus dan di pasar Attaba, begitu juga di tempat Khan el-Khaliy. Tiba-tiba terselip suatu keinginan untuk fhoto-fhoto di Kornish Nil, alangkah indahnya seandainya aku bisa ke sana sore-sore. Setelah nyampai di rumah, sebelumnya aku shalat Ashar dulu di masjid al-Azhar. Di rumaha hanya bersitirahat sekitar satu jam-an, ada teman yang mengajak ke Tahrir untuk beli pakaian di pasar Kiwala Bala di samping Tahrir, ini namanya mau makan ikan Teri tanpa menangkap ikannya, tingggal memakan saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan ke pasar Kiwala Bala itu aku dan teman-teman jalan-jalan di Kornish Nil untuk mendapatkan beberapa jepretan fhoto kenang-kenangan. Ternyata sore hari di jembatan Nil Tahrir lebih indah dari pada yang selama ini kubanyangkan, tua-muda Mesir tuplek-amblek menikmati senja di Nil, indah dan romantis sekali, alangkah indahnya bisa jalan-jalan bersama kekasih sendiri. Jarak anatara Kornish Nil Tahrir dengan pasar Kiwala Bala cukup jauh, sekitar dua kilo-an. Setelah sampai di sana, aku benar-benar kaget sekali, belum pernah aku melihat pasar pakaian yang sebesar ini di dalam hidupku, bahkan pasar pakaian di Attaba akayaknya kalah besar. Harga yang ditawarkan di sana cukup murah, sayang sekali aku tidak punya uang banyak, coba ada uang abnyak akan habis di sana. Setelah muter-muter dari sore sampai jam 12 malam, aku hanya bisa beli satu celana Jeans dan tiga baju dengan uang hanya lima puluh pound di tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang itu, aku dan teman-teman hanya bisa berjalan kaki, karena untuk naik bis atau angkutan tidak ada yang tahu apa mobilnya, mau naik taksi kita ada lima orang, tidak mungkin taksi mau. Akhirnya perjalanan yang jauh itu kita tempuh juga, kaki seperti mau copot, padahal belum sampai rumah, baru nyampai Ramsis. Dari Ramsis aku dan teman naik metro ke Attaba, dari Attaba ke rumah berjalan kaki lg, alangkah capeknya hari ini. Dengan kaki hampir copot aku dan teman-teman sampai rumah, setelah shalat dan mandi aku langsung tertidur pulas, hingga mimpi i kasih uang seseorang. Pagi-pagi ternyata ada sms dari orang tua, aku dikirimin uang, oh... Tuhan memang tahu kalau aku sedang membutuhkan uang, Tuhan itu Mhaha Tahu dan Maha Adil, alhamdulillahirabbil ‘alamin.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-4333456605430255470?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/4333456605430255470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=4333456605430255470&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/4333456605430255470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/4333456605430255470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2007/07/jaulah-ke-3-dari-dilat.html' title='Jaulah ke-3 dari Dilat'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/RowL5oL3J6I/AAAAAAAAAA0/9FGOudeKcY4/s72-c/DSCN7633.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-8747245265748395712</id><published>2007-07-05T00:00:00.001+03:00</published><updated>2009-04-21T01:06:15.414+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kornish Nil'/><title type='text'>Diklat ke-2</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/RowLK4L3J5I/AAAAAAAAAAs/_XRj8Qzueec/s1600-h/DSCN7338.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/RowLK4L3J5I/AAAAAAAAAAs/_XRj8Qzueec/s320/DSCN7338.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5083450360903182226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hari itu Kairo benar-benar terbakar, kehidupan di sini sama seperti di gurun sahara yang tandus tanpa ada setetes air pun. Musim panas telah mencapai puncaknya, aku benar-benar kepanasan. Dengan mencoba untuk berniat yang baik, kulangkahkan kakiku keluar rumah dengan agak malas-malasan, hari itu benar-benar membuatku ingin di dalam rumah saja. Tapi niat baikku juga akhirnya mengalahkan segala nafsu dan ke-egoanku. Dengan panas yang menyengat sampai ke ubun-ubun, serasa seperti seluruh yang ada dalam kepalaku menjadi mendidih. Hari Minggu taggal 1 Jun2007 adalah hari ke-dua diklatku, aku tidak ingin menyia-nyiakan semua waktuku hanya untuk bermalas-malasan di rumah saja. Ala-ala seperti Fahri tokoh dalam novel Ayat-Ayat Cinta, pada musim panas yang seperti ini masih mau beraktifitas.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mungkin karena tadi malam aku ngelembur membaca, sehingga hari itu aku masih lemas, apalagi suhu saat itu menunjukkan pada peringkat teratas. Dengan langkah lemas aku dan teman-teman berusaha mengejar waktu, jam 1 siang tepat diklat akan dimulai, padahal saat aku baru mau naik metro bawah tanah, jam menunjukkan pada jam satu kurang seper empat. Karena kurang tidur sehingga bangunnya molor, kesiangan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam satu lebih seper empat aku dan teman-teman sampai di kampus Cairo University, ternyata benar-benar diklat telah dimulai, untung baru sebenatar. Coba kalau aku terlambat lama dikit, alangkah malunya diriku, aku tidak bisa membayangkan bagaimana aku masuk kelas padahal semua mahasiswa sudah ada di dalam. Shalat jama’ah Dhuhur belum selesai, sebenarnya aku tidak senang kalau diklat ini dimulai pada jam 1 tepat, karena pada saat itu azan Dhuhur baru dikumandangkan, jadi mau tidak mau banyak teman-teman yang harus mengakhirkan shalat Dhuhur, termasuk diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Hugag Anwar menjelaskan tentang masalah nahwu-sharf –Gramatikal Bahasa Arab-. Pembahasannya cukup membuat orang harus berfikir mendalam, karena yang dibahasa saat itu hanya pada bab yang banyak tidak difahami oleh mahasiswa, mungkin karena ruwetnya gramatikal Arab. Mestinya ilmu Nahwu menjadi sebuah ilmu yang enak dan renyah dipelajari oleh seorang mahasiswa, akan tetapi saat itu ilmu Nhawu menjadi masalah yang cukup ruwet bagi para pelajar dan mahasiswa. Kenapa?, karena Dr. Hugag Anwar dalam penjelasannya tidak mengikuti metode pembelajaran ilmu Nhawu yang alami, metode yang disampaikan oelh para ulama-ulama Arab sebelumnya. Aku sendiri menjadi bingung dalam memahami penjelasannya, bahkan cara pandang Dr. Hugag berbeda dengan yang lainnya. Selama dua jam setengah itu, aku tidak banyak menyerap ilmu yang disampaikan oleh Dr. Hugag itu. Aku hanya bisa memastikan bahwa Dr. Hugag mencoba untuk mencari metode baru dalam pembelajaran dan penyampaian ilmu Nahwu yang sampai saat ini bisa dikatakan menjadi ilmu yang sulit di mengerti oleh sebagian pelajar dan mahasiswa, bahkan orang-orang Mesir pun merasakan kesulitan itu. Aku jadi ingat pengalamanku setahun yang lalu tentang ilmu Nahwu ini. Dulu sebelum aku pindah ke daerah Darrasah ini, aku sempat hidup di daerah Gamie’ yang padat penduduk Indonesianya. Pada suatu hari, ketika aku sedang pulang dari rumah teman dengan membawa sebuah buku Nahwu, dalam perjalanan pulang itu aku mencoba untuk mampir ke sebuah toko di depan rumahku untuk beli sesuatu. Ketika penjual itu melihat sebuah buku Nahwu yang kubawa, ia berkomentar bahwa ilmu Nahwu sangat sulit, bahkan lebih sulit dari ilmu Matematika. Mendengar ini aku hanya bisa tersenyum saja, selama ini aku banyak mendengar keluhan-keluhan seperti itu, jadi tidak begitu mengagetkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kemungkinan Dr. Hugag ini mencoba sebuah metoide baru hasilnya sendiri, akan tetapi ia tidak tahu bahwa dengan metodenya ini ilmu Nhawu akan menjadi sulit. Aku jug sempat ingat dengan seorang penulis dan dosen sejarah Arab, namanya Dr. Syaoqi dhaoif, ia mengarang sebuah buku dengan judul Tajdidul Nahw – Metode Baru Ilmu Nhwu-. Buku itu mengupas tentang pembaruan terhadap ilmu Nahwu, baik dari segi dalamnya atau segi luarnya. Ketika mengingat Dr. Syaoqi ini, aku sempat merasakan adanya sebuah kemiripin ide untuk memperbarui metode ilmu Nahwu oleh Dr. Hugag.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum selesai, seorang yang bertanggung jawab terhadap diklat ini memberi sebuah informasi yang sangat membahagiakan diriku. Orang itu mengubah jam mulai diklat yang biasanya dimulai pada jam 1 siang tepat menjadi jam 1:30, aku tahu apa yang terjadi sebelum ini, aku tahu bahwa sebelumnya banyak mahasiswa yang memprotes dan meminta pengunduran waktu itu, alasan mereka adalah karena waktu itu baru masuk Shalat Dhuhur, alangkah lebih baiknya kalau diklat dimulai pada saat para mahasiswanya selesai shalat Dhuhur. Selesai dilat, aku dan teman-teman tidak langsung pulang ke rumah, tapi jalan-jalan dulu mengitari pasar rakyat Attaba yang tidak ada batasnya itu, kepala terasa lebih berat dari sebelumnya, otak terasa panas sekali, ingin sekali aku pulang dan mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai diklat, badan terasa capek sekali, kepala sakit. Sesampainya di rumah tidak kuat lagi badan ini untuk diajak bergerak, kepala rasanya benar-benar terbakar habis. Akhirnya kelelahan pun membuatku tidur lelap, 1 malam aku terbangun dari tidur lelapku, aku bermimpi pulang, indah sekali. Tapi kepala masih sakit, dengan langkah terhuyung-huyung aku berjalan ke kamar mandi untuk menyegarkan badanku. Ternyata perjalanan dari Cairo University ke rumah itu membuatku sakit. Hingga pagi-pagi kepalaku baru terasa ringan sekali, malam itu juga aku tidak bisa tidur, oh...alangkah hebatnya hidup di Mesir, ternyata memang benar apa yang dikatakan seniorku bahwa kehidupan yang paling enak adalah di Indonesia, di sana kita tidak akan pernah merasakan musim panas dan musim dingin yang dapat membekukan seluruh badan, termasuk otak, begitu juga dengan musim panas yang dapat mendidikan otak.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-8747245265748395712?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/8747245265748395712/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=8747245265748395712&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/8747245265748395712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/8747245265748395712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2007/07/diklat-ke-2.html' title='Diklat ke-2'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/RowLK4L3J5I/AAAAAAAAAAs/_XRj8Qzueec/s72-c/DSCN7338.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-8344994597354473215</id><published>2007-06-27T18:09:00.001+03:00</published><updated>2009-04-21T01:06:28.698+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kritik Sastra'/><title type='text'>Ayat-Ayat Cinta antara Realis dan Daya Hayal Tinggi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/RoKBWYL3J4I/AAAAAAAAAAk/Jr8XW28l1b0/s1600-h/ayatayatcinta.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/RoKBWYL3J4I/AAAAAAAAAAk/Jr8XW28l1b0/s320/ayatayatcinta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5080765551076648834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div             align=justify&gt;Ayat-Ayat Cinta&lt;br /&gt;antara Realis dan Daya Hayal Tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By : Elfenan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El-Syirazi, aktifis Sanggar Seni, Sastra dan Budaya KiNANAH dan FLP Cabang Kairo, Mesir yang saat ini telah tercetak yang ke-20 dan menjadi novel remaja best seller dari tahun ke tahun hingga tahun ini telah banyak merubah banyak pandangan para pembacanya. Novel yang banyak membuat penasaran orang ini dianggap sebagai salah satu karya sastra terhebat dan paling sempurna pada masa kini, yang mana kebanyakan karya sastra yang disuguhkan oleh penulis-penulis Indonesia sudah jauh dari nilai-nilai plus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak munculnya novel yang membuat deg-degan bagi pembacanya dan tidak pernah ada klise dalam setiap katanya ini, para penulis muda maupun tua Indonesia serasa dicoreng mukanya. Apalagi bagi para penulis sastra Islami yang menganggap dunia Islam adalah segala-galanya. Karena sejak awal munculnya 'sastra Islami' di Indonesia, para penulisnya belum bisa menulis karya sastra Islami yang benar-benar Islami, mungkin sebab dari itu adalah kurangnya penulis dalam memahami agama Islam, sehingga dalam pengamalannya pada dunia karya sastra kurang juga. Semua itu beda dengan Kang Abik yang menurut penulis adalah sosok seorang yang sangat memahami agama secara sempurna, bahkan ada kemungkinan sosok tokoh yang ada pada novel A2C adalah sosok penulis sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping seorang penulis yang ber-agamis, juga Kang Abik dikenal di dunia Masisir (Mahasiswa Indonesia di Mesir) sebagai senior di Sanggar Seni, Sastra dan Budaya KiNANAH sebelum akhirnya ia mendirikan FLP cabang Cairo, Mesir. Dalam dunia kepenulisan ia memang dianggap sebagai moyang dari para penulis muda di Mesir. Dari sini tidak bisa disangkal lagi bagaimana keahliannya dalam dunia tulis menulis. Sehingga ia mampu memunculkan tulisan yang sangat menggugah jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh lagi, setelah kemunculan novel di Indonesia, para pembaca banyak yang masih mempertanyakan apakah tokoh-tokoh yang ada dalam novel A2C ini benar-benar ada, sesuai dengan kenyataan settingnya?. Mungkin Kang Abik akan menjawab belum pernah ada seorang yang sehebat itu, atau barangkali ada seseorang yang sangat mirip dengan tokoh Fahri yang dikisahkan di novel A2C. Selama ini penulis memang belum pernah bertemu dengan Kang Abik untuk menanyakan kebenaran itu, tapi penulis mempunyai pengalaman menarik yang mungkin ada hubungan dengan tokoh Fahri di dalam A2C.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div             align=justify&gt;Pada awal-awal tahun 2005, penulis membicarakan tentang novel A2C dengan seorang teman yang sangat tahu tentang sosok Kang Abik. Ia berkomentar bahwa tokoh dalam novel A2C mirip dengan sosok seorang mahasiswa di Mesir yang hampir setiap harinya talaqqi (mengaji) al-Qur'an Qira'ah Sab'ah di Shubra el-Khima kepada seorang syaikh di sana dan ia dikenal sebagai seorang sosok orang yang sudah lama di Mesir. Walaupun tidak semuanya mirip dengan tokoh Fahri, tapi dalam hal belajar al-Qur'an ia sama dengan tokoh Fahri. Waktu itu memang Shubra el-Khaima adalah tempat yang paling nyaman untuk belajar qira'ah Sab'ah selain propinsi Thanta yang lebih dikenal sebagai gudangnya ahli qura' el Asrah (al-Qur'an dengan sepuluh riwayat), karena di sana ada universitas al-Azhar yang khusus untuk mempelajari qira'ah al Asyrah. Begitu juga dengan tokoh teman-teman Fahri, seperti Saiful dan lain-lainnya. Semua sosok itu ada dalam dunia nyata, mungkin Kang Abik dalam membuat novel ini sedang membayangkan teman-temannya dulu di Mesir. Shubra el-Khaima yang digambarkan dalam A2C memang bisa dikatakan cocok, walaupun ada sedikit tambahan hayalan yang sangat menggelikan, seperti si Fahri yang belajar di seorang syaikh dan menjadi satu-satunya murid yang dari Indonesia, belum lagi dalam belajar di sana tidak pernah ada biaya. Padahal dalam kenyataanya, Shubra el-Khaima dalam pembelajaran bacaan al-Qur'an dengan delapan riwayat ada sekolahnya sendiri yang dalam pengajarannya memungut biaya yang tidak sedikit, hingga saat ini mahasiswa dari Indonesia sudah tidak ada lagi yang belajar di sana, yang hanya ada mahasiswa-mahasiswa dari Malaysia. Akan tetapi akhir-akhir ini ada beberapa syaikh yang menerima pelajar dari Indonesia tanpa memungut biaya sepeser pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penulis, novel A2C ditulis dengan pendekatan kehidupan nyata dan dibumbuhi dengan hayalan-hayalan tingkat tinggi. Ada beberapa komentar yang mengatakan bahwa novel A2C adalah novel yang paling sempurna tanpa ada kesalahan dan anggapan ini banyak kita temui pada teman-teman kita yang sangat mengagungkan novel ini, seakan-akan novel itu telah menjelma sebagai buku tuntunan hidup para pembacanya. Sebenarnya ada beberapa catatan penting untuk novel A2C, catatan-catatan itu diantaranya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kesalahan Kang Abik dalam menjelaskan, bahwa karcis metro anfak 80 piester. Padahala karcis metro pada tahun 2000-2005 adalah 75 pisters dan pada tahun 2006 karcis metro naik menjadi 1 pound. Kesalahan data seperti ini sangat disayangkan, padahal dalam bentuk tempat novel A2C bisa dibilang nyata.&lt;br /&gt;- Adanya kesalahan lain mengenai miftah el Nil (kunci Nil) dalam halaman 20, dalam novel A2C disebutkan bahwa kunci Nil adalah kunci Pyiramid. Kesalahan seperti ini juga akan berakibat fatal dalam novel yang cukup baik itu. Di Mesir tidak akan pernah ditemukan adanya kunci Pyramid yang berbentuk salib, yang ada hanya kunci Nil atau kalau orang Mesir menyebutnya dengan miftah el Nil.&lt;br /&gt;- Berkenanan dengan penjarah bawah tanah, sampai sekarang Mesir adalah Negara yang sangat rapat dalam menyimpan data-data kenegaraannya. Bagaimana bisa seorang yang kesalahanya memperkosa saja langsung dijebloskan dalam satu tempat dengan seorang tawanan Ikhwanul Muslimin. Mengacu pada seorang mahasiswa yang sampai sekarang tidak tahu kabarnya, karena kesalahannya membunuh orang Malaysia ia dijebloskan ke penjarah bawah tanah. Menurut penulis, penjarah bawah tanah yang ada di Mesir hanya untuk tahanan khusus saja dan selnya pun bermacam-macam sesuai dengan kesalahan orang itu. Tidak mungkin seorang pemerkosa ditempatkan pada satu tempat dengan tawanan yang lebih berbahaya menurut Negara Mesir.&lt;br /&gt;- Mobil yang disebutkan dalam A2C terlalu mengada-ngada, mobil seperti itu sangat jarang ditemukan di Mesir. Mungkin yang paling banyak adalah Daewoo, Hyundai, el-Masria dan lain-lain. Dari sini tampak sekali bagaimana penulis dalam penghayalannya terlalu tinggi.&lt;br /&gt;- Jarak antara Cairo-Alexandria tidak 177 km, bahkan lebih dari itu. Kesalahan data juga sangat berbahya.&lt;br /&gt;- Undang-undang Mesir tidak pernah menyatakan bahwa seorang pemerkosa dihukum gantungan. Setidaknya ini yang diketahui oleh penulis.&lt;br /&gt;- Kang Abik sekan-akan menyatakan bahwa orang Mesir adalah orang-orang yang suka mengeluarkan cacian, padahal kenyataan hidup di Mesir tidak seperti itu, bahkan sebaliknya. Orang-orang Mesir banyak mengeluarkan do'a kepada teman yang lainnya.&lt;br /&gt;- Kesalahan Fahri dalam menyalakan api permusuhan antara orang Mesir dengan orang Amerika adalah sebuah bukti bahwa tokoh Fahri tidak begitu sempurna.&lt;br /&gt;- Kang Abik salah tangkap terhadap sifat orang-orang Mesir, tidak semua orang Mesir membenci orang-orang Amerika, dalam artian menampakkan permusuhan seperti pada kejadian di metro. Ada pepatah dalam dunia Mesir yang mungkin sudah dilupakan oleh Kang Abik, yaitu "para turis adalah termasuk penduduk Mesir". Dari sini bisa dilihat bahwa orang-orang Mesir sangat menghormati para turis, walaupun dari Amerika.&lt;br /&gt;- Kesalahan penulis pada penyebutan desa Tafahna el-Asyraf yang mengikuti propinsi Zagaziq, padahal Tafahna mengikuti daerah Dakahleya, sedangkan Zagaziq mengikuti el-Syarkeya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari catatan-catatan itu penulis hanya ingin menjelaskan bahwa novel A2C masih sangat jauh sekali dari kesempurnaan. Dan masih banyak kesalahan yang ada pada novel itu. Begitu juga daya hayal penulis yang terlalu tinggi hingga membuat seorang pembaca harus tertawa. Walaupun begitu, daya hayal tinggi yang dibungkus dengan latar belakang indah dan komplek akan membuat karya sastra semakin enak dipelajari dan dibaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap penulis ikut bangga atas berhasilnya novel itu menjadi novel Islami terhebat pada masa saat ini, memang tidak berlebihan apa yang dikatakan penulis besar Mohamad Fauzil Adhim yang mengatakan bahwa ia meragukan adanya kemunculan karya sastra serupa dari penulis muda Indonesia lainnya, saat ini bahkan mungkin hingga beberapa puluh tahun ke depan. Bahkan dari penulis tua pun tidak akan pernah mampu membuat karya sastra yang begitu cerdas dan bisa dibaca oleh semua kalangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan penulis sangat menolak apa yang dikatakan Cerpenis Joni Ariadianata bahwa ia menyerupakan dengan novelis besar Naguib Mahfoudz dalam pemahaman seluk beluk Mesir, padahal tidak seperti itu. Bagi Kang Abik sangat jauh untuk bisa menjadi seorang Naguib, baik dalam dunia kepenulisan atau yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya sangat yakin akan bertambahnya pembaca bagi novel A2C, selagi film A2C belum digarap, jika film itu benar-benar akan digarap di Mesir, ada kemungkinan novel ini akan turun pamornya, atau akan bertambah pamornya. Dan sepandai-pandainya tupai melompat tetap akan terpeleset juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cairo, 19 Mei 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah aktifis Sanggar Seni, Sastra dan Budaya KiNANAH dan FLP cabang Cairo, Mesir. Juga seorang yang menyukai dunia sejarah sastra dan kritik sastra.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-8344994597354473215?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/8344994597354473215/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=8344994597354473215&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/8344994597354473215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/8344994597354473215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2007/06/ayat-ayat-cinta-antara-realis-dan-daya.html' title='Ayat-Ayat Cinta antara Realis dan Daya Hayal Tinggi'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/RoKBWYL3J4I/AAAAAAAAAAk/Jr8XW28l1b0/s72-c/ayatayatcinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-3819711599652208035</id><published>2007-06-27T17:58:00.001+03:00</published><updated>2009-04-21T01:06:53.980+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kornish Nil'/><title type='text'>Dauroh El-Lughatul Al-Arabiah I</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/RowNRYL3J7I/AAAAAAAAAA8/aiZncAPNKJA/s1600-h/DSCN7585.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/RowNRYL3J7I/AAAAAAAAAA8/aiZncAPNKJA/s320/DSCN7585.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5083452671595587506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dauroh El-Lughatul Al-Arabiah I&lt;br /&gt;Pendidikan Kilat untuk Mengasa Keahlian Bahasa Arab)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa bahagia yang ada pada diri ini tidak bisa kuungkapkan dalam bentuk apapun, bahkan kata-kata pun tidak bisa untuk merangkai rasa bahagia yang kurasakan saat ini. Sudah lama sekali aku kagum pada Universitas Cairo Mesir, salah satu universitas di Mesir yang banyak telah mencetrak kader-kader bangsa yang berintelektual, mungkin dalam segi pembelajaran keagamaannya tidak sebagus Universitas al-Azhar sebagai satu-satunya universitas di Mesir yang berbasis agama Islam dan termasuk universitas tertua di dunia setelah Universitas Oxford di Inggris. Sejak lama ingin sekali hati ini untuk belajar di sana, tapi tidak mungkin bisa tercapai keinginan besar ini, dari segi uang tidak akan mampu membayar pembayaran yang begitu besar, begitu juga dari segi keahlian bahasa yang begitu rendah. Tapi kemarin hari Sabtu tanggal 24 Mei 2007 aku bersama tiga teman mendaftarkan diri untuk mengikuti Dauroh El-Lughatul Al-Arabiah (Pendidikan Kilat untuk Mengasa Keahlian Bahasa Arab). Diklat (Pendidikan Kilat) ini bekerja sama antara Cairo University dengan The King Abdel Aziz Babthin dalam hal karya sastra dan pendalaman syair Arab. Diklat ini diberikan untuk para pelajar di Mesir sebagai pelajaran untuk pembuatan karya sastra dan pendalaman syair secara gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin diantara tujuan diklat ini adalah supaya para pelajar Arab mampu membuat karya sastra (syair) dan dapat mendalaminya, karena sejak akhir beberapa tahun ini karya sastra Arab dalam bentuk syair mulai turun, kebanyakan orang Arab sudah beralih ke syair modern yang sudah mengindahkan qawafi-aturan syair-. Maka dari sini raja Saudi Arabia memberi biaya untuk memberi pelajaran secara singkat tentang dunia keahlian membuat syair dan membenarkan kesalahan-kesalahan bahasa Arab yang saat ini banyak terjadi pada kalangan orang-orang Arab. Diktat yang diberikan oleh Cairo University dan King Abdel Aziz ada dua bentuk, yang pertama adalah keahlian berbahasa Arab Fusha dan keahlian Arudhiah atau ilmu yang menerangkan kaidah-kaidah dalam pembuatan syair Arab dan musik-musik yang dikeluarkan oleh syair-syair itu. Ilmu Arudh diciptakan oleh Khalil bin Ahmad (100-170 H), sedangkan kata Arudh diambil dari salah satu nama Saudi Arabia, ilmu ini dinamakan Arudh karena Khalil bin Ahmad ingin supaya ilmu ini bisa memberi berkah kepada siapa saja yang menpelajari dan mendalaminya. Di dalam ilmu Arudh dijelaskan kaidah-kaidah dasar sebuah syair Arab dan lagu-lagu yang dikeluarkan oleh syair tersebut, seperti Bahr Rajaz ¬(lagu Rajaz) yang syairnya selalu berbentuk sedikit, lagunya tampak ringan dan lincah, karena biasanya orang Arab melagukan syair dalam bentuk lagu Rajaz untuk menggembalakan kambing, sehingga lagu-lagunya selalu lincah selincah larinya kambing-kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dua macam diklat itu, saya mengambil diklat keahliah bahasa Arab-nya, saya ingin memiliki keahlian dalam hal kebahasaannya. Baru tanggal 26 Mei 2007 saya dan teman-teman mengikuti diklat yang pertama, ternyata anak Indonesia yang mengikuti tidak begitu banyak, bisa dihitung. Yang mengikuti diklat ini luar biasa banyaknya, kalau diitung-itung ada sekitar 200 mahasisiwa, mahasiswa-mahasiswi tumplek-amblek jadi satu dalam ruangan yang cukup besar itu. Untuk mahasisiwa menempati deretan bangku sebelah kiri dan untuk mahasisiwinya menempati deretan sebelah kanan. Dalam perteman pertama ini saya dan temen-temen terlambat masuk sekitar setengah jam-an, saya mendapatkan bangku dibelakang mahasiswi yang ada pada belakang sendiri, rasanya malu dan gerogi menyerang diriku. Selama sekolah di Mesir, saya sendiri belum pernah belajar dalam satu ruangan dengan mahasiswi, apalagi mahasisiwi Mesir yang membuat merinding. Dalam sepuluh menit itu, saya tidak bisa konsentrasi mendengarkan penjelasan dari Dr. Ibrahim Dhouah, rasa grogi dan malu masih membuatku tidak tenang. Akhirnya lama-kelamaan rasa itu hilang bersamaan dengan enaknya penjelasan yang dibawa oleh Dr. Ibrahim. Dr. Ibrahim menjelaskan tentang kesalahan-kesalahan kebahasaan yang ada pada nas-nas syair dan beberapa naskah pers. Penjelasannya hanya gelobal saja, untuk penjelasan secara mendetail akan diterangkan pada pertemuan mendatang. Diklat yang akan memakan waktu sekitar tiga bulan ini akan dibawakan oleh dosen-dosen yang sudah pakar dalam bidang kebahasaan dan kesusasteraan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang membuatku tahjub dan senang adalah kecakapan dan keaktifan dari para mahasiswa Cairo University Mesir yang mengikuti diklat ini, keaktifan seperti ini jarang saya lihat pada mahasiswa al-Azhar, setiap saya mengikuti pelajaran di kelas dan beberapa diklat seperti ini di al-Azhar, jarang sekali melihat mahasiswa yang aktif. Dari sini saya bisa melihat keunggulan mahasiswa dan manajemen pendidikan yang diberikan oleh universitas Cairo. Ternyata benar apa yang dikatakan oleh orang-orang bahwa Cairo Universitas adalah tempat para mahasiswa yang aktif, kreatif dan sensitif, sedangkan al-Azhar University adalah tempat para pelajar yang tawadhu’. Dari sekelumit pengalaman ini juga saya bisa sedikit membenarkan kata-kata Dr. Thaha Husyan selaku mantan menteri pendidikan Mesir beberapa tahun silam, Dr. Thaha mengatakan bahwa al-Azhar terlalu mengungkung para mahasiswanya sehingga tidak bisa maju ke permukaan, hanya para syaikhnya saja yang maju digaris terdepan. Sedangkan Cairo University selalu menjunjung kebebasan (bukan pergaulan bebas) mahasiswanya dan mendukung mereka untuk maju digaris terdepan, sedangkan para dosennya hanya dibelakang mereka sebagai penggerak dan peneliti. Perbedaan anatara kedua universitas ini sangat mencolok sekali, bahkan saya merasakan apa yang dikatakan oleh Dr. Thaha setelah merasakan pendidikan kedua universitas ini, walaupun baru sebentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Ibrahim mengatakan bahwa kesalahan yang sering terjadi pada koran-koran, syair, danmajalah-majalah adalah karena telah tercemari oleh bahasa ‘Amiyah (bahasa pasaran), bahasa ‘Amiyah Mesir sangat merusak bahasa Arab Fusha (pemersatu atau fasih). Pendapat seperti ini pernah saya dengar juga dari Dr. Hani Muhammad Mahdi dalam diklatnya setahun yang lalu, walaupun bahasa Arab ‘Amiyah Mesir masih tergolong bahasa yang paling dekat dengan bahasa Arab aslinya. Memang bahasa Arab ‘Amiyah Mesir adalah bahasa yang paling dekaty dengan bahasa aslinya, bahasa Arab Fusha. Hanya saja dialek yang digunakan oleh orang-orang Mesir berbeda jauh dengan bahasa aslinya, begitu juga denagn susunan kaidah-kaidahnya sangat berbeda dengan bahasa aslinya. Walaupun dekat tapi tetap jauh, kedekatan bahasa Arab ‘Amiyah dengan bahasa Arab Fusha hanya dilihat dari segi kata-katanya saja, bukan dari segi susunan dan dialektikalnya. Kalau kita mau mendengar dengan jelas, bahasa Arab ‘Amiyah yang ada di Mesir sebenarnya terbagi menjadi dua , yaitu bahasa Arab ‘Amiyah Selatan dan Utara, kedua bahasa ini pun berbeda dalam segi dialektikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua jam diklat berlangsung, selama dua jam itu Dr. Ibrahim hanya memperlihatkan kesalahan-kesalahan dalam penggunaan bahasa saja, tanpa memberi penjelasan secara mendetai, untuk penjelasannya akan disampaikan dalam pertemuan selanjutnya. Diklat ini akan berlangsung selama tiga bulan dan akan diadakan ujian diakhir pertemuan, bagi para mahasiswa yang ikut akan diberi syahadah (ijazah) dari Universitas Cairo dan The King Abdel Aziz Saudi Babthin. Setelah selesai diklat ini juga, The King Abdel Aziz akan mengadakan perlombaan pembuatan sayair dengan hadiah yang cukup besar. Selesai diklat, saya dan teman-teman jalan-jalan melihat-lihat gedung Cairo University. Dalam perjalanan keliling-keliling itu sempat beberapa kali hati saya harus berdebar-debar kencang, rasa tahjub, bangga, senang, dan malu cempur aduk semua. Dari mulai gedung, ternyata Cairo University mempunyai kesamaan dengan universitas-universitas yang lainnya, bangunannya cukup tua kecoklat-coklatan dan besar-besar. Bangunan yang mengingatkanku pada bentuk arsitektur bangunan kuno Yunani dan Romawi itu membuatku semakin suka, apalagi ketika kulihat sebuah monumen yang dipinggirnya melekat jam dalam ukuran yang besar sekali, luar biasa hebatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi luasnya, Universitas Cairo tidak kalah dengan Universitas al-Azhar pada fakultas umumnya, sedangkan dari segi kebersihan pun cukup membuat bangga dan senang orang yang datang menjenguknya. Di dalamnya dihiasi dengan berbagai tumbuhan dan pohon yang hijauh dan segar, di bawah pohon-pohon besar dengan daunnya yang hijauh dan rindang dipasangi beberapa bangku untuk beristirahat. Belum lagi ada beberapa Kantin di dalamnya, walaupun kecil tapi makanan dan minuman yang disajikan cukup elit juga, ini menambah nilai plusnya. Taman yang ada di dalam Universitas Cairo juga dijaga dengan baqik, dipinggirannya dipasangi juga beberapa bangku untuk beristirahat dan belajar bagi para mahasiswa. Yang membuat hati-hati iniberdebar-debar adalah disetiap bangku di bawa pohon dan taman itu duduk beberapa mahasiswa dan mahasiswi, kebanyakan berkelompok, ada juga yang berduaan saja. Sepertinya mereka habis belajar dan mendiskusikan sesuatu, atau hanya sekedar bercanda bersama teman-temannya. Hatiku bertambah berdebar-debar ketika ada beberapa mahasiswi yang sedang duduk itu melihat dengan matanya yang indah kepada kami, sepertinya mereka agak kaget dengan kehadiran kami di situ, atau mungkin sepertinya mereka ingin mengajak kenalan kami. Karena setahu saya hanya ada beberapa orang Indonesia saja yang berhasil mendapatkan beasiswa untuk belajar di sana, sehingga kehadiran kami di sana membuat mereka bertanya-tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menutupi betapa geroginya diri ini, saya hanya pasang senyum ke sana ke mari sambil mengalihkan pandangan ke arah lainnya. Pengalaman sekelumit ini akan menjadi pengalaman yang menggembirakan buatku, walaupun hanya bisa belajar di Cairo University tiga bulan saja, ini pun cukup memuaskan hati untuk melegahkan rasa penasarnku pada Universitas favorit ini. Dari jalan-jalan ini saya banyak mendapatkan inspirasi, semoga novel yang masih saya kerjakan ini segera selesai, karena kebanyakan setting yang ada pada novelku ini ada pada Cairo University. Semoga Allah mengabulkan do’a dan keinginanku ini, amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bathniyyah, 26 Mei 2007&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-3819711599652208035?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/3819711599652208035/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=3819711599652208035&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/3819711599652208035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/3819711599652208035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2007/06/dauroh-el-lughatul-al-arabiah-i.html' title='Dauroh El-Lughatul Al-Arabiah I'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/RowNRYL3J7I/AAAAAAAAAA8/aiZncAPNKJA/s72-c/DSCN7585.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-8570600775431894213</id><published>2007-03-26T21:55:00.001+02:00</published><updated>2009-04-21T01:06:45.479+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Pelangi Definisi Sastra, Antara Versi Arab dan Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/RgglvX9c7SI/AAAAAAAAAAc/Ylcc-nhh1fM/s1600-h/IMAG0013.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5046324878284483874" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/RgglvX9c7SI/AAAAAAAAAAc/Ylcc-nhh1fM/s200/IMAG0013.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tulisan ini akan mencoba untuk menelaah ulang tentang definisi sastra yang hingga saat ini belum ada kata kesepakatan pasti, definisi yang pas untuk kata ’sastra’ masih belum ditemukan, dari dekade-ke dekade definisi untuk sastra selalu berubah-ubah dan berkembang. Hingga para pakar bahasa dan sastrawan sendiri sebagai pelaku dan pembuat sastra (walaupun penulis tidak menyetujui sebutan ini) masih belum bisa menemukan definisi sastra, baik secara konklusif atau formalitatif. Meminjam kata seorang teman ketika ditanya tentang apa definisi sastra, ia menjawab bahwa mencari definisi sastra bisa dikatakan sama sulitnya dengan mencari jarum ditumpukan jerami. Apakah mencari definisi untuk sastra sesulit itu?.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini akan mencoba untuk menelaah ulang tentang definisi sastra yang hingga saat ini belum ada kata kesepakatan pasti, definisi yang pas untuk kata ’sastra’ masih belum ditemukan, dari dekade-ke dekade definisi untuk sastra selalu berubah-ubah dan berkembang. Hingga para pakar bahasa dan sastrawan sendiri sebagai pelaku dan pembuat sastra (walaupun penulis tidak menyetujui sebutan ini) masih belum bisa menemukan definisi sastra, baik secara konklusif atau formalitatif. Meminjam kata seorang teman ketika ditanya tentang apa definisi sastra, ia menjawab bahwa mencari definisi sastra bisa dikatakan sama sulitnya dengan mencari jarum ditumpukan jerami. Apakah mencari definisi untuk sastra sesulit itu?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dulu sampai sekarang, tidak ada kata sepakat dalam pendefinisian sastra, baik di dunia Indonesia ataupun di dunia Arab, karena arti sastra sendiri selalu berubah-ubah sesuai perkembangan zaman. Makanya penulis memakai judul untuk tulisan ini dengan pelangi definisi sastra, antara versi Indonesia dan Arab, dengan tujuan untuk menelaah ulang definisi-definifi yang diberikan para pakar bahasa dan sastrawan kita untuk sastra dan membandingkannya dengan definisi sastra yang diberikan para pakar bahasa dan sastrawan di dunia Arab. Sehingga dari sini kita bisa membandingkan dan menarik benang merah (kata sepakat) dari keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mulai mendefinisikan kata sastra dengan mengambil artinya lewat KBBI (kamus besar bahasa Indonesia), menurut KBBI arti sastra adalah:&lt;br /&gt;Þ Bahasa (kata-kata, gaya bahasa) yang dipakai dalam kitab-kitab (bukan bahasa sehari-hari).&lt;br /&gt;Þ Karya tulis, yang jika dibandingkan dengan tulisan lain, memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keaslian, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya.&lt;br /&gt;Arti yang diberikan KBBI ini sama dengan arti yang diberikan Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono. Sedangkan dalam kamus Ilmiah Populer diartikan sebagai kitab; tulisan; karangan; buku ilmu; dan kesusastraan. Dari definisi yang diberikan kamus kita ini, kita bisa mengartikan sastra sebagai bahasa yang diungkapkan dalam bentuk tulisan atau karangan dengan memiliki daya artistik dan keindahan, baik dalam isi atau ungkapannya. Arti dari kedua kamus itupun tidak jauh dari arti asal sastra dalam bahasa Sansekerta yang mempunyai makna huruf, bahasa dan karya. Arti yang kita dapatkan dalam dua kamus ini adalah definisi secara minimum, yakni minim-minimnya sastra itu berkisar tentang tulis-menulis. Bagaimana dengan adanya teater, drama, film, nyanyian, pembacaan puisi dan sinetron, apakah semua ini tidak termasuk katagori dalam sastra?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita coba melihat definisi sastra secara maksimum. Plato dalam bukunya republic, ketika ia menjelaskan tentang dunia ide, ia sedikit menerangkan tentang fungsi sastra. Ia mengatakan bahwa sastra adalah sebuah karya tiruan realitas, yang nota bene adalah wujud tiruan dari dunia ide. Dengan ini Plato mengatakan bahwa sastra jauh dari kebenaran, dalam artian sastra jauh dari dunia nyata kehidupan kita, semuanya hanya daya hayal yang tidak bisa dipegang dan dijadikan poatokan. Beda dengan muridnya, Aristoteles. Ia lebih menempatkan sastra sebagai sesuatu yang agung. Ia berpendapat bahw sastra, terutama tragedi, adalah dunia kemungkinan yang ditemukan dan diciptakan secara nyata oleh pengarangnya. Dengan kata lain, seeorang sastrawan bisa membuat karya sastra yang sangat mirip dengan kehidupan seseorang atau mengambil contoh kehidupan seseorang untuk dijadikan karya sastra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Syafiq Abdul Razzaq Abu Sa'dah dosen fakultas Bahasa Arab universitas al-Azhar mengartikan sastra umumnya dan puisi khususnya adalah cerminan kehidupan manusia, ia juga refleksi dari perkembangan kehidupannya dari yang kecil sampai yang besar. Atau Hernowo dalam salah satu tulisannya pernah mengatakan bahwa sastra adalah bagian dari kehidupannya, ini tidak jauh dari definisi yang diberikan Marcel Proust, ia mengatakan bahwa sastra adalah masa lalunya. Dari definisi di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa sastra adalah refleksi dari kehidupan seseorang yang ditulis dengan menggunakan bahasa yang menggugah.&lt;br /&gt;Kalau menurut Nio Joe Lan beda lagi, ia mendefinisikan sastra sebagai cerminan segala apa yang berada dalam sanubari manusia. Dengan definisi ini bisa dikatakan Nio Joe Lan lebih mendekati definisi yang diberikan oleh Hernowo dan Marcel Proust, inti dari sastra ada pada diri sastrawan itu. Mungkin definisi akan tampak bertentangan dengan definisi yang diberikan Dr. Syafiq yang obyek dari sastra lebih banyak dari luar sastrawan itu sendiri.&lt;br /&gt;Di sisi yang lain, orang-orang bayak yang menghubungkan sastra dengan keindahan, kata orang-orang sastra itu harus indah, terus pertanyaannya apakah sastra itu harus indah?. Menurut penulis sastra tidak harus indah, karena letak inti dari sastra pada dasarnya adalah bukan pada keindahan saja, tapi harus didukung dengan tujuan sastra itu. Sebelum kita melangkah lebih jauh lagi, alangka baiknya kalau kita menengok sebentar tentang sastra dalam bahasa Arab (adab), dengan begitu kita bisa mengambil kesimpulan dari keduanya.&lt;br /&gt;Ibn Mnadzur dalam kamusnya Lisanul Arab dan Zubaidi dalam kamusnya Tajul ‘Arusy mengatakan bahwa kata asal adab diambil dari kata adbu atau adb yang bermakna undangan atau ajakan untuk makan. Dari kata itu muncullah kata adab yang diartikan sebagai mengajak seseorang untuk berbuat baik, jadi muaddib adalah seseorang yang mengajak kepada kebaikan dan menyuruh meninggalkan kejelekan. Lamaban laun arti adab menjadi bergeser dari undangan atau ajakan untuk makan menjadi budaya. Sedangkan pada abad ke-3 makna adab digunakan hanya untuk karya prosa dan puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Ibn Khuldun mengartikan adab sebagai mutu (hasil) pada keindahan prosa dan puisi dengan gaya orang-orang Arab. Syamsuddin as-Syakhawi berpendapat bahwa adab adalah sebuah disiplin ilmu yang menerangkan tentang apa-apa yang ada di sanubari seseorang dengan kata-kata atau tulisan. Ada juga yang mengartikan adab sebagai setiap makna kehidupan yang diungkapkan dengan gaya bahasa yang indah.&lt;br /&gt;Begitu juga kata literature dalam bahasa Inggris mempunyai arti creative writing of recognized artistic value. Dalam bahasa Inggris sastra lebih didefinisikan sebgai tulisan yang indah.&lt;br /&gt;Dari sini, kita bisa melihat bahwa semua definisi tentang sastra dari Indonesia dan Arab hanya berkisar tentang cermin kehidupan-baik seseorang atau secara umum-, tulisan, bahasa, dan keindahan. Dari masa ke masa arti sastra sendiri selalu berubah-ubah mengikuti perubahan dunia. Mungkin orang-orang Indonesia dan Arab mengartikan sastra sebagai bahasa, tulisan dan keindahan, karena pada zaman itu masih belum ada audio dan visual. Hingga saat ini arti sastra masih tersangkut pada masa itu, sehingga banyak orang yang tidak puas dengan definisi sastra yang diberikan para pakar bahasa dan sastrawan sendiri.&lt;br /&gt;Adapun menurut mereka yang mengatakan bahwa sastra itu harus ditulis dengan bahasa yang indah, itu juga bukan sebagai patokan sastra untuk saat ini. Banyak juga karya sastra yang keluar dari batasan keestetikaan yang kita dapatkan pada dunia sastra saat ini. Seperti karya novelis Naguib Mahfouz (1911-2006) yang kental dengan simbolisnya, ia lebih mendekati arti dan tujuan karyanya dari pada keindahan kata-kata dalam karya-karyanya. Sastra seperti juga manusia, keindahan bisa diibaratkan sebagai bentuk tubuh manusia, sedangkan tujuan dan arti dari sastra lebih bisa dibiratkan sebagai dalaman manusia. Saya tidak menafikan keindahan yang digembar-gemborkan sebagian orang, tapi saya lebih memandang perlunya kedua-duanya jalan bersama, dengan begitu mutu sastra itu akan lebih tampak berganda.&lt;br /&gt;Dari semua definisi di atas dan permasalahannya dalam kehidupan era-sekarang, saya bisa menyimpulkan bahwa sastra adalah cerminan dari kehidupan-baik dari sastrawan itu sendiri atau dari lainnya- yang direfleksikan melalui media-media, baik bahasa, tulisan, ataupun audio-visual dengan hiasan artistik, keindahan dan lainnya, dan dengan tujuan tertentu.&lt;br /&gt;Pelangi definisi sastra telah banyak membuat bingung para pakar bahasa dan sastrawan di mana-mana, sejak dahulu hingga sekarang belum ada kata sepakat di dunai sastra untuk mendefinisikan. Mungkin sastra tidak perlu didefinisikan, seperti yang pernah dikatakan Ibn Khuldun. Karena sastra tidak perlu didefinisikan dan tidak butuh pada definisi-definisi, ia akan lebih bebas tanpa baju definisi. Jika orang mendefinisakan sastra, berarti tanpa sengaja ia membatasi ruang cakupan sastra itu sendiri. Sastra itu tidak ada batasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-8570600775431894213?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/8570600775431894213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=8570600775431894213&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/8570600775431894213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/8570600775431894213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2007/03/pelangi-definisi-sastra-antara-versi.html' title='Pelangi Definisi Sastra, Antara Versi Arab dan Indonesia'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/RgglvX9c7SI/AAAAAAAAAAc/Ylcc-nhh1fM/s72-c/IMAG0013.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-2214748644682028679</id><published>2007-03-26T21:30:00.001+02:00</published><updated>2009-04-21T01:07:07.662+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Penjegalan Karya Sastra</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/Rggf7H9c7QI/AAAAAAAAAAM/q5Guxtthksc/s1600-h/a2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5046318483078180098" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/Rggf7H9c7QI/AAAAAAAAAAM/q5Guxtthksc/s320/a2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Tidak ada suatu kebenaran yang mutlak kecuali hanya milik-Nya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1911, tepatnya tanggal 11 Desember 1911 lahir sastrawan besar Mesir di sebuah kota yang penuh debu dan kotor. Kota Gamaleya yang berada di belakang Khan el-Khalily di sebelah mantiqah al-Azhar dan Husain. Kota itu pernah menjadi ibu kota pada kekhalifaan Fathimiyyin, dari tempat itu muncul ulama'-ulama' dan sastrawan besar. Seorang sastrawan besar berkembagsaan Arab yang bernama Naguib Mahfouz (1911-2006) mendapatkan Penghargaan Nobel dalam bidang sastra pada tahun 1988, sastrwan inilah yang membuat harum bangsa Arab, karena ia adalah orang Arab yang pertama mendapatkan Penghargaan Nobel dalam bidang sastra. Ia telah menolehkan tinta emas pada bengsanya yang telah dikenal beribu-ribu tahun dengan keindahan sastranya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Tidak ada suatu kebenaran yang mutlak kecuali hanya milik-Nya"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1911, tepatnya tanggal 11 Desember 1911 lahir sastrawan besar Mesir di sebuah kota yang penuh debu dan kotor. Kota Gamaleya yang berada di belakang Khan el-Khalily di sebelah mantiqah al-Azhar dan Husain. Kota itu pernah menjadi ibu kota pada kekhalifaan Fathimiyyin, dari tempat itu muncul ulama'-ulama' dan sastrawan besar. Seorang sastrawan besar berkembagsaan Arab yang bernama Naguib Mahfouz (1911-2006) mendapatkan Penghargaan Nobel dalam bidang sastra pada tahun 1988, sastrwan inilah yang membuat harum bangsa Arab, karena ia adalah orang Arab yang pertama mendapatkan Penghargaan Nobel dalam bidang sastra. Ia telah menolehkan tinta emas pada bengsanya yang telah dikenal beribu-ribu tahun dengan keindahan sastranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mulai karirnya menulis Novel dan Cerpen semenjak kecil dan mulai dikenal oleh orang luar berkat sebuah penyataan langsung dari pemikir dan sastrawan Mesir Dr. Thaha Husain. Ia dinyatakan mempunyai tulisan yang indah dan bakat yang tinggi, ia mendapatkan pernyataan itu ketika sebuah cerpennya dibaca oleh Dr. Thaha Husain di sebuah majalah di Cairo. Setelah membaca tulisan Naguib ini, Dr. Thaha Husain langsung menulis sebuah pernyataan langsung berupa resensi cerpennya, bukan main akibat dari tulisan dari Sang Pemikir itu, orang-orang Mesir berbondong-bondong membeli dan membaca tulisannya. Dari situ nama Dr. Naguib Mahfouz melecit jauh melebihi Dr. Thaha Husain sendiri. Kemudian pada tahun 1959 ia menulis sebuah novel yang berjudul "Anak-anak Gebelawii (Children of Gebelawii/Aulad Harrtina)", novel ini ia kirmim ke sebuah majalah untuk diterbitkan secara berkala, baru satu kali saja penerbitan Dr. Naguib Mahfouz dan penerbitnya diperotes oleh kaum agamis, khususnya dari al-Azhar yang pada waktu itu masih kuat-kuatnya memegang pemerintah. Dari mulut Presiden Gamal Abdul Nasir langsung Dr. Naguib Mahfouz mendapatkan kecaman, karena hampir setiap hari sang Presiden mendapatkan telpon protes dari syaikh-syaikh al-Azhar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa novel Anak-anak Gebelawii mendapatkan kecaman yang begitu keras dari kaum agamis?, tidak lain karena novel itu dianggap menghujat dan menghina Allah dan agama-agama Abrahamik monoteistik, Yudaisme, Kristen dan Islam sendiri. Setelah mendapatkan kecaman dan protes dari mana-mana itulah nevel Anak-anak Gebelawii tidak jadi diteruskan dan tidak boleh diterbitkan kembali dalam bentuk apapun. Pada tahun 1988 novel ini mendapatkan Penghargaan Nobel dalam bidang sastra. Tapi begitu pun, novel ini tetap tidak boleh diterbitkan, bahkan kecaman malah menjadi-jadi, beberapa kalangan Mesir yang agamis menjatuhi hukuman "mati" dan murtad, ini mengingatkan kepada seorang penulis asal India yang bernama Salman Rushdie, ia mengarang sebuah buku berjudul "Satanic Verses (1988)", karena dalam buku ini Allah dijadikan tokoh utamanya. Berbagai negara melarang dan memprotes terbit dan beredarnya buku ini. Bahkan pemimpin Iran pada waktu itu Ayatollah Khomeini berpidato pada sebuah radio tentang Rushdie, ia berkata bahwa Rushdie telah keluar dari Islam (Murtad) dan perkataan itu disebut sebagai sebuah fatwa pada waktu itu, padahal Ayatollah sendiri belum pernah membaca bukunya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan Dr. Naguib, ia sendiri mendapatkan berbagai tentangan dan protes dari berbagai kalangan, bahkan pernah ia akan dibunuh di dalam rumahnya, sejak itulah kemana pun ia pergi selalu dikawal. Namanya diabadikan dalam sebuah judul lagu milik pemain terompet dan komponis AS Dave Doglas. Pada dasarnya pengalaman Dr. Naguib yang berwarna-warni itu adalah sebuah kehidupan yang wajar dan penuh gairah untuk menangkap pernik-pernik kehidupan, karena itu adalah sebuah tntunan alami seorang sastrawan. Penjegalan terhadap karya sastra seperti inilah yang akan membuat orang semakin menurunkan nilai kemanusiaan, karena hasil karya yang begitu hebat itu tidak mampu dinikmati orang lain yang mestinya akan menikmatinya. Begitu banyak kita jumpai seseorang yang telah mengungkap sebah kenyataan hidup dijadikan bahan guncangan dan bahan tertawaan orang, begitu banyak orang yang telah mampu membuat hidup ini semakin hidup, tapi dijadikan sasaran kebodohan mereka sendiri. Salah satunya adalah karya sastra Dr. Naguib Mahfouz sendiri, banyak orang yang belum mampu menikmati karyanya yang banyak mengangkat tentang kehidupan menengah ke bawah dengan tpendekatan dan gaya surelis. Bagaimana seseorang bisa menhukumi sesuatu yang belum mutlah kesalahan dan kebenarannya itu, novel Anak-anak Gebelawii yang dilarang terbit selama beberapa puluh tahun ini dianggap menyimpang jauh, bahkan menghina Allah, karena di situ dianggap membawa tokoh Allah. Penulis kira Dr. Naguib sendiri tidak bermaksut untuk membawa tokoh Allah dalam novelnya itu, karena tidak pernah dijumpai tokoh yag bernama "Allah" di situ, walaupun penulis tidak menafikan sebuah tokoh yang mempunyai kekuasaan besar di situ. Memang arti Gabalawii sendiri bermakna Pencipta, Penguasa dan Pemaksa, karena kata Gabalawii sendiri dari kata Jabala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gabalaweii sendiri mempunyai beberapa anak yang bernama Idris, Abbas, Ridhwan, Jalil dan Adam, mereka semua berasal dari satu ibu, kecuali Adam yang terlahir dari seorang budak. Cerita novel Anak-anak Gabalaweii mirip seperti cerita Nabi Adab, Iblis, dan Hawa di Syurga di awal penciptaan manusia. Novel ini menceritakan tentang keserakahan dan kekuasaan seseorang yang selalu memaksa kehendak orang lain yang lebih lemah, pernah ada orang yang menyerupakan tokoh novel ini (Gabalaweii) dengan presiden Gamal Abd Naseer sehingga ia marah besar. Mungkin saja novel ini akan menjadi sebuah novel pengkritik bagi siapa saja yang selalu memaksakan kehendaknya terhadap si lemah. Dari anak-anak Gabalaweii itu, hanya Adab yang diberi kepercayaan untuk memegang dan mengelola badan wakaf milik ayahnya itu, karena hanya dia saja yang mampu membaca, menulis dan berhitung. Dari sini timbul rasa iri dan dendam pada saudara-saudar lainnya seperti Idris dan lainn-lainnya. Tidak lama kemudian Adam menikah dengan Umaimah, sekali lagi dari nama ini muncul dugaan bahwa ia adalah simbol dari Hawa sendiri, karena Umaymah berasal dari kata Um yang berarti Ibu. Tidak lama kemudian keduanya diusir oleh keluarganya karena telah berani membaca surat rahasia rancangan masa depan dari sang Ayah. Cerita ini sangat mirip dengan cerita nabi Adab dan Hawa, maka banyak sekali orang-orang yang menganggap bahwa Gabalaweii adalah simbol dari Tuhan, sedangkan Adab dan Umaymah adalah simbol dari nab Adab dan Siti Hawa, begitu juga dengan Idris dan saudara-saudaranya lannya dianggap sebagai simbol dari Iblios dan anak cucunya. Hingga saat ini novel ini banyak diteliti oleh para pemikir dan sastrwan. Novel ini mempunyai makna yang ganda, karena setiap orang bisa menafsirkannya dengan seenak hati dan sesuai kadar pemikiran dan pengetahuan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah kehidupan Dr. Naguib Mahfouz, kita dapat menemukan bahwa ia pernah menjadi pengikut Saad Zaghlul Pasha, pemimpin partai Wafd yang berhaluan nasionalis. Keterlibatan politik itu diakui oelh Naguib sendiri dengan bangga dalam wawancaranya di majalah Eropa. Dari sini kita bisa menyimpulkan, bahwa Naguib sendiri mungkn berkeinginan untuk menyindir dan memperbaiki sebuah pemerintahan yang otoriter seperti di Mesir ini. Ia mungkin tidak bermaksut untuk menjadikan Tuhan sebagai tokoh dalam novelnya ini, arti seperti inilah yang belum diktehui oleh orang-orang ada sat itu, itu semua karena mereka menghukumi sesuatu dengan membabi-buta tanpa memeriksa dan mempelajari bahan itu sendiri. Pada awal tahun 2006 novel Anak-anak Gebalawii telah diterbitkan kembali atas pengantar Ahmad Abdul Kamal Abu Ahmad, bahkan tidak diketahui bahwa pada tahun yang sama Dr. Naguib Mahfouz meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 02 Desember 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-2214748644682028679?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/2214748644682028679/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=2214748644682028679&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/2214748644682028679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/2214748644682028679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2007/03/penjegalan-karya-sastra.html' title='Penjegalan Karya Sastra'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/Rggf7H9c7QI/AAAAAAAAAAM/q5Guxtthksc/s72-c/a2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-7839670469332585814</id><published>2007-03-26T20:54:00.001+02:00</published><updated>2009-04-21T01:07:17.083+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kornish Nil'/><title type='text'>Catatan Akhir di Gamalea</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/RggkjH9c7RI/AAAAAAAAAAU/4ghL11q7qOM/s1600-h/IMAG0181.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5046323568319458578" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/RggkjH9c7RI/AAAAAAAAAAU/4ghL11q7qOM/s320/IMAG0181.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kisah hidup di Gamalea memang penuh dengan kisah menyenangkan, di sana aku bisa merasakan ketinggian budaya Mesir. Dari sana aku mendapatkan banyak kenangan, baik manis atau pahit. Dari sana juga aku jadi tahu, bahwa novelis besar Naguib Mahfouz Rahimahumullah memang benar-benar novelis realis, aku mendapatkan kenyataan bahwa ia benar-benar novelis yang hebat. Mungkin dalam sejarah kenovelan belum pernah ditemukan sosok seorang novelis kedua setelah Naguib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kisah hidup di Gamalea memang penuh dengan kisah menyenangkan, di sana aku bisa merasakan ketinggian budaya Mesir. Dari sana aku mendapatkan banyak kenangan, baik manis atau pahit. Dari sana juga aku jadi tahu, bahwa novelis besar Naguib Mahfouz Rahimahumullah memang benar-benar novelis realis, aku mendapatkan kenyataan bahwa ia benar-benar novelis yang hebat. Mungkin dalam sejarah kenovelan belum pernah ditemukan sosok seorang novelis kedua setelah Naguib. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Gamalea telah banyak mengajariku tentang kehidupan, tentang arti kehidupan ini. Bagiku kehiupan adalah sebuah novel terpanjang, yang di dalamnya kita bisa menemukan semuanya dan memungkin segala sesuatu untuk berubah begitu saja sesuai dengan jalan ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diriku saat ini, aku hidup di daerah Gamalea hanya sekitar tiga bulan. Padahal sejujurnya aku ingin sekali berada di sana sampai belajarku tuntas. Di sana aku bisa belajar melihat kultur budaya Mesir yang tinggi, bisa hidup dengan manusia-manusia yang berbeda dengan lainnya, di sana ada jutaan manusia yang berbeda-beda watak dan karakteristik, sangat unik sekali. Di sana pengalamanku semakin bertambah, ide yang kudapatkan mengalir deras dan bahan untuk tulisan tidak pernah habis. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Naguib memang tidak salah menempati tempat di sana, semua jalan cerita yang ada pada novel-novelnya benar-benar bisa kutemukan di Gamalea. Luar biasa. Aku juga jadi tahu bahwa di sana masih ada orang yang buta huruf, aku kira di kota Kairo ini tidak akan pernah ditemukan seorang pun yang buta huruf, ternyata di Gamalea yang dekat dengan Khan el-khalily dan al-Azhar Area itu terdapat banyak orang yang buta huruf. Padahal di sana ada berjuta-juta manusia yang hebat, yang menarik lagi adalah hampir penduduk Gamalea menguasai bahasa Inggris, walaupun itu hanya sekedarnya. Aku sering disapa dengan menggunakan bahasa Inggris, hingga anak kecil yang baru berumur sekitar lima tahunan sudah mampu ngomong dengan menggunakan bahasa Inggris, bahasanya bagus lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di apartemenku ada seorang anak kecil yang baru berumur sekitar lima tahunan, setiap ia bertemu denganku, ia selalu berucapa "Hallo, i love you", dengan bahasa yang renyah dan enak didengar, aku geli sekali mendengarnya. Aku pun menjawab dan mengajaknya bicara dengan sekedarnya, ternyata ia mampu mengimbangiku, benar-benar gadis cilik yang hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua hanya bagian kisahku di Gamalea saja, untuk yang lainnya mungkin aku akan mengabadikannya lewat sebuha novel atau hanya sekedar catatan harian. Sejak hidup di sana, aku memang jarang menyentuh inmternet, makanya ceritaku tidak mampu kutulis dan kupasang di blog (maaf bagi teman-teman yang lagi menuggu). Hari ini aku ingin menuangkan semuanya di sini, mumpung ada kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang langsung saja aku akan mengisahkan perpisahanku dengan mama dan anak-anknya (tuan rumah). Setelah sekitar satu bulan aku dan temen-temen muter-muter untuk mencari rumah kos baru, akhirnya pencarianku membawa hasil, aku dan temen-temen mendapatkan rumah kos baru di daerah yang bernama Bathniyyah di belakang masjid al-Azhar, cukup enak dan strategis. Kami pindah rumah karena memang teman-teman sudah malas jalan dari Gamelai ke Kampus, jaraknya cukup jauh dan melelahkan. Kita ingin mencari rumah yang dekat dengan Kampus dan lebih besar, rumah yang kami tempati di Gamalea itu cukup sesak juga, tidak cocok untuk kehidupan seorang mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di malam perpisah kami dengan tuan rumah di Gamalea, kami harus menitikkan air mata, sedih sekali. Terus terang saja, belum pernah aku menemukan tuan rumah yang begitu baik daripadanya. Kehidupan mereka cukup harmonis, supel dan menyenangkan. Hingga malam itu kami bertiga meminta izin untuk pergi dari rumah itu, kami disuruh masuk dan disuguhi dengan minuman. Di dalam rumahnya hanya ada mama dan anak-anknya Hebah, Suzan dan Hamid. Suaminya lagi keluar. Ketika kami ngomong mau pergi, mereka semuanya kaget, karena selama ini kami belum pernah mengatakan akan pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama mendengar ini pun nangis, terlihat matanya langsung merah dan suaranya serak seklai, begitupun Suzan yang cantik dan imut-imut tak mau kalah dengan ibunya, mbaknya Hebah juga begitu. Untuk menengkan kekagetan mereka, aku harus mengalihkan pembicaraanku dari mulai menanyakan kabar satu persatu, tentang kabar sekolah Hamid dan Suzan juga. Dalam pembicaraanku dengan mereka, aku tahu bahwa Hamid termasuk orang yang cukup terpelajar juga, ia dapat mengikuti kabar-kabar terbaru, sedangkan Suzan diam tidak mengikuti arah pembicaraan kita. Ia hanya sesekali tanya ke mabaknya Hebah yang cukup pintar juga. Sebenarnya Suzan mempunyai tampang yang cantik, tapi agak kurang baik dalam segi pengetahuan saja. Tema yang kami bicarakan waktu itu adalah tentang gempa di Aceh dan Jawa, juga tentang Naguib Mahfoz, dan tentang bahasa ‘amiyah (pasaran) Mesir dan bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah agak lama, kami akhirnya bisa mnetralisir keadaan, dari kesedihan menjadi kelakar yang menyenangkan. Lucunya, temanku ada yang mengatakan kepada mereka bahwa aku adalah penulis, aku bisa menulis novel, cerpen dan puisi. Hingga Suzan berkata, "Apa benar kamu bisa menulis puisi?"&lt;br /&gt;"Coba buatkan puisi untukku"mintanya padaku, semuanya diam.&lt;br /&gt;"Wah, aku hanya bsia membuat puisi berbahasa Indonesia, puisi dalam bahasa Arab sangat sulit"kayaku padanya.&lt;br /&gt;Ia juga menanyakan cita-citaku, aku menjawabnya bahwa cita-citaku adalah bisa mengabdikan diriku untuk masyarakat Indonesia, baik dengan wasilh tulisan atau lainnya. Aku juga bercerita bahwa kebanyakan mahasiswa Indonesia yang belajar di Mesir ketika pulang akan menjadi seorang guru, itu minim-minimnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya aku mengalihkan tema perbincangan kita ke Naguib Mahfouz, ternyata mama adalah orang yang bisa diajak bediskusi, ia mengenal dan mengatakan kepada kami.&lt;br /&gt;"Ia orang yang besar dan mulia"katanya setelah menceritakan sedikit tentang Naguib.&lt;br /&gt;"Banyak karyanya yang kita baca di sekolah"kata Hamid tidak mau kalah dengan ibunya.&lt;br /&gt;Dari tema Naguib, kita alihkan ke bahasa amiyyah dan bahasa Indonesia. Dari mulut mama aku mendapatkan banyak mufradat bahasa amiyyah Mesir. Ketika membicarakan bahasa Indonesia dan tentang bangsa Indonesia, mereka mendengarkan dengan seksama, seperti seorang guru menerangkan materi pelajarannya ke murudnya, seperti itulah kami menerangkan tentang keindonesiaan. Dalam akhir perbincangan kami dengan mereka, aku menanyakan kepada mereka untuk jalan-jalan ke Indonesia.&lt;br /&gt;"Ngak mau, di sini enak"kata Suzan ketika kami tanya apakah ia mau diajak ke Indonesia.&lt;br /&gt;Semunaya tertawa dengan jawaban Suzan, memang negara Mesir adalah negara yang enak, indah dan asyik. Kata orang-orang Mesir, Mesir adalah syurga dunia. Perkataan itu memang agak bernada sombong dan mau menang sendir, tapi jiga kita pernah hidup di Mesri, maka akita akan dapat merasakan apa yang dikatakan orang-orang Mesir itu, memang benar dan di dalamnya banyak bidadari-bidadari yang membuat kita lupa segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami diizini untuk peergi walaupun dengan berat hati, tapi sebelum kami kembali ke flat kami. Mama bepesan bahwa jika kami ingin kembali lagi, mereka mempersilahkan. Sekarang kami hidup di Bathniyyah dengan kebiasaan yang berbeda,dan kebudayaan yang berbeda pula, walaupun jarak antara Gamalea dengan Bathniyya hanya sekitar limja kilo-an, tapi perbedaan kebudayaan sangat berbeda dan dapat kurasakan perbedaan itu. Kalau di Gamalea, suasannya bising dan keras, sedangkan di Bathniyyah suasananya tenang dan enak untuk belajar, lagi dekat dengan univesitas al-Azhar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;Puisi Untuk Suzan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bulu mata lentik berseri&lt;br /&gt;Bagai rumput panjang di pagi hari&lt;br /&gt;Sepasang alis hitam kecil melengkung&lt;br /&gt;Menggeliat-liat malas di kedua ujung&lt;br /&gt;Bibir merah basah menantang&lt;br /&gt;Bentuk indah gendewa terpentang&lt;br /&gt;Hangat lembut mulut juwita&lt;br /&gt;Sarang madu sari puspita&lt;br /&gt;Senyum dikulum bibir gemetar&lt;br /&gt;Tersingkap mutiara indah berjajar&lt;br /&gt;Segar sedap lekuk di pipi&lt;br /&gt;Mengawal suara merdu sang dewi! &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;Puisi Untuk Gamalea&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kekosongan tiba&lt;br /&gt;Saat meninngalkanmu wahai Gamalea&lt;br /&gt;Di sana kudapat berjuta rasa&lt;br /&gt;Kisah penuh kebudayaan buatan para dewa&lt;br /&gt;Di sana kujadi dewasa&lt;br /&gt;Matang dalam berfikir dan asa&lt;br /&gt;Cita-cita juga tampak jelas di mata&lt;br /&gt;Gamalea...&lt;br /&gt;Berjuta-juta bidadari menari di sana&lt;br /&gt;Bersama lantunan ramai anak bangsa&lt;br /&gt;Di sana Naguib mengabadikan rasa&lt;br /&gt;Dari sana Taufiq Hakim belajar bahasa&lt;br /&gt;Juga mengajarkannya untuk anak bangsa&lt;br /&gt;Di sana para mufti berfatwa&lt;br /&gt;Di sana ilmu memancar dari dua menara&lt;br /&gt;Gamalea...&lt;br /&gt;Realis dan tampak ceria&lt;br /&gt;Dengan Khan el-Khalili dan masjid Hussainnya&lt;br /&gt;Juga kebudayaannya&lt;br /&gt;Gamalea...&lt;br /&gt;Di dalamnya penuh misteri&lt;br /&gt;Dari perabotan cantik sampai anak dekil kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumengenalmu karena agungmu&lt;br /&gt;Kumengertimu karena hidup di dalammu&lt;br /&gt;Kumenyanjungmu karena ada Naguib besarmu&lt;br /&gt;Di sana ada ceritaku yang tidak pernah habis&lt;br /&gt;Walau umur terus terkikis&lt;br /&gt;Gamalea...&lt;br /&gt;Tempat kisah, budaya, ilmu dan mengertiku&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-7839670469332585814?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/7839670469332585814/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=7839670469332585814&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/7839670469332585814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/7839670469332585814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2007/03/catatan-akhir-di-gamalea.html' title='Catatan Akhir di Gamalea'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_vNsj-4w9yr8/RggkjH9c7RI/AAAAAAAAAAU/4ghL11q7qOM/s72-c/IMAG0181.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-116516198310905662</id><published>2006-12-03T18:04:00.001+02:00</published><updated>2009-04-21T01:07:27.502+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Sha'alik pada Zaman Pra-Islam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Hubungan antara masyarakat pada zaman pra-Islam sangat erat, hubungan kehidupan mereka berada di bawah naungan persaudaraan yang telah mereka kenal sejak ribuan tahun dari nenek moyang mereka. Hubungan persaudaraan ini biasanya dikenal dengan "fanatisme" atau persaudaraan sedarah. Diantara suku yang hidup pada zaman ini, telah memiliki keakraban dan rasa persaudaran yang erat natara sesama suku mereka, mereka tidak segan-segan membela dengan nyawa mereka, ketika suku mereka diserang suku lainnya. Saling serang antar suku seperti itu pada zaman itu dianggap biasa, karena hidup mereka banyak yang berpindah-pindah untuk mencari rumput dan air untuk hewan gembala mereka. Rumput yang segar dan air yang jernih adalah dua hal yang selama ribuan mereka cari dan mereka perebutkan antar suku di daratan gersang Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah-tengah mereka ada bebrapa orang yang mereka muliakan setelah ketua suku mereka, orang-orang itu biasanya dianggapnya sebagai orang yang akan menolong dan membantu mereka ketika terjadi pertikaian dan perselisihan baik diantara suku sendiri atau antar suku lainnya. Mereka juga dianggap sebagai orang-orang yang akan mampu mengangkat drajat suku mereka menjadi suku yang mulya dan disegani. Dengan datangnya orang-orang itu juga, semua silsilah dan cerita yang ada di dalam suku mereka akan dapat dipertahankan, dalam artian akan ada orang-orang menyatat dengan baik-baik semua itu. Mereka adalah para penyair yang akan diingat jasa-jasanya dalam gerak-geriknya dan akan selalu diperhatiakn semua kata-katanya, karena kata-kata yang keluar dari mulut mereka bagaikan sebuah intan dan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara penyair-penyair yang terkenal itu, biasanya akan muncul beberapa penyair yang mempunyai karakteristik yang berbeda-beda daripada penyair-penyai lainnya. Penyair itu biasanya dinamakan "penyair sha'alik", penyair ini tidak terdiri dari satu orang saja, tapi terdiri dari puluhan penyair yang membentuk sebuah kelompok semacam kelompok para penyair. Kelompok inipun tidak terdiri dari satu suku saja, tapi terdiri dari beberapa suku. Setap penyair dari Sha'alik ini mempunyai ciri-ciri yang berbeda-beda, mereka tidak terikat oleh peraturan adat sama sekali, mereka hanya mempunyai ikatan persaudaraan yang erat antara satu dengan lainnya, bahkan hubungan erat ini lebih erat dari pada hubungan saudara kandung sendiri. Hubungan ini tercipta dari alam yang mereka tempati. Gurun pasir, panas yang menyengat, hewan-hewan liar, udara dingin, kilat yang menyambar-nyambar, kelaparan, kahausan adalah keadaan yang dapat menyatukan persatuan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun mereka berkelompok, tapi kebebasan mereka masih terjaga, mereka mempunyai naluri yang bisa membedakan mana lawan dan teman, mereka bisa merasakan mana yang baik dan jelek untuk mereka. Mereka akan bersatu ketika alam memanggil mereka untuk bersatu, mereka mempunyai hubungan darah yang lebih dekat dari pada lainnya. Sha'alik mepunyai makna yang bermacam-macam, secara harfiah "sha'alik" adalah orang miskin yang tidak punya harta sedikit pun [1]. Azhari menambahkan, bahwa sha'alik adalah orang-orang miskin yang tidak berharga dan tidak punya pekerjaan. Hatim at-Tha'i berkata dalam syairnya :&lt;br /&gt;غنينا زمانا بالثصعلك والغني * فكلا سقاناه بكأسيهما الدهر&lt;br /&gt;Hatim at-Tha'i dalam syairnya ini menyatakan, bahwa makna sha'alik adalah fakir/miskin sebagai lawan dari kaya. Syair ini telah menjadi dalil dari makna sha'alik sendir, tentu makna ini tidak akan lepas dari perubahan bersamaan dengan berkembangnya bahsa sendiri. Pada saat ini kata sha'alik sendiri telah mengalami perluasan makna yang dari pertamanya hanya bermaknya kefakiran/kemiskinan sendiri, telah meluas menjadi "seseorang yang malamnya dijadikan siang, sedangkan siangnya dijadikan malam atau begadang malam hari". Makna ini menjadi luas setelah ditemukan kata sha'alik dalam syair lainnya yang tidak mengacu pada makna sebenarnya, syair itu milik Amr bin Barraqah al-Hamdani [2]. Di dalam syairnya ini, dua kata sha'alik tidak menunjukkan makna aslinya yaitu kefakiran, tapi bermakna orang yang begadang malam untuk mengerjakan pekerjaan pada malam hari, seperti mencuri, membegal, merampok, dan pemberontakan. Amrul Qais sendiri mengatakan dalam syairnya, bahwa penyair-penyair sha'alik adalah teman-temannya yang membantunya dalam peperangan dan pemberontakannya, pemberontakan yang dilakukan di waktu malam hari tentunya. Amrul Qais biasanya memberi julukan kepada mereka dengan julukan serigala-serigala padang pasir, karena merekabergerak berkelompok seperti serigala-serigala padang pasir yang kejam dan ganas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun mereka terkenal dengan kekejaman dan keganasannya, tetapi mereka masih mempunyai naluri persaudaraan yang erat sesama mereka. Walaupun mereka melakukan pekerjaan yang kotor berupa pencurian, perampokan, pembegalan dan pemberontakan, tapi mereka selalu memperhatikan nasih teman-teman dan suku-sukunya. Disamping mereka terkenal dengan kekejamannya, juga mereka terkenal dengan syair-syairnya yang indah—indah, siapa yang tidak kenal dengan seorang pimpinan sha'alik pada abad ke-8 yang berjulukan Syanfarah [3], sedangkan syair-syairnya terkenal disebut lamiyatul arab lil syanfarah [4], bahkan khalifah Umar bin Khattab Ra berkata mengenai dirinya dengan perkataan yang membanggakan dan memujinya dengan pujian : "ajarilah anak-anakmu lamiyatul arab, karena ia akan menjadikannya fasih dan mengajarinya akhlak-aklhlak yang bagus". Nama aslinya adalah Awas bin Hajar bin Hunu bin Azdy [5] dan berakhir nasabnya pada Kahlan bin Saba'. Lainnya adalah 'Urwah bin al-Ward, Salik bin as-Salakah, dan Ta'abbath Syirran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dahulu kala, para penyair sha'alik juga terkenal dengan orang-orangnya yang pemberani dan perkasa, walaupun terkadang mereka terlalu ganas dan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tidak baik. Mereka lebih banyak berdampngan dan besahabat dengan hewan-hewan liar di gurun pasir, seperti serigala-serigala liar, cheta, harimau, macan tutul, singa, kerbau liar dan lain-lain. Dari pengalaman-pengalaman yang luar biasa ini, terlahir syair-syair yang indah dan penuh filsafat tentang kehidupan. Semua gerak-gerik mereka terekam dalam syair-syair yang akan diingat sepanjang zaman. Mereka adalah kumpulan penyair-penyair miskin yang merangkap sebagai kelompok yang liar dan ganas tanpa aturan, pemberontak-pemberontak yang gagah pemberani, dan para perampok-perampok. Kehidupan mereka selalu berpindah-pindah dan menikmati pengalaman dan kehidupan mereka sendiri. Kelompok yang selalu hidup bersahabat dengan alam yang ganas dan hewan-hewan yang liar, mereka itulah kelompok sha'alik yang biasa disebut serigala padang pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1- Lihat kata sha'alaik pada kamus lisanul arab&lt;br /&gt;2- تقول سليمي : لا تعرض لتلفة * وليلك عن ليل الصعاليك نائم&lt;br /&gt;وكيف ينام الليل من جل ما له * حسام كلون الملح أبيض صارم&lt;br /&gt;ألم تعلمي أن الصعاليك نومهم * قليل اذا نام الخلي المسالم&lt;br /&gt;3- Artinya orang yang mempunyai bibir yang tebal&lt;br /&gt;4- Atau lidahnya orang Arab, sayyidah Aisyah Ra, juga seorang penghafal syair-syairnya Syanfarah, bahkan beliau seorang periwayat syair-syairnya juga di waktu masih kecil.&lt;br /&gt;5- Azdy dinisabkan kepada Azd, sebuah suku di Yaman yang terpecah setelah banjir bandang dan pecahnya bendungan Ma'rab mencadi pecahan suku yang banyak, diantaranya adalah suku Azd Syanu'ah, Azd Umman, Azd as-Sarrah dan Azd Gassan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cairo, 29 Oktober 2006&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-116516198310905662?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/116516198310905662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=116516198310905662&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/116516198310905662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/116516198310905662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2006/12/shaalik-pada-zaman-pra-islam.html' title='Sha&apos;alik pada Zaman Pra-Islam'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-116445435333310554</id><published>2006-11-25T13:23:00.001+02:00</published><updated>2009-04-21T01:07:34.966+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kornish Nil'/><title type='text'>Gamaliah ke-III</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Apartemen-apartemen itu masih menancap kuat. Bersamaan dengan waktu yang selalu berjalan ke depan tanpa mau menengok atau berhenti di tengah-tengah jalan. Bau tidak enak menyebar hampir di seluruh kawasan ini, ketuaan kawasan Gamaliah tidak pernah membuatnya kesepian, hampir puluhan ribu, bahkan mungkin jutaan orang berlalu-lalang dan bertempat di tengah-tengahnya. Salah satunya aku yang sudah sekitar dua bulan setengah bertempat di kota lama ini, atau kota novelis besar Mesir Naguib Mahfouz (1911-2006). Beliau dilahirkan di kota ini, kota yang saat ini kutempati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kuberjalan melewati bangunan yang sudah berumur ribuan tahun ini, setiap kumenelusuri lorong-lorong sempit, setiap kumelihat anak-anak kecil Gamaliah yang sedang bermain bersama dengan teman-temannya atau mereka anak-anak kecil Gamaliah yang baru saja pulang dari sekolah, di situlah kumerasa melihat bagaimana Naguib kecil hidup, mungkin seperti itulah novelis besar itu hidup pada masa kecilnya. Mereka berlaria-larian atau kadang-kadang bermain sepak bola. Kadang-kadang aku tak terasa tersenyum sendirian, bagaimana mungkin seorang Naguib kecil yang hidup di sebuah daerah yang tua penuh debu dan kotoran seperti itu bisa membuahkan sebuah karya yang tidak akan pernah dilupakan oleh orang-orang. Di sini memang kehidupannya sangat menyenangkan, aku bisa merasakan bagaimana Naguib kecil bermain dan belajar, aku juga bisa merasakan bagaimana kebudayaan khilafah Fatimiyyin mulai dibangun dan mendapatkan masa keemasannya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="WIDTH: 228px; HEIGHT: 166px" height="513" alt="Photobucket - Video and Image Hosting" src="http://i74.photobucket.com/albums/i249/elfenan/IMAG0270.jpg" width="800" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="WIDTH: 224px; HEIGHT: 170px" height="616" alt="Photobucket - Video and Image Hosting" src="http://i74.photobucket.com/albums/i249/elfenan/IMAG0219.jpg" width="598" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu kali temanku kuajak mampir ke flatku ini, ia kuajak menelusuri lorong-lorong yang lusuh dan berdebu, bahkan baunya tidak enak. Ketika ia mulai masuk ke tempat ini, ia kaget, bahkan ia bertanya kepadaku "bagaimana kamu bisa hidup dan bertahan di tempat ini?" aku tidak pernah menjawabnya. Aku hanya memberi jalan supaya ia mau menjawab dirinya sendiri. Ia berpendapat, bahwa kota Gamaliah adalah kota terburuk di Mesir, kota terkumuh dan terkotor di Mesir. Mungkin mereka banyak berpendapat seperti itu, aku tidak pernah menyalahkan pendapat mereka, kenapa? Ya...karena mungkin setiap pendapat tidak akan pernah mempunyai kebenaran yang mutlak. Aku mungkin berpendapat yang berbeda dengan mereka, aku berpendapat bahwa kota Gamaliah adalah kota terindah dan terbaik di seluruh Mesir ini, baik dari awal pembangunannya sampai saat ini. Di sini setelah aku hidup sekian lama itu, aku bisa melihat miniatur dari kehidupan seluruh orang Mesir, bahkan semua kehidupan orang di seluruh dunia. Dari mulai anak kecil sampai tua, dari laki-laki sampai wanita, dari pekerjaannya sampai bagaimana mereka tidur. Luar biasa sekali, budaya yang jarang sekali kita temui di tempat lainnya di seluruh negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kota ini saja, Naguib Mahfouz bisa membuat dua buah novel yang bersetting di Gamaliah sendiri, seperti Khan El Khalily yang menceritakan tentang hari dan malam-malam di bulan Ramdhan di kota Gamaliah dan sekitarnya termasuk Husain dan masjidnya. Yang kedua adalah Lorong Mida (Ziqaqul Midaq) yang menceritakan lorong-lorong jalan yang ada di Gamaliah, lorong-lorong yang diapit oleh apartemen-apartemen yang sudah tua, bahkan mau runtuh. Lorong-lorong di Gamaliah tidak pernah ada akhirnya, ia bercabang-cabang dan sempit, unik dan berbahaya sekali, karena sekali anda tersesat, mungkin anda tidak akan pernah bisa kembali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang, entah sudah berapa kali aku melewati lorong-lorong itu, aku pernah mencoba untuk melewati sebuah lorong yang belum pernah kukenal sama sekali, akibatnya aku harus kembali lagi, karena aku tersesat entah ke mana. Sangat menakutkan sekali, apalagi ketika malam hari, di sana ada puluhan anjing liar yang sedang tertidur atau mengorek-ngorek sampah untuk mendapatkan makanan. Sekali anda lewat tanpa teman atau membawa kayu, anjing-anjing itu akan mengejar anda, karena merasa kawasannya telah dilewati. Belum lagi ketemu dengan pemuda-pemuda yang nakal, wah...anda bisa pulang tanpa pakaian sama sekali. Lorong-lorong yang mengerikan sekali.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="WIDTH: 246px; HEIGHT: 186px" height="476" alt="Photobucket - Video and Image Hosting" src="http://i74.photobucket.com/albums/i249/elfenan/IMAG0192.jpg" width="799" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="WIDTH: 193px; HEIGHT: 181px" height="614" alt="Photobucket - Video and Image Hosting" src="http://i74.photobucket.com/albums/i249/elfenan/IMAG0243.jpg" width="598" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku berharap sekali dari hidup di kota Naguib ini, aku bisa mendapatkan sebuah pengalaman hidup dan dapat mengenal kebudayaan di Mesir. Aku memang suka berpetualang, suka dengan hal-hal yang sukar dan menegangkan. Sampai sat ini, aku sudah sering mengunjungi tempat-tempat pariwisata dan kota-kota yang sudah dianggap hilang, itupun harus lihat kantong dulu, apa sedang tebal atau kering. Seperti satu bulan kemarin, ketika selesai Idul Fitri, aku sebenarnya tidak ada niat untuk kemana-mana, waktu itu ada teman yang mengajakku ke Piramid, sebenarnya sudah sejak pertama kali aku berkeinginan sekali untuk melihat dari dekat salah satu bangunan dari tujuh keajaiban dunia itu. Tapi aku selalu tidak ada kesempatan, baru pada waktu itulah aku mulai mengunjungi bangunan bersejarah itu. Ternyata tiket untuk masuk ke Piramid itu tidak semahal yang kubayangkan dahulu, hanya 20 pound untuk pelajar, sedangkan 50 pound untuk Turis dan pelancong, untuk orang Mesir sendiri hanya 5 pound. Di sana aku bisa mendapatkan banyak pengalaman dan bisa mengenal kebudayaan orang lain. Aku sempat membayangkan bagaimana orang-orang Mesir membuat Piramid sebesar itu. Aku juga membayangkan bagaimana seandainya aku bisa ketemu dengan Dr. Zahi Hawas, ia seorang arkeolog (ahli purbakala) Mesir yang diberi tanggung jawab untuk meneliti, mengatur dan merawat semua hal yang berhubungan dengan keperpubakalaan. Bahkan namanya terkenal di dunia arkeolog Eropa, seperti Prancis, Amerika Serikat dan Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, sekitar dua hari kemudian aku bersama teman-teman serumah pergi jalan-jalan kembali ke Madinatul Qanathir, kota ini termasuk kota parawisata di Mesir. Untuk pergi ke kota itu bisa ditempuh dengan dua jalan, yang pertama lewat darat dengan menggunakan bis dari Tahrir atau Ramsis. Yang ke dua lewat sungai, bisa menggunakan kapal angkutan lewat sungai Nil. Jalan ke dua itulah yang sedang kugunakan waktu itu, karcis yang digunakan sebesar 5 pound, waktu yang ditempuh dalam perjalanan ini sekitar 2-3 jam. Untuk masuk ke kapalnya, kami harus antri bersabar dan diperiksa oleh petugas, karena tidak semua orang diperbolehkan masuk ke kapal, hanya orang-orang yang membawa keluarganya saja yang boleh masuk ke kapal. Mereka yang mau berduaan saja tidak boleh masuk ke kapal, kecuali mereka yang sudah bertunangan dengan membawa cincin atau surat dari orang tua mereka. Ditengah perjalanan antara Tahrir ke Qanathir itu, aku melihat keindahan sungai yang terawat rapi, burung-burung semacam Bangau hidup di pinggir-pinggir sungai Nil, atau kadang-kadang mereka membuat sarang di tengah-tengah sungai yang berumput tenggi.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="WIDTH: 220px; HEIGHT: 156px" height="600" alt="Photobucket - Video and Image Hosting" src="http://i74.photobucket.com/albums/i249/elfenan/IMAG0274.jpg" width="618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="WIDTH: 212px; HEIGHT: 158px" height="440" alt="Photobucket - Video and Image Hosting" src="http://i74.photobucket.com/albums/i249/elfenan/IMAG0350.jpg" width="800" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="WIDTH: 228px; HEIGHT: 158px" height="393" alt="Photobucket - Video and Image Hosting" src="http://i74.photobucket.com/albums/i249/elfenan/IMAG0349.jpg" width="800" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yang paling menakjubkan adalah suguhan live-ya, di atas perahu angkutan itu, aku melihat anak kecil berumur sekitar 16 tahunan sedang menari dengan diiringi tepuk tangan dari orang tua dan keluarganya. Pinggul digoyang sampai hampir mau patah, belum pernah dalam hidupku di Mesir ini melihat tari perut live seperti itu. Beberapa menit kemudian kakak perempuannya yang sudah berumur sekitar 20-an bergoyang menggantikan adiknya, tapi goyangan kakaknya ini tidak seberani goyangan adiknya tadi, walaupun goyangannya tidak kalah indahnya juga. Kami menikmati semua sajian seperti itu di kapal yang membawa kami ke Qanathir. Untuk mengisi waktu yang kosong, aku bersama teman-teman berfoto bersama pemuda-pemudi Mesir yang ada di samping kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua jam kemudian kapal berhenti di sebuah terminal Qanathir, hari itu pengunjung banyak sekali, jalan-jalan dipadati orang-orang yang sedang melakukan rekreasi liburan Hari Raya. Yang paling banyak adalah muda-mudinya. Lagu remix dari kafe-kafe di pinggir-pinggir jalan terdengar keras sekali, muda-mudi berjoget ria di dalamnya dengan penyanyi seorang laki-laki muda. Untuk masuk ke kafe-kafe itu kita hanya dipungut biaya 1 pound, itu belum makanan dan minumnya, itu hanya tiket masuknya saja. Sebenarnya hari itu aku bersama teman-teman mau mancing ikan di bendungannya, tapi itu tidak jadi kami lakukan karena kami melihat tidak ada yang memancing di sana. Kalau hari-hari biasa mungkin banyak sekali orang-orang yang sedang mancing ikan di bendungannya. Setelah Ashar kemudian kami pulang, tapi sebelum kami pulang kami akan mampir ke rumah teman kami yang ada di Madinatul Qanathir, dengan tempat pariwisata itu. Dalam perjalanan itulah aku terkejut bukan main, karena aku melihat keindahan yang luar biasa, aku melihat keindahan sungai Nil di waktu sore di atas jalan yang di bangun di atas sungai Nil. Sayang kamera yang kupegang baterainya sedang habis, jadi aku tidak bisa memotretnya. Suasananya cukup indah dan membuat orang menjadi bengong. Pengalaman-pengalaman berharga seperti itu muncul begitu saja tanpa terkirakan. Mungkin suatu saat aku akan pergi ke Qanathir lagi, aku masih belum puas untuk menjelajahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24 November 2006 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-116445435333310554?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/116445435333310554/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=116445435333310554&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/116445435333310554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/116445435333310554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2006/11/gamaliah-ke-iii.html' title='Gamaliah ke-III'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-116112034585433374</id><published>2006-10-17T23:22:00.001+02:00</published><updated>2009-04-21T01:07:40.143+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kornish Nil'/><title type='text'>Kisah di Gamaliyyah II</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kemarin hawa di Cairo mulai agak dingin, sebentar lagi musim dingin akan datang. Air yang mestinya bisa menyegarkan badan kemarin berubah dingin sekali. Bulan Ramadhan sebentar lagi akan segera habis, entah tahun depan aku bisa bertemu kembali apa tidak. Hanya do'aku semoga amal yang kukerjakan pada bulan ini diterima-Nya. Sudah dua minggu aku tidak melihat lagi gadis berkerudung putih itu, entah kemana perginya, terakhir kumelihatnya pada pertengahan bulan September. Aku merasa rindu ingin melihatnya kembali, entah penyakit apa yang menjalar ketubuhku ini. Sudah tidak bisa melihat gadis yang selama ini kuimpikan, teman-teman semuanya pergi, aku ditinggal sendirian di rumah, sepi sekali. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Siang tadi aku merasa kaget sekali, ternyata gadis yang selama ini kunanti-nanti tiba-tiba saja terlihat di samping apartemenku, kumelihatnya tanpa sengaja ketika aku sedang bosan di dalam rumah, waktu itu aku sedang membuka jendela apartemanku yang sebelah Timur, pas ketika kubuka jendela itu, eh... gadis itu ternyata berada di dalam apartemen samping apartemenku, ia juga lagi membuka jendela. Padahal setahuku ia bertempat di apartemen sebelah Barat apartemenku, lumayan jauh juga. Entah angin apa yang membawanya datang dan berada di situ, setelah tahu seperti itu, secara langsung jendela kamarku kututup kembali. Dari celah-celah daun jendela itu kuintip sejenak dirinya, tapi baru saja kumelihatnya daun pintu jendelanya segera ditutup kembali. Kasihan sekali diriku, sudah hati dek-dekan ketika melihatnya kembali, eh... malah sekarang kukehilangan dirinya lagi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sore itu aku duduk di depan komputer sambil menulis makalah untuk presentasiku minggu depan, sudah tiga hari aku duduk di depan komputer sambil pencet sana sini. Hasilnya masih baru sembilan halaman, padahal makalah itu harus ditulis minimal lima belas halaman, masih butuh sekitar tujuh halaman lagi. Tiba-tiba ada suara pintu diketuk, entah siapa yang mengetuk pintu dengan keras itu. Mungkin Madam Najwah yang sedang mengetuk pintu, hanya orang Mesir saja yang mampu negetuk pintu dengan keras seperti itu. Kalau temen-teman tidaklah mungkin, karena mereka tidak akan pernah negetuk pintu ketika pulang ke rumah, mereka akan langsung nyelonong masuk saja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Min...barroh?*"&lt;/em&gt; tanyaku dengan keras sebelum membula pintu.&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Ana..."&lt;/em&gt; jawabnya singkat.&lt;br /&gt;Ternyata bukan Madam Najwah, entah siapa di luar sana, yang jelas suaranya seorang perempuan, mungkin saja Syaima' putri Madam Najwah. Kubuka pintu sedikit demi sedikit, hampir saja kuberteriak kaget ketika kumelihat siapa yang sedang berdiri di luar. Ternyata gadis berkerudung putih itu yang datang dengan membawa &lt;em&gt;Kinafah**&lt;/em&gt; di tangan kanannya. Aku berdiri mematung tidak mampu berucap lagi.&lt;br /&gt;"Ini Kinafah dari Bibi Najwah" ia menyodorkan Kinafah itu kepadaku yang masih mematung tidak bersuara.&lt;br /&gt;"Oh...iya..iya..." kataku hampir terputus-putus.&lt;br /&gt;Kuambil sepiring Kinafah yang terlihat lezat dan manis itu dari tangannya yang putih.&lt;br /&gt;"Nona!, tolong tunggu sebentar, piringanya akan kucuci sebentar" kataku sudah tidak gugup lagi, ketika ia mau beranjak meninggalkanku.&lt;br /&gt;Akhirnya ia kembali lagi, ia menunggu di depan pintu sambil melihat ke dalam rumah. Setelah selesai mengganti temapat, piring dari kaca putih itu segera kucuci denagn bersih, terus terang aku tidak mau barang-barang orang lain menjadi penjagaanku, karena aku takut tidak bisa menerima amanah orang lain, walaupun itu hanya piring yang mungkin tidak begitu mahal.&lt;br /&gt;"Oh...maaf nona, nona siapa? dan kenapa nona yang mengantarkan Kinafah itu, bukannya  Madam sendiri atau Adik Syaima'?" tanyaku untuk sedikit memulai perkenalanku, ini adalah peluang emasku untuk mengetahui namanya dan kalau boleh tahu nanti aku akan mendapatkan penjelasan di mana sebenarnya apartemennya.&lt;br /&gt;"Saya keponakannya, Bibi lagi sibuk, begitu juga Adik Syaima'. Sudah berapa hari tinggal di sini?"&lt;br /&gt;"Ini dia kesempatanku" kataku di dalam hati.&lt;br /&gt;"Kami baru satu bulan tinggal di sini, nona siapa namanya?" tanyaku kembali.&lt;br /&gt;"Oh ya...sampai lupa memperkenalkan diri, nama saya Salwah, kalau kamu?"&lt;br /&gt;"Saya Angga al-Fannani"&lt;br /&gt;"El-Fannani?" tanyanya agak menekan aksen.&lt;br /&gt;"Ya, memangnya kenapa?"&lt;br /&gt;"Ngak...ngak apa-apa, bagus"&lt;br /&gt;"Tinggal di bawah?" pancingku.&lt;br /&gt;"Tinggal di sebelah sana" katanya sambil menunjuk ke arah sebelah kanan apartemenku.&lt;br /&gt;"Oh...kok jarang lihat"&lt;br /&gt;"Baru saja balik dari rumah, hmm...saya turun dulu ya, selamat bertemu lagi" katanya sambil langsung menelusuri jalan tanpa menunggu jawabanku. Aku hanya bisa mengangkat kedua bahu mengiyakannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*    Siapa di luar&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;** Manisan yang terbuat dari tepung dicampur dengan madu, biasanya dimakan dan dibuat ketika bulan Ramdhan&lt;br /&gt;Ghamaliyyah, 05 Oktober 2006&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-116112034585433374?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/116112034585433374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=116112034585433374&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/116112034585433374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/116112034585433374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2006/10/kisah-di-gamaliyyah-ii.html' title='Kisah di Gamaliyyah II'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-115954332823836993</id><published>2006-09-29T17:19:00.001+02:00</published><updated>2009-04-21T01:07:54.612+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kornish Nil'/><title type='text'>Kisah Di Gamalaiyyah</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sudah satu minggu ini aku menatap kearah jalan, berharap dari arah barat akan datang sesosok gadis manis berkerudung putih. Hampir setiap pagi kira-kira jam delapan aku mengintai dari balik jendela hanya sekedar untuk melihatnya. Aku ingat benar pada awal kali ketika kumelihatnya berjalan di tengah jalan dengan gemulai, pada waktu itulah awal kalinya kuinjakkan kakiku di daerah yang biasa dikenal dengan sebutan "Gamaliyah" atau kalau orang Mesir menamainya daerah "Khan El Khalily" atau ada yang menamainya daerah al-Azhar atau lagi daerah Husain, aku tidak tahu kenapa begitu banyak nama bagi tempat ini dan dari mana saja batas-batasan untuk nama-nama itu, tidak seperti di Indonesia yang setiap daerah mempunyai batasan tersendiri entah dengan menancapnya gerbang besar atau hanya sebuah patokan yang diberi nama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Di Mesir kita tidak akan pernah menemui itu, kecuali untuk batasan kota-kota besar saja. Orang yang hidup di daerah ini biasanya mengatakan kepada orang-orang atau turis-turis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang baru datang ke tempat ini dengan berkata "selamat datang di tempat yang paling bagus di Mesir", kata-kata itu cukup sombong juga, padahal kalau dilihat dengan mata, kita tidak akan pernah menemukan suatu keindahan atau kebagusan di tempat ini. Daerah Gamaliyah berada di samping universitas al-Azhar, tepatnya sebuh daerah dengan bangunan-bangunan yang telah usang dimakan oleh waktu yang terletak di belakang masjid Husain. Masjid ini dinamakan masjid Husain, karena di dalamnya terdapat makam sayyidina Husain bin Ali cucu nabi Muhammad saw. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tentang kebenaran dan tidaknya memang perlu diteliti lagi, tapi orang-orang Mesir yakin bahwa jasad sebuah kepala milik sayyidina Husain benar-benar dimakamkan di masjid itu. Masjid ini sering dikunjungi penjiarah, khususnya pada bulan ramadhan dan hari-hari khusus syi'ah. Di masjid inilah biasanya terjadi pertemuan-pertemuan bagi kaum syi'ah atau sekelompok golongan yang sangat mencintai dan menghormati sayyidina Ali ra. Hampir setiap hari tempat ini dikunjungi oleh turis dari berbagai negara, daerah Gamaliah sendiri adalah daerah pertama kali yang didirikan oleh kahlifah Fatimiyyin yang pernah berada di Mesir selama berabad-abad, daerah inilah yang menjadi kota sekaligus dibangun benteng yang melingkari daerah ini dari serangan dan gencatan musuh, di tengah-tengah kota Gamaliyah yang menjadi ibu kota pertama khilafah Fatimiyyin itu dibangun sebuah masjid yang pertama kali di Mesir, masjid itu tetap kokoh dan kuat walaupun umurnya sudah berabad-abad, masjid itu adalah masjid al-Azhar, masjid al-Azhar dibangun atas dasar prakarsa panglima Jauhar as-Stiqily, pada hari Sabtu bulan Jumadil 'Ula tahun 359 H dan dua tahun kemudian tepatnya pada bulan Ramadhan tahun 361 H (Juni-Juli 972 M) mulai dibuat shalat berjama'ah dan selanjutnya dalam berkembangnya waktu masjid al-Azhar tidak hanya dibuat shalat saja, akan tetapi dibuat untuk mengaji dan belajar mengajar ilmu fikhi dan syari'ah, semua syaikh diambil dari luar oleh raja khilafah Fatimiyyin. Menteri Ya'qub bin Kals adalah orang pertama kali yang mempunyai pemikiran tentang masjid al-Azhar untuk dibuat sebagai tempat belajar mengajar, selanjutnya Menteri Ya'qub sendiri dengan izin kalifah Aziz Billah tahun 378 H/988 M mengambil &lt;i&gt;fukaha'&lt;/i&gt; yang berjumlah sekitar 37 orang untuk mengajar setiap hari Jum'ah sampai Ashar pelajaran fikhi dan syari'ah, 37 ahli fikhi itu dikepalai oleh seorang syaikh yang bernama syaikh Uqbah bin Ya'qub.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Tidak lama kemudian setelah sekitar setengah jam aku menunggu dari jendela, gadis dengan memakai kerudung putih, bajuh pink keputih-putihan dan dengan celana putih juga itu keluar dari apartemen sebelahku, ia berjalan layaknya ratu. Kulihat terus hingga tubuhnya tidak terlihat lagi, tubuh indah itu hilang di sebuah gang di depan apartemenku. Dengan agak kecewa karena hanya sekilas saja aku bisa melihatnya, kududukkan kembali badanku yang sejak tadi berdiri, baru sekarang kumerasa capek karena lama berdiri. Sampai sekarang aku masih belum tahu siapa gadis itu dan bahkan namanya pun tidak kuketahui. Setelah agak lama bermalas-malasan di atas tempat tidur, kuberdiri dan mengambil handuk untuk mandi stelah itu pergi ke kampus, hari ini adalah hari pertama kegiatan belajar mengajar akan dimulai setelah sekitar tiga bulan libur musim panas. Liburan yang cukup panjang dan membosankan, karena setiap hari hanya bisa menonton film saja, mau keluar tidak punya uang, terpaksa selama tiga bulan itu aku tidak ke mana-mana, hanya berdiam diri di dalam kamar sambil bercanda dengan komputer yang tidak pernah bergerak itu. Baru sekilas inilah aku mendapatkan sebuah keindahan di Gamalayah, seorang gadis Mesir yang entah menggugah semua inspirasiku, juga membuatku bertanya-tany, karena gadis itu sangat beda dengan gadis-gadis Mesir pada umumnya.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Gamaliyyah, 28 September 2006&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-115954332823836993?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/115954332823836993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=115954332823836993&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/115954332823836993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/115954332823836993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2006/09/kisah-di-gamalaiyyah.html' title='Kisah Di Gamalaiyyah'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-115836844818414624</id><published>2006-09-16T03:51:00.001+03:00</published><updated>2009-04-21T01:08:03.129+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra-Puisi'/><title type='text'>Gadis di Pinggir Mobil</title><content type='html'>Kupandangi lekat tubuh yang indah itu&lt;br /&gt;Penuh dengan getaran sanubari  yang membisu&lt;br /&gt;Pandangan itu menusuk seperti sembilu&lt;br /&gt;Langit tampak kelam setelah itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh...gadis di pinggir mobil berwarna biru&lt;br /&gt;Betapa hatiku telah luluh lantah ketika melihat dirimu&lt;br /&gt;Begitu indah, sempurna garapan ilahi&lt;br /&gt;Bibir bergetar sambil bertahmid memuji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurangkai kata-kata yang tak berarti&lt;br /&gt;Untuk melukis getaran hebat di mata sang kekasih&lt;br /&gt;Kucoba bersenandung seraya memuji&lt;br /&gt;Kecantikan makhluk ilahi rabbi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin pun ikut berlomba bersama kami&lt;br /&gt;Para pemuja rahasia-rahasia cinta ilahi&lt;br /&gt;Bersamaan suka derita sepanjang hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cairo, 15 September 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-115836844818414624?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/115836844818414624/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=115836844818414624&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/115836844818414624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/115836844818414624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2006/09/gadis-di-pinggir-mobil.html' title='Gadis di Pinggir Mobil'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-115466197512019967</id><published>2006-08-04T06:20:00.001+03:00</published><updated>2009-04-21T01:08:38.608+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Keabsahan Sastra</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Keabsahan Sastra&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Pada zaman pra-Islam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pada saat ini sastra, budaya dan seni pada zaman pra-islam telah diteliti dan menjadi sebuah penelitian yang sangat menakjubkan, karena tidak sedikit ahli bahasa yang memperkirakan ketidak adaan sastra  pada zaman itu, diantaranya adalah sesuai faham-faham orang Barat yang diikuti oleh Dr. Thaha Husain sebagai pembesar ahli bahasa di abad ke-19, sebagai abad keemasan perkembangan sastra modern. Dr. Thaha Husain mengikuti teori para peneliti sastra dan bahasa Barat, seperti Deckareth, Goethe, Margelius, Newldcah dan Allord. Untuk meneliti kembali faham-faham mereka tentang sastra di masa pra-Islam, kita perlu menengok kembali sekitar 150 atau 200 tahun sebelum Islam datang, untuk mencari bukti-bukti di masa itu tidaklah semudah kita membalikkan telapak tangan, karena disamping begitu jauh jarak masa antara masa kita dengannya, juga karena bukti-bukti itu banyak yang sudah hilang. Diantara faham yang diikuti oleh Dr. Thaha Husain tentang kedudukan sastra di masa pra-islam adalah tentang kebenaran syair-syair pra-Islam, ia berpendapat bahwa syair-syair pra-Islam yang sekarang masih ada dan bisa kita nikmati adalah bukan karya mereka, akan tetapi karya orang-orang pada zaman Islam sendiri. Dr. Thaha Husain sendiri menyatakan dalam bukunya “Fi Adabil Jahily (Sejarah sastra pra-Islam)” dengan komentar yang membuat panas dunia keilmuan, ia berkomentar begini”Pada dasarnya, Al-Qur’an adalah sebagai cermin bagi kehidupan pada zaman pra-Islam, masalah ini sangat jarang kita dengar dan  tidak menutup kemungkinan kita bisa memahaminya lebih lanjut. Kita bisa melihat banyak orang yang takjub dengannya ketika sedang membaca dan mempelajarinya, karena di dalamnya penuh dengan keindahan sastra, bahkan tak segan-segan orang-orang Arab pada saat itu berdebat dengan Nabi, hingga saat ini Al Qur’an menjadi sebuah bahan perdebatan yang sangat hangat dan dengan sengit antara orang Islam sendiri atau lintas agama. Bahkan mungkin kita akan menyakininya bahwa Al-Qur’an adalah baru, semuanya ditulis oleh orang Arab dan dibuat dengan bahasa dan dengan bentuk keindahan-keindahan sastra mereka sendiri. Di Al Qur’an juga diterangkan tentang agama-agama selain Islam yang dianggap sebagai agama yang salah, begitu juga tentang perbedaan suku dalam Arab..”. Dari konsep Dr. Thaha Husain itu kita bisa mengetahui alur pemikirannya yang berbeda dengan ulama’-ulama’ zaman dahulu, bahkan ia beranggapan Al Qur’an adalah baru, berbeda dengan anggapan-anggapan dan keyakinan-keyakinan Ahlus Salaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              Semua ini tidaklah lain karena dilihat dari segi sastra, kita bisa berbeda pendapat dalam hal apapun, ketika kita berbeda cara memandangnya. Dari konsep itu juga kita bisa memahaminya, bahwa Dr. Thaha Husain menganggap bahwa kehidupan pada zaman pra-Islam dengan kehidupan yang digambarkan di dalam Al Qur’an tidak sama, ada beberapa titik perbedaannya. Dengan ini juga secara otomatis berbeda dengan yang digambarkan di syair-syair pada zaman pra-Islam. Dr. Thaha Husain ternyata sudah melihat pada ketiga sisi itu, dari sisi Al-Qur’an, sejarah zaman pra-Islam dan syair-syairnya, ia ingin tahu dan memang sudah tahu perbedaan masing-masing. Contoh yang nyata yang diambil Dr. Thaha Husain untuk memperkuat argumennya adalah pada masalah perbedaan suku dan bahasa di Benua Arab, kita ketahui bahwa orang Arab sendiri terdiri dari berbagai macam suku, budaya dan bahasa, sekarang pertanyaanya adalah kenapa di dalam syair-syair pra-Islam kita tidak melihat perbedaan itu?, akan tetapi di Al Qur’an kita bisa melihat perbedaan itu. Mungkin pertanyaan inilah yang mempengaruhi daya berfikir Dr. Thaha Husain, dalam melihat sejarah bangsa dan sastranya. Kita bisa melihat di dalamnya terdapat berbagai suku, setiap suku mempunyai bahasa masing-masing, seperti suku Thamim dengan Mudhar, begitu juga bahasa, bahasa arab Selatan dan Utara juga berbeda, kenapa di dalam syair-syairnya kita tidak bisa menemukan perbedaan itu?. Seandainya penulis bisa bertemu Dr. Thaha Husain, mungkin akan mengajukan satu pertanyaan dasar buatnya, apakah Dr. Thaha Husain sudah melihat kebudayaan bangsa Indonesia yang bermacam-macam?. Dengan pertanyaan itu penulis yakin bisa sedikit menyelesaikan konflik yang memanjang sampai sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                Di Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan ras, sangat memungkinkan untuk bersatu, bahkan setiap suku mempunyai bahasa sendiri-sendiri, kita ambil saja bahasa Jawa dengan bahasa Minang, kedua suku itu mempunyai bahasa yang berbeda, belum suku-suku yang lainnya. Perbedaan bahasa di Indonesia bisa disatukan dengan Bahasa Persatuan Indonesia, begitu juga yang terjadi di dalam tubuh bangsa Arab sendiri, dari berbagai bahasa yang ada di Benua Arab itu, hanya satu bahasa yang diambil untuk dijadikan bahasa pemersatu, yaitu bahasa Quraisy. Para ahli bahasa Arab telah menyepakati, bahwa bahasa yang digunakan untuk mempersatukan seluruh bangsa di Benua Arab adalah bahasa suku Quraisy, karena bangsa Quraisy memiliki strategi yang memungkinkan dalam hal politik, ekonomi dan kebudayaan, bangsa atau suku Quraisy dianggap sebagai suku paling mulia. Berbagai aset yang membuat mereka mulia di mata lainnya adalah karena adanya Ka’bah, pasar Ukkadz (sebagai pasar sastra pada zaman itu), jalur perdagangan yang menguntungkan dan  pasar dagang yang paling banyak dkunjungi oleh luar bangsa Arab. Sehingga hampir seluruh kebutuhan hidup bisa didapatkan di daerah Quraisy. Faktor terpenting yang dapat membuat mereka lebih mulia dari lainnya adalah pasar sastra Ukkadz-nya, di sana tempat para penyair membacakan sayairnya, tempat lomba syair dan pantun, tempat musyawarah syair, dan tempat para ahli sastra meriwayatkan sastra baik sayir atau prosa secara lisan ke lisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Pasar 'Ukkadz telah menjadi pasar favorit di daratan Arab, sehingga para penyair dari berbagai suku bermunculan untuk membacakan syair mereka di sana, tentunya syairnya dalam bentuk bahasa yang bisa dipahami oleh sekitarnya, bahasa yang bisa dipahami, mudah dan sudah dikenal adalah bahasa Quraisy. Dari sinilah kenapa syair-syair pra-Islam hanya berbentuk satu bahasa saja, tidak mencerminkan multi-bahasa. Seperti dalam bahasa ‘Amiyah Mesir yang saat ini menjadi bahasa ‘Amiyah seluruh kawasan Arab. Ini bisa dilihat pada penyanyi-penyanyi Arab yang memakai bahasa pemersatu selain bahasa Arab Fushah, yaitu bahasa Amiyah Mesir, baik di Mesir sendiri atau di negara-negara lainnya, seperti Libanon, Libya, Tunis dan Maroco. Semua ini bisa dijadikan bahan perbandingan untuk masa lalu. Sebagian budaya Arab pra-Islam masih bisa kita temukan di zaman kita ini. Perbandingan budaya antara masa satu dengan lainya, antara budaya yang satu dengan yang lainnya sangat memungkinkan untuk mendapatkan jawaban bagi sebuah pertanyaan atau sebuak problem, karena penulis kira tidak semua kebudayaan selalu bertentangan, ada kadang-kadang yang semakin berhubungan dan mempunyai keeratan, seperti halnya kebudayaan bangsa Indonesia dengan bangsa Arab yang mempunyai suku dan bahasa yang doble, keduanya mempunyai bahasa pemersatu sendiri yang dijadikan sebagai alat pemersatu berbagai suku dan kebudayaan itu. Jadi konsep yang dikemukakan oleh Dr. Thaha Husain tentang masalah-masalah sastra masih perlu dikaji ulang, masih perlu membandingkan peradaban yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Setelah kita mengetahui beberapa masalah tadi, kita coba melihat sebab-sebab Dr. Thaha Husain mengikuti konsep-konsep orang Barat itu, diantaranya adalah:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1-Di dalam syair-syair pra-Islam tidak ada penjelasan tentang masalah politik, agama, ekonomi dan pemikiran bangsa Arab pra-Islam secara hakikatnya seperti yang diterangkan di dalam Al-Qur’an.&lt;br /&gt;2-Di dalamnya tidak terdapat perbedaan ejaan atau bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Diantara konsep-konsep yang membuat perdebatan dikalangan ahli bahasa sendiri itu juga membawa beberapa justivikasi, justivikasi ini sesuai yang dikatakan oleh Prof. Dr. Muhammad Ahmad Al Ghamrawi:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1-Konsep-konsep yang dikeluarkan oleh ahli bahasa Barat membawa perdebatan yang bermanfaat bagi perkembangan sastra Arab sendiri.&lt;br /&gt;2-Konsep Barat diambil dari Filosofis-filosofis di Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Dengan hasil penelitian yang dilakukan di Prancis hingga saat ini, sastra arab telah berkembang begitu pesat, bahkan mulai dikembangkan di negara Prancis. Bahkan perkembangan sastra arab di sana lebih pesat dari pada di Arab sendiri, ini bisa dilihat dari para ahli bahasa yang dikeluarkan dari universita-universitas di sana, alur pemikirannya lebih obyektif dari pada ahli bahasa arab yang belajar di Arab sendiri. Dr. Thaha Husain sebagai peletak pertama bagi pondasi-pondasi alur pemikiran tentang sastra arab yang sampai saat ini konsep-konsepnya dikaji berjuta-juta orang di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cairo, 06 Juli 2006&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-115466197512019967?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/115466197512019967/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=115466197512019967&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/115466197512019967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/115466197512019967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2006/08/blog-post.html' title='Keabsahan Sastra'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-115370429019484327</id><published>2006-07-24T04:23:00.001+03:00</published><updated>2009-04-21T01:08:45.055+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kornish Nil'/><title type='text'>Gara-gara Jerawat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dari hari kehari diriku semakin kalah dengan waktu, sudah berapa waktu yang telah aku buang dengan sia-sia, kali ini aku ingin sekali bercerita tentang keadaanku baru-baru ini. Selama ini aku tidak berani menatap muka harimau, tidak punya keinginan yang terlalu tinggi. Sebulan yang lalu aku diberi amanat oleh SENAT MAHASISWA FAKULTAS BAHASA ARAB (SEMA-FBA) Kairo Mesir dan DPP-PERSATUAN PELAJAR dan MAHASISWA INDONESIA (PPMI) cabang MESIR untuk menunaikan sebuah acara yang diberi nama “PELATIHAN BAHASA ARAB”, aku ditunjuk oleh Ketua Senat sebagai ketua acara itu, acara ini bias dibilang yang pertama di lingkungan mahasiswa Indonesia di Mesir, karena acara yang dilaksanakan dua hari pada tanggal 11-12 Juli 2006 ini semuanya memakai bahasa Arab, dari awal tentative acara sampai akhir acara, tentu sangat berbeda dengan acara-acara yang diadakan di Mesir oleh mahasiswa Indonesia pada umumnya. Dua hari itu sangat enjoy, karena acara cukup berjalan lancer, hanya ada beberapa hambatan saja, kita sebagai panitia tidak punya acuan acara pada sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang seru adalah tentang diriku sendiri, selama ini aku banyak diam di rumah sangat jarang keluar, paling-paling kalau sedang keluar larinya ke GAMAJATIM (Keluarga Masyarakat Jawa Timur) saja, kalau bercerita tentang pengalaman organisasiku, aku bisa katakan tidak pernah berkiprah dalam struktur organisasi baik di Indonesia ataupun di Mesir, tapi untuk satu tahun ini aku sudah banyak aktif di berbagai ORMAS di Mesir. Yang membuatku ingin tertawa adalah aku di pilih menjadi ketua acara ini, padahal menjadi ketua dalam organisasi belum pernah aku sandang, jadi pengalaman menjadi ketua belum pernah aku dapatkan, sehingga dalam bekerja aku tidak bisa bekerja dengan maksimal, bisa dibayangkan acaranya tidak cukup baik juga. Tapi aku sangat bersyukur, karena teman-teman yang lebih berpengalaman mau membantu dengan ikhlas, jadi acara lumayan asyik dan lancar. Setelah acara selesai dan kami rapat terakhir, akhirnya menyatakan bahwa LPJ diadakan pada tanggal 22 Juli 2006 di Hadiqatul Atfal (Taman bermain untuk anak-anak). Pada tanggal itu aku datang dengan muka bahagia dan ceria, karena semua urusan hampir selesai dan tanggung jawabku semakin ringan saja, sore itu semua panitia berkumpul di sebuah taman yang lumayan asri dan enak, tentunya panitianya tidak hanya laki-laki saja kan, ada ceweknya juga, Cuma sampai sekarang aku masih phobia dengan makhluk yang bernama “cewek”, entah kenapa aku begitu takut jika berhadapan dengan mereka, tidak hanya di Mesir ini, tapi penyakitku ini sejak berada di Indonesia dan sampai sekarang tidak pernah hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah langit yang cerah, angin cukup sejuk walaupun kadang-kadang masih mengeluarkan hawa panasnya, ditambah alas rerumputan yang menghijau aku duduk bersila, semuanya duduk melingkar dengan manis. Sebelum acara dimulai, karena masih menunggu kedatangan ketua Senat dan Bapak Presiden PPMI, maka waktu itu digunakan untuk perkenalan antar satu dengan yang lainnya, disela-sela perkenalan itu ada temanku yang berbicara tanpa mera berdosa kepadaku dengan agak lirah “Wah Pak Ketua punya jerawat besar tuh!!!, kira-kira lagi mikirin siapa ya????”, mendengar pertanyaan itu mukaku jadi merah padam karena malu, pada dasarnya pertanyaan itu juga sudah pernah dilontarkan kepadaku oleh teman yang lainnya sebelum acara LPJ ini, tapi tidak pernah aku merasakan malu seperti ini, karena pada waktu itu aku tidak berada diantara cewek-cewek. Kontan beberapa teman yang mendengar itu menyambung dengan perkataan yang membuiatku tak mampu mengangkat kepala lagi “Jangan-jangan lagi jatuh cinta nih? Sama siapa sih?”, mati deh gue............ Pertanyaan itu hanya aku jawab dengan cengar-cengir ingin tak menanggapinya, lama kelamaan semuanya diam tak berbicara lagi, tal lama kemudian orang yang ditunggu-tunggu datang dan kita lanjutkan acara LPJ-nya sampai Maghrib baru selesai. Masih dalam perjalanan pulang bersama Pak Presiden dan teman-teman jahil itu, di dalam Taksi ia masih menggodaku dengan pertanyaan itu lagi, wah karuan aja aku semakin tambah sewot, apalagi tidak ada ceweknya lagi. Tapi belum menjawab Pak Presiden ngangkat suara juga, ia ngomong begini “Wah....kalau begitu tahun depan kita pisah saja acaranya ya...” aku tak tahan lagi akhirnya angkat bicara juga “Itu bagus, biar saya semakin enjoy...” mendengar jawabanku semuanya tertawa terbahak-bahak sambil mendengarkan Pak Sopir yang lagi berpidato katanya bensin di Mesir mahal. Dalam perjalanan pulang itu aku sempat berfikir juga, apa sih hubungan jerawat dengan pacaran atau cinta?, aku kira itu tidak masuk akal gitu atau dalam bahasa Mesirnya Musy Maul. Aku terus berfikir, apalagi jerawatku tambah beranak satu terus tambah besar, gimana menghilangkannya ya....????atau aku harus menghilangkan rasa cinta ini, memang sekarang lagi mikirin si dia sih....(siapa ya...???).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cairo, 24 Juli 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-115370429019484327?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/115370429019484327/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=115370429019484327&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/115370429019484327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/115370429019484327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2006/07/gara-gara-jerawat.html' title='Gara-gara Jerawat'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-115333216200946374</id><published>2006-07-19T20:59:00.001+03:00</published><updated>2009-04-21T01:08:52.366+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>SEJARAH SASTRA PRA-ISLAM</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;SEJARAH SASTRA PRA-ISLAM&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Arab berada pada ujung selatan benua Asia, atau yang sekarang dikenal dengan benua arab, karena air mengalir dari tiga arah, yaitu arah timur dari sungai furath dan sebagian dari samudra India. Begitu juga dari arah selatan mengalir dari samudra India langsung, adapun dari barat mengalir air dari laut merah. Sedangkan dari arah utara dibatasi oleh Surya. Orang-orang arab pada zaman dahulu membagi negerinya menjadi lima bagian besar atau lima distrik, yaitu :Tahamah, Hijaz, Najd, ‘Arudh, dan Yaman. Pembagian lima daerah ini berdasarkan pada tata letak gunung Sarrah. Sejak zaman dahulu daerah arab terkenal dengan daerahnya yang tidak bersahabat, kondisi geografisnya penuh dengan padang pasir sahara. Tapi diantara sekian daerah itu ada satu daerah yang paling subur yaitu di daerah Yaman, bahkan orang-orang arab pada zaman dulu menyebut daerah ini sebagai ¬Yaman Al Khadra’ atau Yaman yang hijau, ini semua karena berbagai tumbuhan yang mestinya tidak bisa tumbuh di daerah arab lainya bisa tumbuh di daerah Yaman. Daerahnya penuh dengan tumbuhan dan rerumputan yang dapat menggemukkan ternak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian peneliti membagi orang arab menjadi dua bagian, yaitu orang Arab asli dan selain orang indo-arab yang menetap di daerah arab. Akan tetapi yang paling terkenal adalah orang arab dibagi menjadi tiga bagian, yaitu :&lt;br /&gt;- Orang arab yang telah musnah, hanya bekasnya saja yang bisa kita temukan. Seperti suku Thasm, Jadis, ‘Adh, Stamud, ‘Amliq, dan ‘Abdu Dhakm. Bekas-bekasnya masih ada sampai sekarang seperti bangunan-bangunannya atau hanya namanya saja yang bisa kita dengarkan.&lt;br /&gt;- Orang arab asli (‘Aribah). Mereka adalah keturunan Yu’rab bin Qihthan Abul Arab Al Aribah dan bapak dari orang-orang Yaman. Mereka masih hidup sampai sekarang di negeri Yaman, adapaun suku yang terkenal adlah suku Kahlan dan Hamir.&lt;br /&gt;- Orang indo-arab (Al Musta’ribah) yang masih menetap di daerah arab padang pasir. Mereka adalah keturunan dari Nabi Ismail bin Ibrahim Alaihis Salam. Disebut dengan Ismailliyyin atau Adnaniyyin, diantara suku mereka yang terkenal adalah suku Rabi’ah, Mudhar, Iyyad, dan Anmar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pembagian diatas, masih terdapat lagi pembagian berdasarkan kebudayaa. Sudah sejak dahulu orang-orang arab membaginya menjadi dua bagian yaitu; bangsa arab yang sudah mempunyai kebudayaan yang modern, mereka sudah mampu membuat rumah paten dan hidup menetap di suatu tempat yang telah mereka sepakati bersama. Mereka sudah mempunyai kebudayaan dan adat istiadat sendiri. Sedangkan pembagian yang kedua adalah orang-orang arab baduwy yang hidupnya selalu berpindah-pindah (nomeden). Mereka berpindah dari tempat satu ke tempat yang lainnya untuk mencari rerumputan dan minuman untuk ternak mereka, mereka tidak bisa menetap pada suatu temapat, alam yang gersang dan hewan yang ganas telah menjadi teman mereka. Bahkan hidup mereka semakin antic dengan persahabatannya dengan alam yang ganas. Orang-orang baduwi terkenal dengan kefasihannya, dari mulut mereka keluar berlian-berlian keindahan kata-kata yang sagat menarik. Hingga saat ini bahasa-bahasa mereka yang menarik telah dijadikan dalam bentuk syair-syair dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bahasa Fushah Menjadi Bahasa Pemersatu Di Dataran Arab&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dulu bahasa menjadi masalah pokok dalam kehidupan manusia, dengan bahasa manusia akan mampu berinteraksi dan berhubungan dengan lainnya. Bahasa arab adalah salah satu dari bahasa Semith yang masih ada sampai sekarang, yang dimaksud dengan bahasa Semith adalah bahasa yang digunakan oleh semua keturunan Nabi Syam bin Nuh alaaihis salam. Para ahli bahasa berbeda pendapat dalam menentukan siapa dan bahasa mana yang fushah diantara bahasa arab yang begitu banyak itu. Mereka berpendapat bahwa orang yang pertama kali melafadzkan bahasa arab adalah Nabi Adam Alaihis salam, akan tetapi pendapat ini ditentang oleh Ibn Salam. Ia berpendapat orang pertama kali yang berbicara dengan menggunakan bahasa arab adalah Yu’rab bin Qihthan. Yunus An Nahwi berpendapat bahwa orang yang pertama kali berbicara dengan bahasa arab adalah Nabi Ismail bin Ibrahim Alaihimas salam. Diantara ketiga pendapat ini hanya dua pendapat yang kuat, yaitu pendapat kedua dan ketiga, akan tetapi pendapat ketiga mempunyai kelemahan yang mendasar, mana mungkin orang yang baru masuk ke suatu daerah menjadi seorang yang pertama kali berbicara menggunakan bahasa orang yang sudah menetap lama di tempat itu. Akhirnya ahli bahasa menyepakati pendapat yang kedua yaitu pertama kali yang menggunakan bahasa arab adalah Yu’rab Bin Qihthan Abul Arab. Diantara dua bahasa arab yang digunakan oleh keturunan Yu’rab bin Qihthan dan Nabi Ismail bin Ibrahim itu para ahli bahasa meneliti perbedaan antara bahasa yang digunakan dibelahan selatan dan utara. Terdapat perbedaan yang mendasar diantara keduanya, titik mendasar itu dapat dilihat dari perbedaan ejaan (spelling), nahwu, dan perbedaan bahasa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;- Perbedaan ejaan (&lt;em&gt;Spelling&lt;/em&gt;) : seperti kalimat (كلبة) diucapkan di Yaman dengan menggunakan Ta’ Marbutho, sedangkan di Hijaz (selatan) dengan Ta’ Maftihah (كلبت).&lt;br /&gt;- Perbedaan Nahwu (Gramadial) : pergantian Nun Tanwin dengan Mim, seperti kalimat (نعمة) diucapkan di Yaman dengan menggunakan Nun Tanwin, adapun di Arab selatan (Hamiriyyah) diucapkan dengan menambah Mim (نعمتم).&lt;br /&gt;- Perbedaan Lughawiyyah : Seperti mengucapkan Alif (افعل ) diucapkan di Arab selatan (hamiriyyah) dengan mengganti huruf Alif dengan Ha’ (هفعل). Sedangkan di Yaman masih tetap terucap dengan menggunakan Alif. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cairo, 20 Juli 2006&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-115333216200946374?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/115333216200946374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=115333216200946374&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/115333216200946374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/115333216200946374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2006/07/sejarah-sastra-pra-islam.html' title='SEJARAH SASTRA PRA-ISLAM'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-115301570277379146</id><published>2006-07-16T04:56:00.001+03:00</published><updated>2009-04-21T01:09:16.715+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra-Puisi'/><title type='text'>Wanita......!!!</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;wanita.......!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Berapa kali aku harus menyakinkanmu&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Sekali itu engkau tidak mempercayaiku&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Engkau telah menyakiti hatiku&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Walau aku tahu....!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Hukum agama melarangku&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Walau aku harus menerjang tembok besi aturan-Nya&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Walau aku tahu aku telah mendustai guruku&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Kamu tahu untuk apa semua itu?&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Kamu harus tahu!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Dosa kita sudah begitu banyak&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Kesalaham kita sudah melampaui batas&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Tapi,......&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Engkau masih bisa tersenyum&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Engkau tidak faham dengan ajakan baikku&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Engkau malah mencibir diriku&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Wanita....!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Engkau anggap diriku sampah belaka&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Engkau anggap ucapanku hanya angin&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Engkau tidak menyukai karena-Nya&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Wanita....!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Seandainya engkau memahamiku&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Insyaallah hidup akan lebih indah&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Tapi,.....&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Kenyataannya engkau hanya sebuah api saja&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Telah membakar semua isi dunia&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Menghalalkan semua cara&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Bahkan agama tak lagi engkau jamah&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Cairo, 15 Juli 2006&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-115301570277379146?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/115301570277379146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/115301570277379146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2006/07/wanita.html' title='Wanita......!!!'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-115193551740416876</id><published>2006-07-03T16:23:00.001+03:00</published><updated>2009-04-21T01:09:29.157+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kornish Nil'/><title type='text'>Jalan-jalan ke Syubra El Kheima</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Selama hampir satu bulan aku digodog dengan ujian yang menjemuhkan, saat-saat yang kutunggu-tunggu telah datang, sebuah liburan panjang yang mengasyikkan. Liburan panas selama kurang lebih tiga bulan lamanya akan aku isi dengan tour atau kegiatan-kegiatan yang lainnya, saat ini aku sedang sibuk menyelesaikan semua tulisanku yang sudah lama terbengkalai oleh waktu belajar, baru kali ini aku merasakan diriku flay terbebas dari segalanya, saat ini aku baru menyelesaikan seratus halaman, kira-kira perlu seratus halaman lagi untuk menyelesaikan semua tulisanku itu. Saat ini aku masih mencari tema dan ide, memang jemuh kalau kita hanya bisa diam di rumah sambil menatap komputer yang tak bergerak itu, kita perlu sedikit jalan-jalan untuk mendapatkan ide yang lebih baik. Dua minggu yang lalu aku pergi ke Syubra El Kheima untuk mengantarkan temanku beli kristal di Asfour sebuah salah satu toko plus pabrik kristal terbesar kedua di dunia yang berada di Syubra setelah pabrik kristal di Italy. Ketika aku bersama teman-teman di sana, aku ingat salah satu novelnya Mas Habiburrahman "Ayat-Ayat Cinta", setting yang digarap di novel itu berada di Syubra juga, memang sih hampir sama dengan yang digambarkan di novel itu. Keadaan penduduk dan tentang Al Qur'annya yang bisa dibilang nomor satu di Mesir, kita akan bisa mendengarkan di masjid-masjid bacaan Qira;ah Sab'ah di sana, tidak di tempat lain seperi di kota Cairo atau lainnya yang hanya menggunakan satu bacaan saja. Seperti yang kurasakan seperti kemarin itu, aku shalat jama'ah Maghrib di sebuah masjid dekat dengan Asfour dan mendengarkan lantunan bacaan Al Qur'an dalam bentuk delapan madzab, keren sekali, aku coba tanya juga tentang sekolah Al Qur'an di sana, katanya sih sekarang harus membayar untuk sekolah di pondok Al qur'annya. Tapi banyak juga anak Indonesia saat ini yang lagi ngafalkan Al Qur'an di Syubara, mungkin karena dapat sugesti dari ayat-ayat cinta kali.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ngomong-ngomong tentang hafalan Al-Qur'an aku jadi ingat salah satu syaikhku yang termasuk guru Syubra juga, aku ingat beberapa bulan lalu aku tidak ikut ujian hafalan Al Qur'an terakhir, sekarang sudah mulai menghafalkan Al Qur'an kembali setelah sekitar sebulan setengah diberhentikan karena ujian, aku malu pada beliau, belum tahu nanti kalau aku ketemu sama beliau, pasti aku kena marah dech!!!. Diantara para muridnya itu akulah yang paling bandel, sudah hafalanya paling dikit, juga ngak kuat lagi. Tapi ada manfaatnya juga lho...aku jadi disayang ama beliau he...he...he... Kalau hafalan Al Qur'an ama beliau aku selalu di suruh mengulang dua kali, kenapa? karena banyak yang salah.....hingga aku pernah didekapnya sampai aku tidak bisa bernafas, kenapa? karena lagi-lagi aku tak mampu mengingat hafalanku. Jadi beliau mencontohkan gaya Malaikat Jibril mendekap Nabi Muhammad, wah....enak juga hafalan ama beliau tuh...akhirnya beliau selalu mengakhirkanku ketika banyak teman yang ngantri hafalan ke beliau.....ya semoga aku bisa jodoh sama beliau ya...dalam artian aku bisa terus menghafalkan Al Qur'an sama beliau, ngafalakan sampai tuntaas...amin.....yarabbal alamin....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cairo, 3 Juli 2006&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-115193551740416876?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/115193551740416876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/115193551740416876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2006/07/jalan-jalan-ke-syubra-el-kheima.html' title='Jalan-jalan ke Syubra El Kheima'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-115126696068203473</id><published>2006-06-25T23:18:00.001+03:00</published><updated>2009-04-21T01:09:35.834+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra-Puisi'/><title type='text'>Mendung Pun Bersedih</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Mendung Pun Bersedih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Siang itu jalan begitu sepi&lt;br /&gt;Tak kulihat lagi anak bermain, berlari&lt;br /&gt;Bahkan burung pun tak lagi bernyanyi&lt;br /&gt;Ketika keranda nan wangi dijunjung beramai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan atau bahkan jutaan orang di bumi&lt;br /&gt;Melambaikan tangan sebagai akhir perpisahan kepadamu&lt;br /&gt;Menagis meneteskan air mata untukmu&lt;br /&gt;Tak pelak hati teriris tak terobati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendung menatap haru&lt;br /&gt;Meneteskan rintik-rintik berderu&lt;br /&gt;Diantara kenangan manis bersamamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerombolan mendung silih berganti berdatangan&lt;br /&gt;Bah malaikat yang memintakan ampunan&lt;br /&gt;Hati semakin sempit, sakit ketika kumelihatmu&lt;br /&gt;Walaupun engkau masih terlihat tersenyum kepadaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 30 Mei 2006&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-115126696068203473?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/115126696068203473/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=115126696068203473&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/115126696068203473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/115126696068203473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2006/06/mendung-pun-bersedih.html' title='Mendung Pun Bersedih'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-115126607531070859</id><published>2006-06-25T22:53:00.001+03:00</published><updated>2009-04-21T01:09:43.151+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kornish Nil'/><title type='text'>Ini Ujian Atau Adzab?</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Aku coba berjalan tenang setenang air&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Aku coba berkata selembut hembusan angin&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Tapi tetap saja aku kalah&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Tetap saja anganku yang menang&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Tentu saja aku tidak puas Tuhan!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Dengan kemenangannya...&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Aku coba terus menggapai kebahagiaan di depan&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Tapi tetap aku terlempar kebelakang&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Hari-hariku menyakitkan bersamamu&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Malamku tak lagi bisa menyeyakkan&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Siangku tak lagi giat, sergap dan rajin &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Setiap detik ia menghantuiku&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Sekali kumencoba menampar, menerjang, dan menendang&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Sekali itu aku terlempar, terjungkan, dan terjatuh kedasar jurang&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Dunia tak lagi seindah surga&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Bau harum tak lagi kurasakan&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Angin yang semilir tak lagi bisa kunikmati&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Rumahku surgaku telah menjadi sempit&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Sesempit hatiku saat ini&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Oh...tuhan!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Siapakah kan menolongku?&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Siapakah yang mampu mengobati sakitku?&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Siapakah yang mamapu mengusir musuhku?&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Musuh yang paling kejam&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Aku terhinakan olehnya&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Aku menjadi sakit karenanya&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Semakin lirih teriakanku dibuatnya&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Semakin pendek langkahku lari darinya&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Ku tak mampu lagi Tuhan!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Benarkah ini ujian buatku?&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Atau sebuah adzab dari-Mu?&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Aku terhimpit saat ini&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Tak ada yang mampu lagi&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Kecuali engkau Tuhan!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Tolonglah hamba-Mu yang hina ini....&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Cairo, 25 Juni 2006&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-115126607531070859?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/115126607531070859/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=115126607531070859&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/115126607531070859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/115126607531070859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2006/06/ini-ujian-atau-adzab.html' title='Ini Ujian Atau Adzab?'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-114995393121610198</id><published>2006-06-10T18:38:00.001+03:00</published><updated>2009-04-21T01:09:47.561+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra-Puisi'/><title type='text'>Kami Tak Butuh Engkau Lagi</title><content type='html'>Jalan......&lt;br /&gt;Jalan masih begitu panjang&lt;br /&gt;Kenapa engkau masih menerjang&lt;br /&gt;Pagar merah mutih yang terpajang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan....&lt;br /&gt;Jalan masih lebar&lt;br /&gt;Kenapa engkau harus melalui belakang&lt;br /&gt;Bukannya depan masih ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia......&lt;br /&gt;Kenapa hidupmu penuh nista&lt;br /&gt;Kenapa di dalam dirimu harus ada duri&lt;br /&gt;Antara sesama teman di muka bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan manusia selalu meludah&lt;br /&gt;Bukan Manusia kalau anda tertawa&lt;br /&gt;Saat orang-orang memerah derita&lt;br /&gt;Saat bangsa penuh siksa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau bukan manusia merah putih itu&lt;br /&gt;Yang selalu berkibar dalam hati&lt;br /&gt;Jika dalam hatimu masih ada dusta&lt;br /&gt;Jika dalam hatimu masih ada benci sesama&lt;br /&gt;Jika dalam hatimu ada keegoisan&lt;br /&gt;jika dalam hatimu masih ada kursi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau tetap bukan merah putih itu&lt;br /&gt;Saat ini dan nanti&lt;br /&gt;Selama engkau selalu menebar kesakitan, kemaksiatan, kedengkian dan dendam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak akan pernah&lt;br /&gt;Dan tak akan pernah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergi...!!!!&lt;br /&gt;Dari negeriku merah putih&lt;br /&gt;Kami tak perlu para pembangkang&lt;br /&gt;Kami tak perlu orang rakus&lt;br /&gt;Kami tak butuh caci makimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami butuh orang yang mau merajut Indonesia baru&lt;br /&gt;indonesia yang makmur&lt;br /&gt;indonesia yang rukun&lt;br /&gt;Indonesia yang tentram sesamanya&lt;br /&gt;Yang selalu sayang kepada yang lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergi!!!!&lt;br /&gt;Pergi kau dari dunia ini!!!&lt;br /&gt;Dari negeri ini!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By&lt;br /&gt;Elfenan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-114995393121610198?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/114995393121610198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=114995393121610198&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/114995393121610198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/114995393121610198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2006/06/kami-tak-butuh-engkau-lagi.html' title='Kami Tak Butuh Engkau Lagi'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-114984233655417933</id><published>2006-06-09T11:03:00.001+03:00</published><updated>2009-04-21T01:09:56.012+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kornish Nil'/><title type='text'>Cinta, binatang Apaan tuh?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Cinta, binatang apa tuh?, yang jelas ia bukan tipe binatang mempunyai kaki, dua, tiga, atau empat sekalian. Ia tak bersayap seperti burung-burung pada umumnya, ia bukan binatang atau apa. Ia suatu makhluk yang diciptakan untuk mewujudkan kedamaian di dalam hati siapa saja, ia bisa terbang tanpa sayap, ia bisa menyelam ke dasar lautan, bahkan ia mampu menyelam ke dalam hati seseorang dan menularkan semacam virus kasih sayang, musuhnya adalah benci dan dendam. Setiap manusia pasti mempunyai rasa cinta, entah cintanya kepada orang tuanya, atau kepada makhluk yang lainnya, yang pasti setiap insan telah mempunyainya. Manusia dengan rasa cinta yang sedikit sangat berbahaya, apalagi rasa cinta kepada makhluk sekitarnya, ia akan menghancurkan dan meluluh-lantakan pondasi-pondasi sekitarnya yang telah lama dibangunnya. Cinta sebagai wujud kasih sayang Tuhan kepada mkhluknya, orang kalau sudah terkena cinta apapun akan ia lakukan, bahkan ia disuruh minum racun pun akan terasa madu, kematian dan hidup yang berharga tidak berarti apa-apa. Itulah cinta, begitu dahsyat pengarunya bagi manusia, kadang-kadang seorang yang lemah mampu menjadi pahlawan yang kuat dan bengis karena cinta, aku bilang cinta bisa membuat orang mendapatkan madu dari yang pencipta, bisa juga akan mendapatkan racun dar-Nya. Tinggal cara yang dilakukan oleh manusia untuk mewujudkan rasa cinta itu, sekarang ada sebuah pertanyaan apakah sama antara rasa cinta dua insan dengan cinta seorang anak kepada kedua orang tuanya, tentu tidak. Kenapa karena cinta kepada orang tua muncul dan ada sejak anak itu berada di kandung ibunya, ia mencintai dan menyayanginya dengan sepenuh hatinya. Cinta itupun datang karena rasa hormat kepada orang tuanya, coba lihat seorang anak yang sudah tudak menghormati kedua orang tuanya, ia akan mampu berbuat apapun kepada keduanya, karena di dalam dirinya tidak ada rasa cinta kepada keduanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cinta dua insan adalah sebagian dari fitrah manusia, karena pada dasarnya manusia diciptakan selalu berpasang-pasangan, Nabi Adam muncul cinta kepada yang Namanya Hawa, padahal ia belum pernah tahu dan bertemu, Adam sangat menharapkan kehadiran Hawa, ia selalu duduk termenung berharap mempunyai teman sejati yang di cintai dan di sayanginya. Rasa ini ada sejak dini juga, akan tetapi beda dengan cinta kepada kedua orang tua kita, cinta ini muncul karena tahjub, keinginan untuk selalu bersama, dan mempunyai teman hidup. Cinta kepada lain jenis adalah cinta secara biologis, dalam artian secara naluri manusia ia hadir begitu saja, tanpa dipikirkan dan direnungi. Cinta ini muncul juga karena kita merasakan ada yang kurang didalam diri kita, untuk melengkapi itu kita memerlukan jenis yang lain yang bernama perempuan. Jadi kita bisa membedakan jenis cinta antara cinta kepada Tuha, kedua orang tua, sesama manusia, lain jenis dan makhluk yang lainnya. cinta itu muncul dari aspek yang berbeda-beda dan yang paling antik adalah cinta seorang laki-laki kepada perempuan, karena cinta inilah yang paling dalam. Para penyair mengatakan "Manusia tanpa cinta laksana malam tak berbintang, cinta tanpa ikatan (pernikahan) laksana kopi tak bergula". iya gak sih? yang jelas memang yang digambarkannya sangat gelobal sekali, kita mesti banyak menafsirinya, kadang-kadang kalau kita mau menengok kesekitar kita, ada yang sangat enjoy dengan permainan cintanya, tapi keduanya tidak menikah-menikah, wah...itu dah diluar jalur dari syair di atas donk. Cinta yang seperti inilah yang sekarang banyak terjadi di zaman kita, cinta yang hanya mengedepankan hawa nafsu saja, bukan karena cinta secara tulus, jika memang cinta itu tulus dan murn, sudah barang tentu akan menggiring sang pecinta untuk selalu berada di jalan-Nya. Ok! aku tahu apa yang ada di benak kalian, mungkin di dalam hati kalian menggerutu, memaki dan memarahi. Tapi yang jelas aku hanya ingin tahu sedalam apa rasa cinta kalian sesama manusia. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-114984233655417933?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/114984233655417933/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=114984233655417933&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/114984233655417933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/114984233655417933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2006/06/cinta-binatang-apaan-tuh.html' title='Cinta, binatang Apaan tuh?'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-114954698550153449</id><published>2006-06-06T01:00:00.001+03:00</published><updated>2009-04-21T01:10:10.004+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kornish Nil'/><title type='text'>Maunya Apa Sih Kamu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Hari ini ada godaan baru buatku, setelah blog-blog-an yang membuatku tergoda, kali ini ada situs hosting gratis yang membuatku tergiur, rumah baruku ini semakin luas dan enak, walaupun sampai sekarang aku belum mampu meg-edite-nya, paling tidak itu sebagai langkah sedikit maju buatku. Disela-sela belajar dan ujian, aku masih sering menengok semua karyaku, aku ngak tahu akan jadi apa duniaku nanti. Ngomong-ngomong mengenai rumah baruku ini lumayan asyik juga, karena pengunjung bisa mendownload lagu yang kusajikan, sampai saat ini aku baru berhasil meng-upload lagu-lagu arab dan Ungu, di sana aku bisa mengakses blogspotku, aku bisa memasukkannya ke dalam rumah baruku itu, indah bukan. Mungkin menurut kalian aku orang yang gila, karena dalam keadaan genting ditengah-tengah ujian seperti ini aku masih suka jahil, he..he... dalam artian masih berani ke warnet untuk mengedit blogku. Kata teman-teman yang tidak sefaham denganku, "kamu bakal menangis Nga!!!", aku hanya bisa bilang kenapa harus menagis sesuatu yang sudah kita ketahui positif dan negatifnya, setiap orang mempunyai pandangan dan tujuan masing-masing, begitu juga diriku, ada tujuan di balik itu semuanya, yang tentunya hanya aku dan penciptaku yang tahu. Aku hanya berharap semua tujuanku itu dikabulkan-Nya dan baik untukku dan untuk semua orang. Ada kalanya kita sudah tahu medan yang akan kita tempuh, untuk ini kita harus siap mendapat positif dan negatifnya, dan ada yang tidak pernah kita ketahui tujuan kita, yang ini baru orang goblog, karena ia berbuat tapi tidak tahu apa yang akan ia dapat, mungkin bagi orang yang seperti ini akan sangat menyesal ketika ia mendapatkan sesuatu yang ngak enak. Di dunia ini juga ada lho..orang yang hanya memikirkan dan membayangkan keenaan aja, ia tidak pernah berfikir bahwa di dunia itu selalu diciptakan berpasang-pasangan, ada perempuan dan laki-laki, ada bulan dan matahari, ada bumi dan langit, ada terik dan hujan, begitu juga ada susah dan derita, ada sengsar dan kebahgiaan, itu wajar, kalau kita tidak mendapatkan kebaikan, pasti mendapatkan ekjelekan, terus mau apa lagi, mau nangis...atau mau nyesal, itu terserah pribadi masing-masing. Kalau aku akan coba berfikir yang ngak enak dulu, dari yang paling pahit dulu, ketika kita sedang berbuat, dengan begitu kita tahu apa yang kita lakukan. Wah...ceramahnya jadi panjang deh, lagian kenapa sih orang harus protes melulu, aku sangat tahu kalau teman-teman ingin mengingatkanku, tapi aku orangnya lebih suka mencari peringatan sendiri, bukan dikasih peringatan, memang aku orangnya keras kepala, ngak sembarang orang bisa menasehatiku, bahkan pak Presiden pun ngak akan bisa menasehatiku, hanya orang-orang tertentu yang dapat menasehati dan membuatku berubah atau menurut, so...jangan sok menasehatiku dech...!!!. Aku ngak bakalan mau nerima begitu saja, aku sekarang bikan pribadi yang dulu, yang dianggap polos dan cupu bagi teman-teman atau orang-orang sekampung, aku yang sekarang lebih agresif dan kemauannya banyak, tidak seperti dulu yang hanya nerima saja, walaupun aku dipukulin sampek babak belur. Sekarang jangan macam-macam denganku yang sekarang....ngak tahu tuch entar jadi apa diriku ini, apa dari dadar goreng atau rebus kali...udach ya..!!! sampe di sini aja, entar kalau mau ngebuka rumah baruku bisa nge-&lt;a href="http://elfenan.multiply.com" target="'blank"&gt;Klik di sini&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-114954698550153449?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/114954698550153449/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=114954698550153449&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/114954698550153449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/114954698550153449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2006/06/maunya-apa-sih-kamu.html' title='Maunya Apa Sih Kamu'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-114877182258643555</id><published>2006-05-28T01:23:00.001+03:00</published><updated>2009-04-21T01:10:18.248+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kornish Nil'/><title type='text'>Tangisan Warga Yogyakarta</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/1600/Gempa%20Klaten%201-sby-oke.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/320/Gempa%20Klaten%201-sby-oke.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/1600/Tio-4-oke.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/320/Tio-4-oke.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/1600/jit3.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 392px; CURSOR: hand; HEIGHT: 334px" height="319" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/320/jit3.jpg" width="226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/1600/Gempa%202-sby-oke.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="323" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/320/Gempa%202-sby-oke.jpg" width="246" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/1600/can2.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 415px; CURSOR: hand; HEIGHT: 296px; TEXT-ALIGN: center" height="296" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/320/can2.jpg" width="358" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/1600/16.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 410px; CURSOR: hand; HEIGHT: 255px; TEXT-ALIGN: center" height="271" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/320/16.jpg" width="310" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada tanggal 27 Mei 2006 kemarin Indonesia mendapatkan musibah lagi, dari musibah yang satu kemusibah yang lainnya, hampir tak pernah berhenti. Dari bom-bom beberapa tahun silam, banjir, mata uang melorot, stunami sampai saat ini gempa yang menewaskan 1000 jiwa lebih. Gempa yang memorak-morandakan sebagian kota Yogyakarta itu telah menewaskan ribuan penduduk dan menghancurkan rumah-rumah, bahkan candi Prambanan yang unik dan paling di sukai turis-turis manca-negara harus mengalami kerusakan. Para penduduk yang berhasil selamat sekarang sedang beristirahat di alun-alun kota selatan dan utara Yogyakarta, mereka terpaksa harus tidur dan istirahat di alun-alun karena masih trauma dengan gempa kemarin sekitar jam 10 siang itu. Mereka merasa lebih tentra berada dekat Keraton Kesultanan Yogyakarta, ada yang mengatakan juga bahwa gempa ini adalah hasil pengalihan kekuatan letusan gunung berapi yang sampai saat ini belum meletus juga. Mereka sangat percaya bahwa pengalihan ini dilakukan oleh Kesultanan Yogyakarta, kemarin juga Presiden SBY langsung menuju lokasi untuk meninjau para korban, Presiden akan bertempat tinggal sementara di Yogyakarta untuk melihat perkembangan gempa selanjutnya, ia juga tidak mau dikawal oleh pengawal lokal. Memang seharusnya menjadi Presiden adalah saling merasakan penderitaan rakyatnya, apa yang dilakukan oleh Presiden SBY saat ini memang luar biasa, ia berani menanggung segal resiko demi rakyatnya, seperti halnya kemarin ketika terjadi persengketaan antara Indonesia dan Malaysia dalam kasus Ambalat, Presiden sendiri yang turun tangn ke tempat kejadian, padahal kalau dipikir-pikir kondisi yang saat itu memanas sangat membahayakan dirinya. Semoga orang-0rang Indonesia semuanya diberi kesadaran untuk mendukung dan bersatu membantu pekerjaan berat beliau. Karena urusan di dunia ini tidak akan pernah selesai tanpa persatuan dan dukungan dari lainnya, apalagi menyangkut urusan negara. Negara tidak akan pernah maju jika warganya masih ngeyel dan tidak mau mendukung kepala negaranya. Kebijakan apapun asalkan baik dan diterima oleh agama, sudah barang tentu harus di ikuti. Sikap yang diperlihatkan oleh Presiden SBY saat ini sudah begitu bagus, ini yang harus diketahui oleh warga Indonesia, Indonesia masih membutuhkan 1000 SBY lagi untuk kemakmurannya.......&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-114877182258643555?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/114877182258643555/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=114877182258643555&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/114877182258643555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/114877182258643555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2006/05/tangisan-warga-yogyakarta.html' title='Tangisan Warga Yogyakarta'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-114874929332608800</id><published>2006-05-27T19:03:00.001+03:00</published><updated>2009-04-21T01:10:25.688+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kornish Nil'/><title type='text'>Seberkas Memori Di Musim Dingin</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/1600/1164.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/320/1164.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;                      Aku diam membeku diantara orang-orang yang tak pernak aku kenal, dinginnya pagi ini membuatku lebih enak diam sambil menerawang jauh ke Indonesia. Begitupun temanku Hamdi lebih memilih diam tak bergerak sambil memasukkan tangannya ke dalam saku, ia tampak menggigil kedinginan, angin saat ini mengalir bagaikan aliran air di benua artik, dingin dan membekukan apapun. Tapi aku coba melihat orang-orang disekitarku masih memilih mengenakan pakaian yang tipis, tidak diriku yang saat ini mengenakan tiga lapis baju dan dua lapis jelana. Orang-orang Mesir di sekitarku masih belum merasakan yang namanya dingin, walaupun orang-orang asing sepertiku sudah kalang kabut merasakan dinginnya musim dingin saat ini, dinginnya bagaikan di puncak gunung Semeru, tapi masih lebih parah di sini, karena dingin di sini bisa membuat orang lumpu total, tulang akan menjadi keropos. setelah itu kita tidak akan pernah bisa bergerak lagi, makanya aku sering melihat orang tua di Mesir ini kebanyakan jika berjalan agak kesulitan, karena tulang mereka sudah begitu lema. Persendian seakan-akan terasa sakit. Aku dan Hamdi masih berdiri di samping halte di daerah &lt;em&gt;Gami' distric,&lt;/em&gt; kuarahkan sekali lagi wajahku ke arah timur, kuberharap bis yang kutunggu-tunggu selama kurang lebih setengah jam segera datang, ternyata benar bis 80 coret atau kalau orang Malaysia menamainya 80 palang sedang mendekat. Tak seperti biasanya para penumpang berebut menaikinya, hari ini cukup longgar, biasanya bis ini cukup sesak. Aku seperti biasanya lebih memilih berdiri di bagian belakang, aku tak ingin berdesak-desakan dengan orang-orang besar itu. Semua kursi sudah penuh, aku dan Hamdi berdiri bersama, sambil menunggu bis berhenti di tujuan kami, yaitu di Al Azhar University, aku lebih suka menikmati pemandangan jalan dan perumahan di sepanjang jalan. Sedangkan Hamdi memilih membaca Al Qur'annya, memang yang paling aku sukai hidup di Mesir adalah kondisi membaca kitab suci Al Qura'an di tempat manapun, di dalam bis, taksi, angkutan pedesaan, atau sambil jalan-jalan. Di setiap sudut daerah ini kita bisa mendengar orang membaca Al Qur'an, mungkin sebab inilah negara Mesir menjadi salah satu negara yang cukup tentram, di dalam hati setiap penduduknya terdapat Al Qur'an. Bahkan orang yang berjualan pun kalau sedang tidak ada pembeli mereka gunakan waktu itu untuk membaca Al Qur'an, para supir angkutan umum pun membaca Al Qur'an. Indah memang hidup di Mesir.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah bis yang aku tumpangi berhenti di halte &lt;em&gt;Hayyul Stamin (Kampung ke-9), &lt;/em&gt;ada empat gadis Mesir yang masih memakai seragam &lt;em&gt;Stanawi &lt;/em&gt;naik ke bis ini, aku diam terpaku melihat mereka berempat, empat gadis Mesir itu tampak gaul tidak seperti gadis-gadis Mesir yang lain, pakaiannya lebih banyak mengundang mata lelaki untuk melihat, aku hanya biosa berguming melihat kelakuan mereka, setelah mereka membayar karcis ke Kondiktur, mereka berdiri pas di sandingku, wah......bisa dirasakan gerogi sekali. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tiba-tiba mereka menyentuh dan mengelus-elus rambutku yang panjang sebahu. Kata mereka rambutku indah dan bagus, aku hanya bisa tersenyum mendengar pujian mereka, mereka tetap ngak mau berhenti mengelus-ngelus rambutku, malahan semuanya mencoba menyentuh rambutku. Semua orang-orang melihatku dengan tatapan sinis dan iri, Hamdi yang sejak tadi melihatku tertawa cengar-cengir. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Memang orang Mesir paling suka dengan rambut anak-anak asia, mungkin karena kebanyakan rambut mereka kriting kali, jadi mereka ngefan rambut anak-nak Asia. Begitu malu diriku dilihat orang-orang sekelilingku, aku menyuruh untuk melepaskan tangan mereka dari kepalaku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Khalas ya Anisaah!!!"*&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Sya'ruka gamil awy"**&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Aiwah, Khalas ba ah!!!"***&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah agak kutinggikan suaraku mereka baru melepaskan kepalaku, mereka menjauhiku satu persatu, hingga tinggal satu orang yang berada dipinggirku, ia menoleh kearahku sambil mengerdipkan matanya. Tersentak aku dibuatnya, sekejap orang-orang melihatku lagi, mereka tampak tambah melotot, tiga gadis lainnya tertawa terbahak-bahak melihat aksi teman satunya itu, aku langsung menundukkan kepala, malu sekali aku dibuatnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Sial gadis-gadis itu"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;kataku di dalam hati, setelah beberpa menit kemudian mereka turun dari bis, dalam setengah perjalanan itu aku memilih menundukkan kepalaku, begitu malu. Stelah bis berhenti di halte samping Universitas, semua penumpang turun, di dalam perjalanan menuju kampus aku digoda habis-habisan oleh Hamdi, katanya seandainya itu dirinya yang di sentuh rambutnya, ia akan menyentak gadis-gadis itu, tapi itu tidak aku lakukan, karena aku paling takut dengan gadis Mesir, aku ngak mau mempunyai urusan dengan gadis Mesir, urusan ruwet dan berbahaya. Jangan macem-macem dengan wanita apalgi gadis Mesirnya. Mereka paling di lindungi di Negeri ini, berurusan dengan mereka sama halnya berurusan dengan tirai besi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cairo, 23 Mei 2006&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;)-:: Seberkas memori di musim dingin setahun yang lalu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;* Sudah wahai Nona&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;** Rambutmu indah sekali&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*** Ya....sudah ah!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-114874929332608800?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/114874929332608800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=114874929332608800&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/114874929332608800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/114874929332608800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2006/05/seberkas-memori-di-musim-dingin.html' title='Seberkas Memori Di Musim Dingin'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-114866784896400525</id><published>2006-05-26T21:23:00.001+03:00</published><updated>2009-04-21T01:10:33.815+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kornish Nil'/><title type='text'>Bingkisan Do'a</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Ya Allah.... Seandainya telah engkau catatkan... Dia milikku tercipta buatku... Satukanlah hatinya dengan hatiku... Titipkanlah kebahagian antara kami.... agar kemesraan itu abadi... Dan ya Allah... ya tuhanku yang maha mengasihi... Seiringkanlah kami melayari hidup ini... Ketepian yang sejahtera dan abadi...&lt;br /&gt;Tetapi ya Allah... Seandainya telah engkau takdirkan.... dia bukan miliku... Bawalah ia jauh dari pandanganku.... Luputkanlah ia dari ingatanku... Dan peliharalah aku dari kekecewaan....&lt;br /&gt;Serta ya Allah ya tuhanku yang maha mengerti.... Berikanlah aku kekuatan... Melontar bayangannya jauh ke dada langit... Hilang bersama senja nan merah.. agarku bisa bahagia... Walaupun tanpa bersama dengannya...&lt;br /&gt;Dan ya Allah yang tercinta... Gantillah yang telah hilang.... Tumbuhkanlah kembali yang telah patah... Walaupun tidak sama dengan dirinya...&lt;br /&gt;Ya Allah ya tuhanku... Pasrahkanlah aku dengan takdirmu... Sesungguhnya apa yang telah engkau takdirkan... Adalah yang terbaik buat ku.... kerana engkau maha mengetahui... Segala yang terbaik buat hamba Mu ini...&lt;br /&gt;Ya Allah... Cukuplah engkau sahaja yang menjadi pemeliharaku... Di dunia dan di akhirat... Dengarlah rintihan dari hamba-Mu yang daif ini... Jangan engkau biarkan aku sendirian... Di dunia ini mahupun di akhirat... Menjuruskan aku kearah kemaksiatan dan kemungkaran... Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman... Supaya aku dan dia sama2 dapat membina Kesejahteraan hidup... Ke jalan yang Engkau redhai... dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh....&lt;br /&gt;Amin.. Ya Rabbal A'lamin. .&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Cairo, 26 Mey 2006&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-114866784896400525?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/114866784896400525/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=114866784896400525&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/114866784896400525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/114866784896400525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2006/05/bingkisan-doa.html' title='Bingkisan Do&apos;a'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-114822954906790236</id><published>2006-05-21T19:17:00.001+03:00</published><updated>2009-04-21T01:10:44.503+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kornish Nil'/><title type='text'>Malaikat Dan jeritan Anak Kecil Di Kolom Jembatan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dalam kebisuan kadangkala aku harus menjerit dan berteriak-teriak dalam hati, aku melihat banyak sekali wajah-wajah yang perlu dikasihani, mereka....ya...wajah mereka begitu menyiksa hatiku. Kadang aku ingin sekali menolongnya, tapi aku tak mampu lagi mengulurkan tanganku walaupun cuma sehasta. Aku sendiri pada dasarnya pun perlu dikasihani. Kenapa mereka harus berlari berlomba bersama waktu di jalan-jalan, di rumah-rumah kumuh, dan dibawah jembatan. Kenapa tidak ada satu orang pun yang mampu menjamah menolongnya, walaupun hanya memberikan sebuah senyuman manis bagi mereka. Kenapa orang -0rang dizaman ini begitu ego dengan orang lain, bahkan egois pada dirinya sendiri, bukankah menolong orang lain juga menolong diri kita sendiri, tapi entah aku tidak tahu apa dalil mereka untuk tidak mau menjamah anak-anak kecil dan orang tua yang perlu dikasihani seperti itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sampai saat ini aku hanya bisa membisu dan membisu, aku tidak berani berteriak dengan lantang membela hak-hak mereka, hanya tulisan kecil dan lemah ini yang mampu aku lakukan untuk meneriaki jiwa-jiwa egois. Kadang aku iri pada orang yang mau melangkah jauh ke dasar lautan, atau terbang jauh ke awan, hanya karena ingin sekali ia menolong orang lain, aku ibah sekali dengan malaikat-malaikat penebar rahmat itu. Tapi tetap saja mereka harus melalui orang-orang yang egois, orang-orang tak tahu diri itu mencoba merampas senyuman yang diberikan sang malaikat. Aku tetap tidak bisa apa-apa.....dunia begitu luas, tapi tangan manusia begitu pendek, kemauan manusia begidu banyak, tapi kemauan untuk membantu saudaranya begitu sedikit. Hatiku tetap pilu melihat duniaku yang sudah hampir mendekati waktu tuanya, tapi manusia tetap tidak mau tahu dengan dunia yang tua dan beruban. Aku ingin menangis, tapi apa manfaatnya tangisanku, walaupun aku menangis keluar air mata darah pun tidak akan pernah dunia ini berubah. Manusia yang dimasuki sifat rakus akan sulit sekali menghilang dalam dirinya. Dan akhirnya aku tetap membisu bersamaan dengan teriakan-teriakn anak-anak kecil dan orang tua di kolom jembatan........&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cairo, 21 Mei 2006&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;*Aku coba mengingat sayap-sayap malaikat yang patah terjerembab ke tanah basah penuh dengan lumpur hitam kehidupan&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-114822954906790236?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/114822954906790236/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=114822954906790236&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/114822954906790236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/114822954906790236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2006/05/malaikat-dan-jeritan-anak-kecil-di.html' title='Malaikat Dan jeritan Anak Kecil Di Kolom Jembatan'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-114790085029467798</id><published>2006-05-17T23:33:00.000+03:00</published><updated>2006-05-18T00:27:12.726+03:00</updated><title type='text'>Surat Untuk Kekasihku</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/1600/Angga%20sif.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/320/Angga%20sif.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;             Sudah lama blog-ku ini aku biarkan kosong, selama ini aku hanya belajar html secara mati-matian. Untung ada teman-teman yang mau bantu aku belajar mengubah template dll. Thanks banget buat teman-teman yang sudi meluangkan waktunya untuk mengajarkan ilmunya kepada orang bodoh ini. Mungkin karena ujian dan konsentrasiku belajar html yang membuat tulisanku menjadi ngadat. Tapi lihat aja nanti satu bulan lagi...aku akan nulis setiap hari, nulis apapun yang bisa aku tulis, entah tentang kebobrokan saat ini, atau hanya gurasan hatiku yang tersayat-sayat. Hari ini aku bahagia sekali, karena ada satu orang yang telah menjamah blog-ku, orang itu adalah orang yang paling aku sayangi, sudah lama aku tidak melihatnya, aku sangat berharap sekali dapat melihatnya kembali setelah kuberhasil nanti. Aku akan tunjukan kepadanya, bahwa aku bisa belajar segala-galanya dan akan siap menjadi apapun dirumah nanti. Aku berharap ia mau bersabar dan tetap mempercayaiku, bersabar karena kita berjahuan, dan meyakiniku, bahwa aku akan kembali kepadanya lagi. Aku juga berharap sekali ia bisa mengerti tentang diriku di sini, tantang kehidupanku dan tentang pengembaraanku. Mungkin yang perlu dibutuhkan oleh dua insan yang sedang berkasih sayang adalah saling mengerti, sabar, tanggung jawab dan kepercayaan antara keduanya. Semuanya berkesinambungan antara yang satu dan yang lainnya, tidak bisa dipisahkan, karena kesemuanya bagaikan satu jasad. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi, entah jika memang kondisi tidak memungkinkan, mungkin ada sesuatu diluar jangkauan manusia, aku ngak tahu juga, aku berharap ia mau memahami. Mungkin suatu saat ia akan membaca tulisanku ini, selama ini aku jarang berkomunikasih, anggap saja ini sebagai media komunikasi kita berdua. Engkau membaca dan aku akan mendapatkan jawaban atau tanggapanmu tentang yang aku tulis itu. Selama ini aku sangat percaya dan sangat yakin sekali denganmu, hingga akupun tidak pernah untuk mencoba berfikir yang ngak-ngak. Aku akan lihat bagaimana nantinya nasib kita berdua, karena yang membuat nasib manusia adalah Tuhan segala-galanya. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya, apakah kita akan mendapatkan manisnya gula atau pahitnya empedu. Kita hanya bisa berusaha untuk mencoba mendapatkan yang kita inginkan, kita tidak wajib mendapatkan yang kita inginkan, Allah-lah yang wajib menentukan keadaan dan nasib kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku masih ingat sekali kenangan manis denganmu, kenangan yang tidak mungkin aku lupakan, kenangan kita berjalan berdua, kenangan kita ngobrol bersama teman-teman tercinta, bahkan kenagan waktu kita masih belajar bersama di suatu tempat yang asyik dan penuh berkah. Aku pun ingat ketika engkau tanpa sengaja mau tertabrak olehku, mungkin itu pertama kalinya kita bertemu dan saling mengenal, cuma kenangan manis yang satu ini sudah hampar ditelan waktu. Aku pernah dikasih cerita tentang dua insan yang saling jatuh cinta dan saling berjahuan oleh seorang kawan, ia berkat kondisi seperti ini amatlah jelek, karena bisa saja yang satu atau yang lainnya saling curang, dalam artian mereka beraduh kasih dengan yang lainnya tanpa sepengetahuan sang kekasih. Aku mendengar cerita ini tertawa getir, hampar, aku hany bisa menjawab, munkin keduanya tidak punya keyakinan dan rasa tanggung jawab antara keduanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;memang aku sangat takut ceritaku akan mengalami masa ending seperti cerita kawanku itu, tapi aku pupuk rasa percaya itu padamu. Aku juga masih ingat ketika engkau mengirim sms yang berbunyi;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Tentang matahari&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Aku ngak pernah bertanya kenapa ia terbit dantenggelam&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Tapi, aku selalu bertanya-tanya masikah engkau menyayangi dan mencintaiku&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Aku hanya bisa menjawab;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Begitupun diriku sayang....!&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;begitupun tentang bulan&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Aku tidak pernah bertanya....&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Masikah ia bercahaya terang ?&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Atau ia terhalang oleh bintang-bintang&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Tapi, aku ingin bertanya pada yang kusayang&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Apakah ia masih punya keyakinan dan kesabaran&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mungkin hanya itu yang mau aku tulis, entah engkau akan mengerti atau tidak, yang jelas aku ingin ngomong banyak, jika engkau ingin melihat keadaanku, engkau bisa melihat tulisanku saat ini. Karena tulisanku sangat dekat dengan hatiku dan kondisiku saat menulis itu, aku akan menulis apa yang ada dalam hati dan otakku. Entah sesuatu itu bertentangan dengan orang-orang atau bahka, orang akan bertepuk tangan membaca tulisanku itu. Hanya ini persembahan bagi orang-orang yang kusayang, khususnya kepadamu wahai kekasihku. Slama untuk teman-teman semoga mereka diberi kemudahan dan keberhasilan dunia akhirat dan kelak kita akan dipertemukan kembali di suatu tempat yang penuh dengan kenikmatan. Doakan diriku selalu, semoga juga diberi kemudah dan kebrhasilan. Aku beri sesuatu yang indah dibawah ini:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;رب ورقاء هتوف في الضحا *&lt;br /&gt;ذات شجو صدحت في فتن&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ذكرت القا ودهرا سالفا *&lt;br /&gt;فبكت حزنا فها جت حزني&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فبكائى ربما ارقها *&lt;br /&gt;وبكاها ربما ارقني&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ولقد تشكو فما افهمها *&lt;br /&gt;ولقد اشكو فما تفهمني&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;غير اني بالجوى اعرفها *&lt;br /&gt;وهي "ايضا" بالجوى تعرفني&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;Sering kali burung-burung berkicau dengan lantang mengungkapkan kesedihannya di waktu dhuha sambil bertengger di atas dahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ia teringat kekasih di masa lalu, maka ia menangis, hingga kesusahanku bangkit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali tangisku membuatnya terjaga, dan sering kali tangisnya membuatku terjaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh……!!! Kadang-kadang ia mengeluh, namun aku tidak dapat memahami keluhannya, dan kadang-kadang aku mengeluh, namun ia pun tidak dapat memahami keluhanku&lt;br /&gt;Akan tetapi,dalam kerinduan aku mengenalnya dan dalam kerinduan ia juga mengenalku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;شهوة الانسان تورثه الذل&lt;br /&gt;نلقيه فى البلاء الطويل&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Asmara seseorang itu dapat mengubahkan dia hina dan mendapatkannya kesebuah bencana yang panjang&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Wassalamu'alaikum....&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Cairo, 18 Mei 2006&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Angga Sf&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-114790085029467798?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/114790085029467798/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=114790085029467798&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/114790085029467798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/114790085029467798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2006/05/surat-untuk-kekasihku.html' title='Surat Untuk Kekasihku'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-114738515554699944</id><published>2006-05-12T00:39:00.001+03:00</published><updated>2009-04-21T01:11:44.458+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kornish Nil'/><title type='text'>Keluhanku.......</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ujian sudah dekat, tapi selama ini persiapan yang kulakukan belum menjapai 100%. Bahkan bisa dibilang belum siap malahan, selama ini aku belajarnya nyantai-nyantai, itulah kesalahanku. baru bertaubat dibelakang, kalau tahun lalu aku belajar hancur-hancuran dari sampul awal sampai akhir aku hafal, tapi sekarang kayaknya prek....gitu loh. Tapi kayaknya ada sesuatu yang bakalan terjadi senganku, aku ngak tahu apaan itu, jika Allah menghendaki, pasti segalanya bisa terjadi, so.....mungkin saat ini aku masih menunggu peluang itu. Aku yakin dengan uhanku yang Maha Pengasih dan Penyayang itu, ia bakalan membantuku, membantu orang-orang yang sedang &lt;em&gt;ngamba ilmu &lt;/em&gt;di tempat mulia ini. Bahkan para malaikat selalu meletakkan sayapnya bagi orang-orang yang sedang menjari ilmu, orang-orang yang niat denga ikhlas adalah orang-orang yang mulia di sisi semua makhluk Allah dan Allah sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk kelanjutannya..kita lihat masa depanku...ok.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cairo, 10 Mei 2006&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-114738515554699944?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/114738515554699944/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=114738515554699944&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/114738515554699944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/114738515554699944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2006/05/keluhanku.html' title='Keluhanku.......'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-114721940874200865</id><published>2006-05-10T03:00:00.001+03:00</published><updated>2009-04-21T01:05:56.660+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kornish Nil'/><title type='text'>Tokmiyyah, Isy dan Full</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ada pepatah mengatakan &lt;em&gt;"Candi Borobudur tidak akan tegap berdiri tanpa makanan",&lt;/em&gt; dalam artian semua perkara di dunia ini tidak akan terlaksana jika program pelaksanaannya terhalang oleh rasa lapar dan haus, begitu juga diriku pada setiap malam, apalgi malam-malam musim panas seperti itu, kemarin malam aku merasa haus dan bingung, tapi malam ini aku merasa lapar. Hanya punya satu pilihan di dunia ini kalau perut lagi keroncongan, yaitu makan dan makan. Memang kayaknya makan adalah sesuatu yang remeh temeh, padahal makan adalah salah satu faktor terpenting untuk dapat menggerakkan tubuh kita, otomatis rencana dan rancangan-rancangan kita akan berhasil dan dikatakan terlaksana ketika kita bisa makan enak dan tidur nyenyak. Malam itu aku merasakan perutku sakit sekali, suara alam perut berteriak-teriak kencang, seakan-akan arakan pendemo tahun 1998, ketika para pendemo ingin menurunkan Mbah Harto alias mantan presiden kita Bpk Soeharto, sakitnya luar biasa, layaknya perut ditusuk-tusuk dengan belati. Akupun harus memenuhi kebutuhanku yang satu ini, pertama-tama aku masuk ke dapur, tapi alangkahnya kagetnya diriku, di dapur yang biasanyamenyimpan makanan sudah tidak ada lagi, kosong blong, hanya ada sisa-sisa nasi yang sudah kering. Perutku semakin memberontak aku ngaktahan lagi, aku harus melakukan sesuatu, padahal diktat kuliahku masih harus diselesaikan malam ini, teman-teman yang lainnya juga lagi khusuk melototi diktat masing-masing, aku juga ngak mau nganggu yang lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Jam 12 Malam diarea Gami' Distrik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah beberapa waktu aku mulai membuka saku celana untuk melihat masih ada sisa uang apa ngak, alangkah bersyukurnya diriku, ternyata masih ada sedikit sisa uang, cukup untuk beli &lt;em&gt;Tokmiyyah, Isy dan Full (Makanan termurah dan terlenzat di jagat Mesir. apalagi dimakan ketika perut lapar dan ketika malam dan pagi hari).&lt;/em&gt; Aku turun gunung untuk membeli makanan kesayanganku, tidak menunggu lama lagi, karena tempat jual makanan itu dekat degan apartemenku. Setelah selesai membeli, aku masak Fullnya yang masih mentah, pada dasarnya Full itu sudah matang, akan tetapi aku ingin memasaknya lagi supaya lebih nikmat dan lezat lagi. Lima menit kemudian aku selsai memasaknya, aku siap untuk menyantapnya. Wah...hidangan termurah dan terlezat, waktu aku enak menyantapnya, teman-teman yang lainnya ikut nimbrung, ternyata waktu aku masak bau masakanku tersebar ke penjuru rumah, aroma lezat itu telah menggugah dan mengganggu dayakonsentrasi mereka, tak ubahnya seperti aku ketika lapar. Mereka ikut makan denganku, akhirnya Tokmiyyah, Isy dan Full yang mestinya hanya untuk dimakan satu orang, sekarang dimakan oleh empat orang. Tapi ngak apa-apa, mungkin karena &lt;em&gt;barakah&lt;/em&gt; dimakan orang banyak, rasa lapar pun hilang menjadi kenyang, padahal kalau disambung-sambungkan tidak nyambung juga, masak....makanan yang sedikit begitu bisa buat kenyang empat orang. Hingga teradisi makan Tomiyyah, Isy, dan Full menjadi rutinitas semua anggota rumah tangga, rutinitas makan makanan termurah dan terhemat di dunia setiap jam 12 malam. Ternyata enak juga punya rutinitas yang menyenangkan seperti ini.......~~~~@~~~~.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Cairo, 09 Mei 2006&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-114721940874200865?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/114721940874200865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=114721940874200865&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/114721940874200865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/114721940874200865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2006/05/tokmiyyah-isy-dan-full.html' title='Tokmiyyah, Isy dan Full'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27757199.post-114710559188089232</id><published>2006-05-08T19:25:00.000+03:00</published><updated>2006-05-21T19:49:46.800+03:00</updated><title type='text'>Tiga Gadis Mesir</title><content type='html'>&lt;div class="post"&gt;&lt;div class="post-body"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Malam itu aku berjalan sendiri, tanpa seorang pun yang menemani, hanya rasa malas belajar dan kejenuhan yang menemaniku. sudah tiga hari aku tidak turun gunung. Entah bagaimana kabar dunia di bawah sana. Pasalnya rumahku berada di salah satu apartemen di daerah Gami' H-10 Nasr City, berada di puncak paling atas apartemen, orang Mesir biasanya sering menyebutnya dengan &lt;em&gt;Syutuh &lt;/em&gt;atau apartemen yang paling atas sendiri. selam tiga hari itu diriku hanya di temani selimut indah dan empuk, dikta-diktat kuliah yang juga belum habis-habis, juga sebuah komputer yang biasa aku gunaka untuk menghilangkan kejenuhanku. Tapi diriku ngak tahu kenapa kejenuhan itu juga ngak hilang-hilang, walaupun komputer terus bernyanyai dengan indah. Akhirnya aku coba untuk menghilangkannya di luar. aku berjalan di malam hari nan panas di Musim Panas tanpa tujuan yang pasti, baru ditengah perjalanan aku ingat kebiasaan diriku setahun yang lalu, setahun yang lalu di waktu yang sama saat ini aku setiap malam setelah belajar aku turun gunung bersama teman-teman untuk menghilangkan kejenuhan di sebuah kafe di samping &lt;em&gt;Su' Sayyarat&lt;/em&gt; (Pasar Mobil). Di sana aku banyak habiskan wktu hanya untuk ngobrol sesuatu tema entah tentang pelajaran atau kabar-kabar hangat tentang Indonesia waktu itu, sambil menyeruput minuman yang bermacam-macam sesuai keinginan, seperti Juz Tebu (&lt;em&gt;Assab&lt;/em&gt;), Gazar (&lt;em&gt;wortel&lt;/em&gt;), Tamr Hindi (Juz Asam) atau Juz-juz yang lainnya. Sekarang aku akan pergi ke sana, mungkin kejenuhan dan kepala sakitku akan hilang. setelah nyampek di sana kucoba memesan segelas &lt;em&gt;Tamr Hindi &lt;/em&gt;kesukaanku. Rasa asam-asam manisnya akan lebih dahsyat ketika diseruput di saat malam hari nan panas. D samping tempat dudukku ada gadis-gadis Mesir yang lagi menikmati indahnya malam di musim panas, mereka ada tiga orang yang sedang bercanda ria bersama-sama. Di samping kananku ada juga satu keluarga dari Afrika, sedangkan sebelah kiri ada dua orang entah Rusia atau Turki yang sedang memadu cinta, yang perempuan menggunakan cadar aku ngak bisa melihat kcantikanya. Wah.....indahnya mala ini sangat terasa, semua orang keluar rumah mencari angin malam yang berhembuas dari pasal mobil sebelah samping kafe. Inilah saat-saat paling indah di Mesir. semuanya tampak indah ketika malam hari, pikiran akan jernih ketika engkau keluar malam hari.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="CLEAR: both; PADDING-BOTTOM: 0.25em"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="CLEAR: both; PADDING-BOTTOM: 0.25em"&gt;Cairo, 8 Mei 2006&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;!-- End .post --&gt;&lt;!-- Begin #comments --&gt;&lt;!-- End #comments --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27757199-114710559188089232?l=elfenan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elfenan.blogspot.com/feeds/114710559188089232/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27757199&amp;postID=114710559188089232&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/114710559188089232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27757199/posts/default/114710559188089232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elfenan.blogspot.com/2006/05/tiga-gadis-mesir.html' title='Tiga Gadis Mesir'/><author><name>elfenan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18215087154262115388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1727/2658/200/IMAG0023.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
